
“BERANINYA KAMU MENGELAK!!!” teriak nyonya Tama yang melepas emosi dengan melemparkan gelas teh yang terbuat dari keramik ke arah Lesca. “kyaa!!” teriak Lesca yang terkejut. Tubuhnya jatuh tersungkur. Bersamaan dengan suara gelas yang jatuh dan pecah setelah mengenai dahi Lesca. Karena itu Dahi putihnya mengeluarkan darah. ‘sakit..’ rintihnya dalam hati. Sesaat ia teringat dengan masalalunya, dimana saat ayahnya juga melakukan hal yang sama persis dengan apa yang dilakukan nyonya Tama barusan. ‘ahaha.. dulu aku juga pernah mengalami hal seperti ini… tapi kenapa aku masih saja ingin menangis?, haha aku memang gadis lemah… ‘
“bawa dia kerumah yang telah aku siapkan!!” tegas nyonya Tama. Seorang lelaki searuh baya yang ada disitu pun dengan cepat menarik tangan Lesca dengan maksud menyuruh Lesca untuk berdiri. Lesca yang belum mendapat jawaban atas kesalahan apa yang ia perbuat, memohon agar nyonya Tama mengatakan kesalahannya.
“tidak. Nyonya Tama, sebenarnya apa kesalahan saya? Saya selalu menuruti perintah nyonya Tama lalu dimana saya melakukan kesalahan lagi? Saya.. saya hanya menginginkan ridho dari nyonya.. apa itu juga termasuk kesalahan?” Lesca memberanikan diri untuk mengucapkan kalimat tersebut. Sampai sebelum tubuh Lesca benar-benar keluar melewati pintu, “Tunggu!” nyonya tama menghentinkan pelayan yang menarik tangan Lesca. Disaat seperti ini, Lesca masih memiliki secercah harapan dari satu kata tersebut.
...----------------...
“ma… ” ucap Lesca dengan penuh harap. Mama tidak akan mengurungku kan? Mama pasti akan memaafkanku, iya pasti begitu… secercah harapan yang hadir diikiran Lesca membuyar begitu saja setelah nyonya Tama meneruskan kalimat keduanya.
__ADS_1
“ini semua karena kamu kehadiranmu! seorang wanita jelata yang Hina entah menggunakan cara Kotor apa, sampai bisa membuat penerus keluarga Tama begitu tergila-gila padanya. Dan lagi… “ ucap nyonya Tama yang belum menyelesaikan kalimatnya. Ia berjalan mendekat kearah Lesca. Saat berada tepat didepan mata Lesca, nyonya Tama meneruskan kalimatnya sembari menunjuk wajah Lesca yang sudah basah akan air mata. “ jangan pernah memanggilku MAMA karena sampai matipun aku tidak akan pernah mengakui kehadirnmu yang KOTOR itu, kamu itu merupakan aib bagi keluarga Yu Tama. Dan Camkan baik-baik apa yang aku katakan, SADAR DIRI-lah sebelum aku membuatmu semakin menderita!!” kalimat yang begitu menggores hati Lesca. ‘ah… kali ini lebih sakit dibanding dengan lemparan gelas yang tadi… apa mengharapkan cinta dan kasih sayang perlu sesakit ini? aku.. apa aku bisa bertahan samppai akhir?’ renungku dalam hati. Aku memang berasal dari kalangan rakyat jelata dengan latar belakang keluarga yang miskin nan berantakan. Akan tetapi aku tidak pernah menggunakan cara yang ‘kotor’ untuk mendapatkan cinta penerus keluarga Tama. Bahkan waktu pertama kali bertemu pun aku tidak tau bahwa ia penerus keluarga Tama… hah.. hahaha apa memang kelahiranku merupakan kesalahan? Apa seharusnya aku tidak ada didunia ini?
…..
Aku tidak baik-baik saja… hatiku hancur… hati ini yang dulu hancur sudah susah payah aku rekatkan kembali hanya karena secercah harapan untuk mendapatkan pengakuan dan kasih sayang. Tapi kenapa malah menjadi semakin hancur? Aku.. tidak tau lagi harus bagaimana.. aku bukan wanita yang kuat… Tubuh Lesca yang sudah putus asa, pasrah mengikuti lelaki separuh baya yang menariknya itu. Didalam mobil, air mata Lesca bercucuran tanpa henti. Lesca menangis tanpa suara namun hal itu terlihat jelas oleh lelaki separuh baya yang merupakan sopir utusan nyonya Tama.
“Nona, maafkan saya…” ucap sopir tersebut merasa bersalah dan juga iba melihat Lesca yang seperti itu.
“ini kotak p3k, sebaiknya nona obati dahi nona terlebih dahulu agar tidak infeksi” ucap sopir tersebut sembari menyodorkan kotak p3k dengan tangan kirinya keada Lesca yang duduk dibangku belakang. Lesca menerima kotak p3k tersebut dan lagi-lagi ia tersenyum kecil memandangi kotak p3k yang diberikan oleh pak sopir. Ia merasa bahagia nan perih, hanya untuk mendapatkan perhatian seperti ini ia rela bertahan selama 2 tahun yang berujung tidak mendapatkan apapun pula. Sungguh ironisnya nasibku sendiri haha… pikirnya.
__ADS_1
“pak… apa bapak tau? Dirumah mewah keluarga Tama tidak ada yang memperhatikan saya seperti bapak, mau saya terluka ataupun kelaparan sampai mati tidak akan ada orang yang menghiraukan saya. Mereka menghiraukan saya hanya disaat Albert berada disisi saya…. Jadi terima kasih atas perhatian bapak” ucap Lesca dengan lirih, ia menundukkan kepalanya dan masih saja memandangi kotak p3k tadi. Lalu beberapa menit kemudian ia baru membukanya dan mulai membersihkan lukanya sendiri.
Bagaimana bisa? Orang selembut ini diperlakukan dengan begitu kejam hanya karena latar belakangnya? Sungguh tidak beruntung sekali nasibnya… Ya Tuhan semoga dia mendapat kebahagiaan yang setimpal dengan penderitaannya. Aku yang hanya melihat satu kejadian saja sudah merasa kasihan kepada nona, bagaimana bisa dari sekian banyaknya pelayan, tidak ada satupun yang peduli padanya? Pikir pak sopir tersebut yang merasa iba pada Lesca
Bekas darah didahi Lesca sudah hilang dan lukanya pun sudah Lesca tutup dengan perban yang diberi obat merah. Lesca akhirnya sampai ditempat pengurungannya. Terlihat jelas sebuah rumah sederhana ditengah hutan yang lebat akan pepohonan. Lesca turun dari mobil yang ia naiki. Jika memandang mobil ini, ini merupakan sebuah mobil mewah yang begitu diimpikan oleh orang-orang. Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa sangat ingin menaikinya. Namun apa masih ada yang ingin menaiki mobil mewah seperti ini? Bila mereka tau bahwa mobil mewah ini dipakai untuk pengurungan diri sendiri? Orang yang tidak tau pasti akan berkata “wah beruntungnya bisa menaiki mobil mewah seperti itu..” namun bagiku mobil mewah merupakan mimpi burukku. Aku tidak pernah menginginkan harta benda atau kemewahan apapun. Yang aku inginkan hanyalah pengakuan dan kasih sayang meskipun aku harus hidup sederhana aku akan melakukannya asalkan aku bisa mendapat pengakuan dan kasih sayang.. hanya itu.. hanya itu keinginanku dalam hidupku. Tapi kenapa aku tak pernah bisa menggapainya?
“apa saya akan mati?” ucap Lesca secara tiba-tiba. Perkataannya membuat pak sopir terkejut.
“apa?” tanya pak sopir yang terkejut.
__ADS_1
“ya.. bukankah saya akan terus dikurung disini sampai albert mencariku? Saya tau nyonya Tama tidak akan memberikan makanan atau minuman apapun untukku disini, jadi bagaimana kalau saya mati karena dehidrasi?” ucap Lesca dengan tubuh yang gemetar. Sekali lihatpun orang akan tau kalau Lesca sedang ketakutan. Ia memang hidup mandiri dalam mencari uang, tapi ia sangat takut bila tinggal disebuah rumah seorang diri. Sopir itu mengantar Lesca menuju kerumah itu. Sesampainya didalam rumah tersebut, sopir itu menyuruh Lesca untuk menunggu sebentar.