Love Is Gone

Love Is Gone
eps.13


__ADS_3

‘brak!’ suara pintu tersebut mengagetkan Lesca. Lesca melihat Albert yang muncul dari balik pintu dengan tatapan mata yang tajam membuat firasatnya menjadi semakin cemas.


“Al.. Albert? ada apa?” tanya Lesca yang terkejut. Ia bingung kenapa Albert terlihat seperti sedang marah, tak biasanya Albert seperti ini, jadi sebenarnya ada masalah apa sampai Albert menjadi seperti ini?


“dari mana saja kamu?” tanya balik Albert tanpa menjawab pertanyaan Lesca tadi. Albert mendekat kearah Lesca yang duduk dikursi riasnya dan menatap tajam mata Lesca.


“apa? kamu kan juga tau aku barusaja pulang dari acara fashion show tadi, memangnya dari mana lagi?” tanya Lesca yang kebingungan.


“benarkah? Lalu…” Albert membungkukkan tubuhnya kedepan, tangan kirinya bersandar ditepi meja yang berada dibelakang Lesca. saat ini wajahnya dan wajah Lesca bertatapan sangat dekat, tatapan tajamnya pun terlihat jelas oleh Lesca. “apa ini?” lanjutnya memperlihatkan layar ponselnya.


...----------------...

__ADS_1


Lesca terbelalak melihat foto dirinya bersama van. Ia seketika terfikirkan oleh perkataan van tadi yang mengatakan bahwa ada seseorang yang mengikuti dan mengawasinya. Ia berfikir apa orang yang mengikutinya tadi adalah orang suruhan Albert? ah kalau begitu pasti tidak apa-apa kan? toh aku dan van hanya sebataas teman, pasti Albert akan memahaminya. Ucap Lesca dalam hati meyakinkan diri sendiri.


“tunggu Albert, apakah kamu mengirim seseorang untuk mengawasiku?”


“memangnya kenapa? Apa kamu keberatan akan itu?”


“ah.. tidak, hanya saja tidak biasanya kamu seperti itu, dan pria yang ada difoto  itu hanya seseorang yang menolongku sewaktu aku hampir terjatuh, pada dasarnya aku dan dia juga tidak saling mengenal” jelas Lesca yang berharap Albert akan memahaminya. Albert memang orang yang harmonis, tapi jika ia cemburu itu sudah seperti pepatah membangunkan singa yang tertidur. Jadi akan lebih menakutkan jika ia sudah cemburu.


“apa? apa kamu berfikir seperti itu? Albert, kamu telah bersamaku selama dua tahun tapi kamu masih tidak mengerti sifatku? Apa aku se-egois itu bagimu?” tanya Lesca dengan kecewa, ia memang merasa sakit hati melihat suaminya menikahi wanita lain, tapi ia juga sadar bahwa dirinya tidak boleh begitu egois. Ia juga sudah berusaha menerima semua ini secara perlahan meski harus menahan sakit dihatinya, tapi… Albert malah mengatakan bahwa ia ingin balas dendam? Lesca sangat tidak terima akan ucapan itu, pasalnya Lesca tidak pernah memikirkan hal seperti selama hidupnya. Lesca merupakan tipe orang yang pemaaf dan tidak pernah menyimpan dendam, tapi…. bahkan suaminya sendiri tidak bisa menyadari karakternya…


“lalu kenapa kamu bersama pria lain?”

__ADS_1


“bukankah aku sudah bilang? Dia hanya orang yang menolongku!” tegas Lesca kepada Albert mereka berdua bertengkar dan saling salah paham.


foto-foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal itu,, membuat Albert dan Lesca saling menyalahkan sehingga menyebabkan kekacauan didalam keharmonisan mereka. Tapi… Mereka berdua tidak tau, ada seseorang yang tersenyum menguping pertengkaran mereka dari balik pintu kamar mereka


……


Satu minggu sudah berlalu semenjak pertengkaran Albert dan Lesca. kini Albert sudah tidak lagi mengungkit hal yang terjadi kemaren. Bukan hanya itu, tiga hari setelah pertengkaran tersebut, mereka saling menjelaskan dan meluruskan kesalah pahaman yang ada sampai akhirnya mereka saling meminta maaf. Pada saat itu, semua kesalah pahaman sudah diluruskan, begitu pula dengan Albert yang mengatakan bahwa ia tidak menyuruh seseorang untuk mengawasi Lesca, ia juga tidak tau bahwa ada seseorang yang mengikuti Lesca. Albert juga menjelaskan kalau foto-foto kemaren dikirim oleh nomor yang tidak ia kenal. Mereka berdua tau bahwa orang yang mengirim foto pada Albert kemungkinan besar adalah orang yang mengikuti Lesca. tapi, Albert dan Lesca belum tahu dengan jelas, siapa sebenarnya orang yang mengikuti Lesca dihari itu.


Setelah itu, semua menjadi lebih damai… tidak seperti biasanya dimana ia selalu diusik oleh ibu mertuanya. Kini Lesca bisa menjalani hari-hari dengan tenang. Di lain sisi mona juga tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan bagi Lesca, ia hanya semakin akrab dengan para pelayan yang memang sudah menyukainya sejak awal. Sesekali ia menyapa Lesca. menurut Lesca mona adalah seseorang yang baik dan ramah ke semua orang, dia layak untuk mendapatkan semua perhatian dari para penghuni kediaman keluarga Tama. Dan karna itu pula, Albert juga sudah mengurangi kewaspadaannya pada Mona, namun justru hal ini membuat Lesca merasa sedikit cemas akan perasaan Albert pada mona yang sudah seperti little angel itu.


Hah…. Hari yang begitu tenang rasanya.. sungguh monoton, ah! Tentunya aku merasa bersyukur bisa menjalani hari yang tenang seperti ini, hanya saja Aku merasa sedikit bosan karena hanya berdiam diri dirumah tanpa melakukan apapun. Sedangkan mona, ia bisa bekerja disebuah perusahaan ternama, ah aku tidak tau nama perusahaannya karena aku tidak bertanya. Intinya, karena pendidikannya yang tinggi, ia diterima disebuah perusahaan yang besar dan akan mulai besok mona akan bekerja di perusahaan tersebut. Ah! Tentunya ia tidak bekerja diperusahaan keluarganya, karena ia dituntut untuk mandiri oleh keluarganya. Sebenarnya dengan bekerjanya mona disebuah perusahaan yang katanya ternama itu membuat posisiku dirumah ini semakin diabaikan, yah walau pada dasarnya memang sudah terabaikan, haha…. Karena itu, aku memutuskan untuk mencari ekerjaan juga, yah walaupun pekerjaanku nantinya merupakan pekerjaan orang bawah, tapi setidaknya aku tidak berdiam diri saja dirumah. Awalnya Albert tidak mengizinkanku bekerja, tapi aku terus merengek padanya sampai akhirnya ia mengizinkanku, hehe….

__ADS_1


Aku mencari lowongan  dibagian desain disetiap butik ternama yang ada disini, tapi sayangnya semua butik-butik ternama tersebut memberikan syarat dengan minimal pendidikan S1 jurusan fashion, dengan syarat tersebut, sudah jelas aku tidak akan diterima… sebaiknya aku mencari lowongan dibutik-butik biasa saja, tanpa minimal pendidikan “ah…. Sulitnya mencari pekerjaan…” keluh Lesca yang duduk didepan meja kerjanya (sebenarnya hanya meja untuk menggambar sih..) ‘apa aku bekerja diresteron yang dulu saja?’ pikir Lesca yang teringat dengan pekerjaannya dulu direstoran,ia memang berpengalaman dalam bekerja disebuah minimarket maupun restoran kelas atas, tapi semua pengalaman itu tidak dibutuhkan untuk seorang desainer…. Hah….


__ADS_2