
“ah! Kakak harus segera masuk agar kakak tidak sakit!” ucap mona dengan penuh semangat melihat Lesca yang melangkah masuk. Albert yang sedari tadi terdiam tanpa mengatakan apapun, kini membuka mulut pada mona “untuk selanjutnya jangan ikut campur urusanku dengan Lesca!!” gertak Albert pada mona. “eh? Apa mona melakukan kesalahan lagi pada kakak? Maafkan mona.. mona tidak tau kalau kakak tidak suka kak Lesca tau tentang hal ini!” ucap mona merasa bersalah.
“cih!” Albert segera masuk menyusul Lesca dan meninggalkan mona seorang diri didepan. Setelah Albert masuk, terlihat senyum yang begitu puas diwajah mona.
“”sayang, aku bisa menjelaskan semuanya…” ucap Albert sembari memegang tangan Lesca, Lesca terhenti karena itu, tapi ia tidak membalikkan badan dan tidak pula mengatakan apapun. Ia terdiam tanpa melihat Albert yang memegang tangannya dari belakang.
“sayang, dengarkan aku, aku juga tidak punya pilihan untuk ini, mama menekanku agar mona bisa bekerja dikantorku, aku khawatir kamu akan sedih karena ini, jadi.. aku tidak memberi tahumu sejak….” Ucapan albert terhenti ketika Lesca berbalik dan melihat Albert dengan tatapan mata yang kecewa namun disertai akan senyum yang ramah.
...----------------...
“tidak apa-apa Albert, kamu jangan khawatir, aku tidak akan marah padamu dan tidak akan menuntut penjelasan lagi padamu.. aku lelah, aku akan kekamar terlebih dahulu” ucap Lesca sembari menepis pelan tangan albert yang sedari tadi memegang tangannya. Lesca berjalan meninggalkan Albert yang masih berdiri dibelakangnya. “Lesca?.....” gumam Albert menatap istrinya yang berjalan menjauh.
……
“ca… Lesca!!” teriak seorang wanita paruh baya membuyarkan lamunan Lesca.
“ah!! Iya buk?” Lesca tersadar dari lamunannnya karena teriakan bosnya tadi,
“apa kamu kesulitan akan tugas yang aku berikan?” tanya bos tersebut dengan tegas. Sebenarnya hari ini adalah hari pertama Lesca bekerja disini, karena itu, Lesca diberi tugas oleh bosnya untuk membuat desain gaun yang menggunakan inspirasi dari flora, bosnya bilang jika desain ini lolos maka Lesca bisa bekerja dibagian desain untuk kedepannya.
__ADS_1
“apa? ah tidak buk, saya tidak kesulitan sama sekali…”
“lalu kenapa desainmu malah menjadi coretan-coretan seperti itu?”
Lesca terkejut begitu melihat gambarannya sudah menjadi coretan-coretan tak bermakna, ia baru sadar… ternyata sedari tadi ia melamun sembari bermain pensil. ‘ah… bagaimana bisa menjadi seperti ini? padahal ini merupakan hari pertama bekerja, dan tugas ini juga tidak lain untuk menguji kemampuanku… tapi aku malah tidak fokus seperti ini?!!!!’ teriak Lesca dalam hati.
“ah… maaf buk, tadi saya lalai dalam membuatnya, saya akan membuatnya ulang dan segera memberikannya pada ibuk”
“baiklah, fokuslah dalam bekerja. Aku menunggu hasilnya”
“terima kasih buk” ucap Lesca pada bosnya, setelah itu bu yui yang merupakan pemilik butik tersebut pergi meninggalkan Lesca seorang diri agar Lesca bisa lebih fokus dalam bekerja. Sebelumnya Lesca sudah menemukan desain yang berhubungan dengan flora, jadi ia hanya tinggal menggambarnya saja… Namun tidak disangka, saat sampai dipertengahan menggambar, pikiran Lesca teralihkan akan penjelasan yang diucapkan oleh suaminya kemaren. Lesca selalu berfikir, jika Albert bisa dengan mudah ditekan oleh mamanya, lalu mengapa tidak sedari awal mama albert memisahkannya dengan Lesca?. ‘ hah… kenapa baru sekarang?.. sebenarnya kenapa semenjak Albert menikah dengan mona, ia malah lebih mudah ditekan oleh mamanya? Apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui? Atau…. Ah aku sama sekali tidak tau apa-apa… aku bingung… aku takut… hah… mona, aku tidak tahu kedepannya apakah ia akan menjadi lawanku atau tidak, tapi… bagaimana jika nantinya ia malah menyerangku? Aku harus bagaimana? Aku takut… aku ingin berbagi cerita.. tai dengan siapa?’ saat hatinya berfikir seperti itu, tiba-tiba ia teringat akan kebersamaannya dengan Van. “apakah aku boleh berteman dengan dia?” gumam Lesca pelan. ia sendiri tidak dapat memungkiri bahwa dirinya merasa nyaman saat versama dengan van, meskipun ia dengan van hanya bertemu dua kali.
Disisi lain,
“senang bekerja sama dengan perusahaan anda pak Albert, saya rasa proyek ini akan sangat menguntungkan untuk perusahaan kita,”
“terima kasih presdir, saya tidak akan mengecewakan anda..”
“itu tidak mungkin.. ada sekretaris mona yang sangat berkemampuan dalam proyek ini… pantas saja pak Albert memilih beliau sebagai pasangan anda”
__ADS_1
“terima kasih atas sanjungannya presdir” ucap mona dengan senyum puas
“maaf tapi urusan pekerjaan tidak ada sangkut pautnya dengan urusan pribadi saya”
“ah! Maafkan saya kalau saya sedikit menyinggung anda, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu”
“tidak apa-apa presdir, saya menantikan kerjasama berikutnya dengan presdir” ucap albert pada partner bisnisnya.
Setelah itu, Albert berjalan berniat kembali keruangan, ia berjalan menyusuri lorong kantor dengan mona yang mengikutinya dari belakang. Pemandangan seperti ini… orang yang melihat pasti berfikir ‘Yang satu pewaris keluarga Tama, dan yang satunya putri keluarga solenc, sungguh perpaduan yang sempurna.’ Keduanya memang selalu menarik perhatian, kala mereka berjalan bersama. Tak sedikit pula yang berbisik mengatakan bahwa mereka ialah pasangan yang sangat cocok.
“waaah… memang hanya nona mona yang pantas bersanding dengan pak Albert” kalimat seperti inilah yang selalu muncul dikala Albert dan mona berjalan beriringan. “psst. Tapi katanya nona mona adalah istri kedua, istri pertamanya pak Albert kabarnya hanyalah orang biasa dan kabarnya istri pertamanya juga tidak bisa mengandung anak, barulah pak Albert menikah lagi dengan nona mona..”
“apa? maksutmu istri pertama pak Albert bukan nona mona? Dan hanya orang biasa? Sudah begitu… mandul pula?”
“psst pelankan suaramu..”
Albert benar-benar merasa terganggu akan itu. jika itu rumor tentang dirinya ia merasa tidak masalah, tapi kali ini istri tercintanya juga dilibatkan?. Sesampainya diruangan, Albert bertanya dengan tegas kepada mona, ia bertanya darimana asal rumor yang mengatakan bahwa Lesca mandul? Dan bagaimana mereka bisa tau tentang Lesca? padahal Albert tidak pernah mempublikasikannya. Mona yang tidak tau asal usul rumor tersebut menawarkan diri untuk membantu Albert mencari tahu dari mana asal rumor tersebut, dan mona berjanji akan menghilangkan rumor tentang Lesca yang telah menyebar diperusahaan.
“ah.. ternyata hari sudah menjelang sore…” setelah menyerahkan desain gaun kepada bosnya, Lesca diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu dan kembali lagi kesini besok. Lesca berjalan mencari taksi disekitar butik. ‘aku tidak boleh iri dengan mona yang mempunyai mobil pribadi dari keluarganya’ gumam Lesca dalam hati. Sebenarnya jika ia meminta pada Albert, tentu saja albert akan langsung menurutinya. Tapi Lesca tidak mau melakukan itu, karena hanya dengan diam saja ia sudah dituduh matre apalagi jika ia meminta sesuatu yang menurutnya besar, seperti mobil… tak tahu lagi apa yang akan diucapkan oleh para penghuni rumah keluarga Tama.
__ADS_1
Lesca duduk dibangku yang berada dipinggir jalan, ia memilih untuk bersantai sebentar disana. Lesca mengambil handphonnya yang berada didalam tas, ia melihat layar wechatnya yang sama sekali tidak ada pesan yang masuk. Ia memandang pesan dari Albert yang hanya tertulis riwayat pesan kemarin. Lesca berfikir, apakah Albert dan mona sedang sibuk dikantor? Apa mereka menjadi semakin dekat? Aku… takut, hatiku penuh kecurigaan, aku harus bagaimana… aku sangat takut jika suatu saat albert mencintai mona dan membuangku, aku takut terbuang…