
“sayang aku hamil!!” ucap Lesca menatap Albert dengan penuh semangat. “iya sayang aku tahu” ucap Albert yang membelai rambut Lesca dengan lembut.
“maaf, tapi nyonya Lesca harus berhati-hati karena kandungan nyonya Lesca terbilang cukup lemah diantara kandungan pada umumnya.”
“ah, jadi begitu… baiklah, saya akan berhati-hati.. ehm…. Apa ada sesuatu yang menjadi pantangan untuk saya?” tanya Lesca kepada dokter tersebut.
“selain aktifitas berat, tidak ada pantangan untuk nyonya Lesca” jawab bu dokter dengan senyum yang ramah.
Setelah membeli vitamin yang direkomendasikan oleh dokter tadi, Albert dan Lesca kembali pulang kerumah. Akan tetapi saat dalam perjalanan Albert berhenti disebuah mall dan mengajak Lesca untuk berbelanja semua kebutuhan ibu hamil termasuk baju khusus yang nyaman dipakai oleh ibu hamil.
“baju, buah… ehm… semuanya sudah, sayang apa kamu menginginkan sesuatu? Atau ada barang yang belum kita beli?” tanya Albert sembari melihat satu persatu paper bag yang ia bawa ditangannya. Disini Albert melarang Lesca membawa barang belanjaan apapun. Sebagai gantinya, Albert membawa semua paper bag yang berisi akan pakaian sekaligus membawa troli yang penuh akan makanan serta minuman.
“ehm…. Sayang? Apa sudah ada susu ibu hamil disitu?” tanya Lesca sembari melihat troli yang dibawa oleh suaminya.
“benar!! Mengapa aku lupa akan hal penting seperti itu!!”
“hmm? Albert, biar aku saja yang membeli itu” usul Lesca yang berniat untuk membeli sendiri susu ibu hamil untuknya, karena Lesca melihat Albert sudah repot akan troli dan barang-barang yang dibawanya. Namun usulan Lesca justru malah ditolak oleh Albert.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“tidak boleh, biar aku saja yang membelinya, sayang kamu tunggulah disini terlebih dahulu, aku tidak akan lama” ucap Albert yang langsung pergi mencari susu ibu hamil untuk Lesca.
Sekarang, Lesca berdiri seorang diri ditengah-tengah mall yang besar ini. ia tak tahu harus berbuat apa dalam menunggu Albert. jika hanya berdiri ditengah-tengah lalu lalang orang-orang ini, ia pasti akan terlihat seperti orang bodoh yang linglung. Ia juga berfikir mungkin albert akan sedikit lama dalam mencari susu ibu hamil untuknya, tentunya ia akan bosan jika harus menunggu suaminya hanya dengan berdiri saja. Karena itu, Lesca memutuskan untuk berjalan jalan disekitar. Tepatnya disekitarnya adalah tempat khusus busana dan pakaian, Ada berbagai macam model pakaian dari berbagai brand yang tentunya membuat Lesca tertarik untuk melihatnya. Lesca mulai mengamati satu persatu model busana dari setiap brand. Mereka memang memiliki desain dan model yang bagus dan berkelas. Namun, semua model dari berbagai brand terlihat hampir sama dan tidak mempunyai karakter tersendiri yang menentukan ciri khas dari brand tertentu. jika dilihat dari sudut pandang orang yang hanya mementingkan kualitas dan brand, maka ini semua memang terlihat bagus. Namun, berbanding balik Jika dilihat dari sudut pandang para pecinta fashion, mereka pasti akan menilai semua yang ada disini hanyalah model yang sangat biasa. Selain kualitas, tidak ada yang spesial dari busana-busana ini.
“mereka tidak memiliki keunikan seperti busana yang didesain oleh Mia Tossay….hm.. sayangnya desain MIA Tossay tidak dipasarkan, jika desain mia tossay dipasarkan, pasti akan menguasai pasar pakaian..” gumam Lesca pada diri sendiri. Selesai Lesca berucap, Tiba-tiba muncul suara yang menyahut gumaman Lesca.
“kamu sepertinya cukup menyukai mia tossay..” sahut seseorang yang tiba-tiba muncul dibelakang Lesca. Suara yang sangat familiar ditelinga Lesca, suara yang selalu membuat Lesca tertawa bebas. Sekali dengar pun, Lesca dapat langsung mengenali suara tegas tersebut.
“jika kau bilang kau bukanlah penguntit, aku tidak akan mempercayai itu” ucap Lesca pada orang tersebut. Ucap Lesca sembari membalikkan badan. Terlihat dengan jelas wajah putih tampan dengan senyum yang khas itu.
“kali ini aku benar-benar kebetulan melihatmu disini, jangan salahkan aku..” ucap orang tersebut dengan mengangkat kedua tangannya.
“oh tidak! Tidak, kalau pertemuan kita yang ke-3, yang disekitar tempat kerjamu itu juga kebetulan, kalau yang ke-4, ke-5, dan seterusnya itu aku memang sengaja menunggumu disekitar tempat kerjamu, tapi kalau kali ini juga benar-benar hanya sebuah kebetulan, lagipula sedang apa kau disini sendirian?” jelas orang tersebut pada Lesca. mendengar jawaban tersebut, Lesca tak kuat lagi menahan tawanya,
“pfftt, ahahaha kau sampai menghitung pertemuan kita ya? kau ini memang aneh van” ucap Lesca dengan ledakan tawanya. ia tertawa tak karuan mendengar van yang menghitung setiap pertemuan mereka, Lesca tidak pernah berfikir akan ada seseorang yang seperti van didunia yang kejam ini.
Dalam tiga bulan terakhir, setelah hari itu, hari dimana Lesca mencurahkan semua isi hatinya pada van, mereka benar-benar menjadi semakin dekat, bahkan tidak cukup jika hanya disebut sebagai ‘teman biasa’. Selain itu, mereka juga menjadi lebih sering bertemu disekitar tempat kerja Lesca. tak hanya satu atau dua kali mereka bertemu, jika dihitung, mungkin sudah lebih dari sepuluh kali mereka bertemu. Mereka juga sudah bertukar nomor telepon, Dan sesekali mereka akan membuat janji temu disuatu tempat yang bisa dijangkau oleh Lesca. dalam setiap pertemuan, mereka akan bertukar cerita tentang hal yang mereka alami dalam beberapa hari terakhir. Lesca tidak dapat memungkiri bahwa dirinya selalu saja merasa nyaman setiap ia bersama dengan van. Disetiap kebersamaannya dengan van, hati Lesca juga selalu merasakan kebahagiaan yang tak biasa… kebahagiaan yang tak pernah diberikan oleh siapapun, bahkan Albert sekalipun tak bisa membuat hati Lesca merasakan kebahagiaan yang bebas seperti ini.
__ADS_1
“ahaha, ah maaf aku sampai tertawa, aku disini untuk berbelanja kebutuhan saja, aku disini bersama suamiku, oh ya, kenapa dipertemuan ini kamu tidak memberiku permen lagi?”
“karena permenku sudah habis jadi aku kesini untuk membelinya, kamu suka rasa apa?
“bukankah kamu selalu memberiku permen rasa setrawberry-milk? Kenapa masih tanya?”
“hah… siapa tahu kamu punya rasa kesukaan tertentu.. yasudah aku akan membeli rasa itu lagi..”
“hmm, ngomong-ngomong nama permennya apa? aku akan membelinya juga..”
…….
Halo semua!😆 apa kabar? semoga kalian selalu disertai kesehatan ya👋 oh iya, disini aku mau bilang maaf ya kalau dieps-eps sebelumnya itu terlalu banyak mengulang paragraf dari eps sebelumnya. nah dieps kedepannya mungkin juga akan seperti itu, tapi aku akan memberi garis pemisah antara paragraf yang diulangi dan paragraf baru... garis pemisahnya itu seperti
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
atau,
...----------------...
__ADS_1
yang ingin saya katakan sudah saya sampaikan, terima kasih untuk semua orang yang masih mendukung karyaku 🤗 dan maaf jika telah membuat kalian tidak nyaman🤗