Love Is Gone

Love Is Gone
eps.5


__ADS_3

“kamu pikir kamu bisa melawan mama?.....” satu ucapan nyonya Tama saja sudah membuat Albert bergidik menahan amarah. Namun perkataan nyonya Tama belum selesai. Sesaat setelahnya nyonya Tama mengucakan beberapa kalimat yang membuat Albert berfikir.


“Jika kamu masih ingin melihat Lesca tersenyum, maka kamu harus menikah lagi! Aku sudah menentukan pasangan yang cocok untuk seorang pewaris keluarga Tama, tentunya dia adalah seorang gadis cantik nan elegan yang bisa membantu mengembangkan bisnis keluarga kita,”


Ckck! Sebenarnya apa rencana wanita tua ini?! apa yang akan dia lakukan pada Lesca? Sial, harusnya kemarin aku memaksa Lesca untuk ikut denganku. Pikir Albert sembari menggertakkan gigi. Ia menutup telfonnya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun yang ada difikiran Albert saat ini ia harus segera kembali kerumahnya, kediaman keluarga Tama.


Setelah Albert menutup telfon tanpa mengatakan apapun, nyonya Tama tersenyum puas didepan kepala pelayan.“meskipun aku membunuh istrinya, bukankah dia belum tentu mau menuruti perkataanku untuk menikah lagi? Mengancamnya dengan sesuatu yang sangat ia sayangi, dengan begitu dia pasti akan menuruti perkataanku. Rencana mrs. Solenc benar-benar sempurna. Benarkan, erson” Ucap nyonya Tama dengan senyum puas diwajahnya.


...----------------...


“batalkan semua pertemuan untuk kedepannya. Dan carikan aku tiket pesawat tercpeat yang ada entah itu vip atau tidak yang terpenting pesawat tercepat! ” Ucap Albert kepada sekretarisnya. Ia meminta sekretarisnya untuk membatalkan semua jadwal meetingnya. Dan segera pulang kerumah setelah mendapatkan tiket pesawat.


Sesampainya dirumah, semua orang yang ada dirumah itu menyambut kepulangannya kecuali nyonya Tama dan Lesca. Dengan langkah kaki yang cepat ia mendatangi nyonya tama yang berada diruangannya. “oh.. putraku sudah pulang? Kenapa tidak memberi tahu mama terlebih dahulu? Jadi mama bisa menyambut KEPULANGANMU”…”


“sudah cukup kamu berbasa-basi!!! Cepat katakan dimana Lesca?!!”

__ADS_1


“Tentunya saat ini dia kelaparan…”


“sebenarnya apa yang kamu rencanakan?!!” bentak albert dengan kemarahan yang meledak, “apa kamu ingin Lesca selamat? Mama punya penawaran bagus untukmu” ucap nyonya Tama, mendengar hal itu, albert merasa tertekan. ‘cih pada dasarnya dia hanya ingin menekanku tanpa memberikan penawaran apapun.’ Pikir Albert merasa geram.


“jika kamu mau menuruti perintah mama dan menikah dengan pilihan mama, mama akan melepaskan Lesca saat itu juga, tapi jika kamu menolak, mama akan menyuruh suruhan mama untuk melucuti Lesca, hmm sepertinya akan seru kalau gadis kecil yang sudah bersuami malah diper***a….” belum sempat nyonya Tama menyelesaikan kalimatnya, Albert yang mendengar kata itu, tidak bisa lagi menahan emosi dengan menggertakan gigi. Albert yang emosi hendak menerkam nyonya Tama, namun ia sudah ditahan oleh bodyguard nyonya Tama. Ia pun tak bisa berbuat apapun lagi selain menahannya lagi dan lagi. sedangkan nyonya Tama sendiri meneruskan kalimatnya. “ mungkin istri kecilmu itu akan sedikit depresi.  jadi kamu mau memilih yang mana?”


……..


“klik” suara kunci yang dibuka mengagetkan Lesca yang tengah bersandar, hatinya berbunga-bunga menanti orang dibalik pintu tersebut yang ia kira adalah Albert. “loh? pak sopir?”


“apa? Ini bahkan baru 4 hari? Apa Albert sudah pulang?” tanya Lesca dengan penuh harap, sopir tersebut mengangguk pelan. Hal itu membuat lesca bahagia dan bersemangat untuk kembali pulang kerumah keluarga tama. Benar kalau bukan karena Albert, aku pasti tidak akan dibebaskan oleh nyonya Tama dan akan terus berada disini sampai aku mati kelaparan.


“ah!! Kalau baegitu ayo kita pulang Albert ternyata pulang lebih awal dari  dugaanku” ucap Lesca dengan wajah yang berseri-seri. Namun tanpa Lesca sadari, sopir itu menatap sedih Lesca yang tengah tersenyum bahagia. ‘semoga kamu bisa bahagia suatu hari nanti’ ucap sopir tersebut dalam hati.


Lesca menatap jalanan yang ia lewati, ia menikmati setiap menitnya dengan kebahagiaan yang tergambar diwajahnya. Sampai ia menyadari bahwa jalan yang ia lewati bukan jalan menuju rumah keluarga tama. “ehm? Kita mau kemana ya pak?” tanya lesca kepada sopir tersebut.

__ADS_1


“ini menuju tempat yang diatur oleh nyonya, nona” jawab sopir tersebut. “hmm..” Lesca tidak lanjut bertanya, ia hanya merasa sedikit penasaran kemana dia akan dibawa.


 Setelah lumayan lama penasaran, akhirnya sopir tersebut bilang bahwa mereka akan sampai sebentar lagi. Saat itu lesca tau bahwa dia sedang menuju ke gereja terbesar dikotanya. Hanya saja ia semakin bertanya-tanya sebenarnya kenapa nyonya membawanya ke gereja.


“nona, kita sudah sampai, sebaiknya anda tetap didalam mobil, saya akan turun terlebih dahulu dan menemui nyonya.” Sopir tersebut turun dari mobil dan pergi meninggalkan Lesca yang semakin penasaran akan perkataan sopir tersebut. Namun ia juga menuruti perkataan sopir tadi, sampai setengah jam kemudian, ia tak kunjung melihat sopirnya kembali, ia juga benar-benar penasaran mengapa sopir tersebut menyarankan dirinya untuk tidak turun dari mobil sampai akkhirnya ia turun dan berjalan menuju pintu gereja.


Sesampainya didepan pintu besar gereja, ia melihat dua orang yang berdiri didepan pendeta dengan pakaian yang menwah nan rapi ‘hmm, sepertinya ada acara pernikahan.. tapi kenappa nyonya membawaku kesini? Lalu dimana nyonya?’ saat mata Lesca meneliti lagi, alangkah terkejutnya dia yang melihat seorang laki-laki dengan jas putih  yang tengah mencium kening seorang perempuan dengan  gaun mewah berwarna putih tersebut. Hatinya terasa hancur, air matanya bercucuran menyaksikan pemandangan tersebut. “ap.. apa ini?” ucapnya lirih menyaksikan orang yang sangat ia percaya dan sangat ia cintai itu menikah dengan wanita lain.


“ti.. tidak mungkin, Al…albert tidak mungkin menghianatiku.. itu…. Tidak mungkin..” ucapnya yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Lesca berjalan lurus memasuki gereja itu, ia mendekati mempelai pria dan mempelai wanita tersebut. Disaat Lesca sudah dekat dengan kedua mempelai tersebut, wajah Albert terlihat begitu jelas dan semakin jelas saat Albert menoleh kearah Lesca. Lesca sendiri tak kuasa menahan air mata tangisannya meledak, ia tak peduli lagi pada mata orang-orang yang menatap tajam dirinya.


Melihat Lesca yang bercucuran air mata, Albert berniat mendekat dan hendak menjelaskan pada lesca. Namun tepat setelah Albert melangkahkan kaki, lesca tersentak dengan tatapan mata yang amat tajam dari nyonya Tama. Tentu saja Lesca mengetahui maksut dari nyonya Tama, dan ia pun segera menahan Albert agar tidak mendekati dirinya. Tak lama setelah itu, 2 bodyguard mendekatin Lesca dan memberi tahu Lesca untuk tidak mengganggu acara pernikahan tersebut.


“aku… merestui kalian..” ucap Lesca dengan pandangan menunduk kebawah menyembunyikan wajahnya yang penuh dengan air mata. Lalu setelahnya, Lesca bergegas keluar dari gereja tersebut. Albert yang ingin mengejar Lesca sudah dihadang oleh bodyguard suruhan Nyonya Tama.


__ADS_1


__ADS_2