Love Is Gone

Love Is Gone
eps.4


__ADS_3

“wah beruntungnya bisa menaiki mobil mewah seperti itu..” namun bagiku mobil mewah merupakan mimpi burukku. Aku tidak pernah menginginkan harta benda atau kemewahan apapun. Yang aku inginkan hanyalah pengakuan dan kasih sayang meskipun aku harus hidup sederhana aku akan melakukannya asalkan aku bisa mendapat pengakuan dan kasih sayang.. hanya itu.. hanya itu keinginanku dalam hidupku. Tapi kenapa aku tak pernah bisa menggapainya?


“apa saya akan mati?” ucap Lesca secara tiba-tiba. Perkataannya membuat pak sopir terkejut.


“apa?” tanya pak sopir yang terkejut.


“ya.. bukankah saya akan terus dikurung disini sampai albert mencariku? Saya tau nyonya Tama tidak akan memberikan makanan atau minuman apapun untukku disini, jadi bagaimana kalau saya mati karena dehidrasi?” ucap Lesca dengan tubuh yang gemetar. Sekali lihatpun orang akan tau kalau Lesca sedang ketakutan. Ia memang hidup mandiri dalam mencari uang, tapi ia sangat takut bila tinggal disebuah rumah seorang diri.


...----------------...


Sopir itu mengantar Lesca menuju kerumah itu. Sesampainya didalam rumah tersebut, sopir itu menyuruh Lesca untuk menunggu sebentar.


“tunggu sebentar…” lanjut sopir tersebut sambil berlari menuju mobil. Beberapa saat kemudian Sopir tersebut kembali dengan membawa beberapa makanan ringan serta 2 botol minuman “ini beberapa makanan ringan dan minuman untuk mengganjal perut nona, mungkin ini hanya cukup untuk dua hari kedepan” ucap sopir tersebut sembari menyerahkan beberapa makanan ringan yang ia ambil dari mobil tadi.


“apa bapak kasihan pada saya? saya yakin nyonya tidak akan membiarkan saya makan apapun, tapi terima kasih untuk ini pak..” ucap Lesca, menatap makanan yang ia pegang. Benar, nyonya berniat untuk menyingkirkanku, hanya saja sulit untuknya mencari kesempatan karena aku selalu bersama Albert. Yah.. ini memang kesempatan bagus untuk menyingkirkan kehadiranku, dan aku juga sudah rela jika harus berakhir disini. Aku sudah pernah merasakan cinta dan kasih sayang dari Albert, mungkin seumur hidupku hanya bisa mendapat cinta dari satu orang. Sebaiknya aku tidak perlu berharap lagi.

__ADS_1


“jika anda berniat kabur, saya bisa menutup mulut dan beralasan kepada nyonya” ucap sopir itu dengan tiba-tiba. Lesca yang mendengarnya termenung sejenak. Benar, aku bisa saja kabur dari sini sekarang, dan sopir itu sepertinya orang yang bisa dipercaya, jika aku kabur.. baiklah…


“apa kamu punya keluarga?” tanya Lesca kepada sopir yang berniat membantu Lesca kabur.


“maaf?” tanya sopir yang tidak mengerti maksut pertanyaan Lesca. “aku tau nyonya tidak akan melepaskanmu yang dianggap melalaikan perintah, kamu punya keluarga yang menunggu kepulanganmu, bagaimana jika keluargamu tahu kalau kamu dihukum? Mereka pasti akan sedih. Berbalik banding denganku yang tidak punya keluarga yang menunggu kepulanganku, bahkan selain albert, tidak akan ada orang yang bersedih jika aku mati.” Perkataan Lesca membuat sopir tersebut merasa semakin iba akan nasib Lesca. “kalau begitu saya akan mengunci anda disini, jaga baik-baik diri anda”


……..


Satu hari berlalu begitu saja semenjak acara ulang tahun nyonya Tama. Albert yang sedang sibuk mengurus bisnis tersadar bahwa istrinya tidak memberi kabar dari kemarin. Ia merasa aneh karena istrinya sudah berjanji akan memberikan pesan setiap saat kepadanya. Karena khawatir terjadi sesuatu dengan istrinya, Albert segera menghubungi istrinya namun yang mengangkat telefonnya ialah kepala pelayan dikediamannya. Hal itu semakin membuat Albert heran dan memaksa kepala pelayan untuk mengatakan yang sebenarnya. Sedangkan nyonya Tama yang berada disebelah kepala pelayan memberikan kode kepada kepala pelayan


“sebenarnya apa yang kamu lakukan pada Lesca!!” teriak Albert pada mamanya melalui telephone.


“hmm?.. apa maksutmu nak?” tanya nyonya Tama yang masih tidak mengakui tindakannya.


“ck! Jangan berpura-pura lagi! Kepala pelayan sudah memberi tahuku semua yang terjadi!!” tegas albert pada mamanya.

__ADS_1


“ah… sudah ketahuan rupanya.. kalau begitu biar kuperjelas sekalian, Albert, kamu harus menikah lagi!” Tegas wanita separuh baya itu kepada albert, perkataan mamanya kini terdengar sangat serius ditelinga Albert. “ Liona Yutama!! Kamu benar- benar sudah gila!!” Teriak Albert yang memanggil nama lengkap mamanya karena ia benar-benar sudah naik pitam akan semua erlakuan mamanya kepada istrinya.


Sedari kecil, Albert sudah dituntut untuk menjadi penerus keluarga Yutama dan itu membuatnya harus dewasa sebelum umurnya. Namun Albert tidak pernah mengeluh akan hal tersebut dan terus melaksanakan apa yang diperintahkan oleh mamanya. “untuk kali ini aku akan mengambil kemauanku sendiri, jadi mama dan papa harus menerima Lesca sebagai menantu kalian” kalimat yang diucapkan oleh Albert ketika ia memilih Lesca sebagai pendamping hidupnya, ditentang terang-terangan oleh mamanya, sedangkan papanya tidak terlalu menggubris Lesca karena ia sendiri tinggal di Amerika untuk menjalankan bisnisnya disana.


“kamu pikir kamu bisa melawan mama?.....” satu ucapan nyonya Tama saja sudah membuat Albert bergidik menahan amarah. Namun perkataan nyonya Tama belum selesai. Sesaat setelahnya nyonya Tama mengucakan beberapa kalimat yang membuat Albert berfikir.


“Jika kamu masih ingin melihat Lesca tersenyum, maka kamu harus menikah lagi! Aku sudah menentukan pasangan yang cocok untuk seorang pewaris keluarga Tama, tentunya dia adalah seorang gadis cantik nan elegan yang bisa membantu mengembangkan bisnis keluarga kita,”


Ckck! Sebenarnya apa rencana wanita tua ini?! apa yang akan dia lakukan pada Lesca? Sial, harusnya kemarin aku memaksa Lesca untuk ikut denganku. Pikir Albert sembari menggertakkan gigi. Ia menutup telfonnya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun yang ada difikiran Albert saat ini ia harus segera kembali kerumahnya, kediaman keluarga Tama.


Setelah Albert menutup telfon tanpa mengatakan apapun, nyonya Tama tersenyum puas didepan kepala pelayan.“meskipun aku membunuh istrinya, bukankah dia belum tentu mau menuruti perkataanku untuk menikah lagi? Mengancamnya dengan sesuatu yang sangat ia sayangi, dengan begitu dia pasti akan menuruti perkataanku. Rencana mrs. Solenc benar-benar sempurna. Benarkan, erson” Ucap nyonya Tama dengan senyum puas diwajahnya.


……


“batalkan semua pertemuan untuk kedepannya. Dan carikan aku tiket pesawat tercpeat yang ada entah itu vip atau tidak yang terpenting pesawat tercepat! ” Ucap Albert kepada sekretarisnya

__ADS_1


__ADS_2