Love Is Gone

Love Is Gone
eps.18


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 pm, Albert yang menyadari itu memutuskan untuk segera pulang. ‘Astaga, aku lupa memberitahu Lesca bahwa aku akan lembur malam ini, pasti dia masih menungguku. Aku harus segera pulang’. Albert bergegas untuk pulang. Ia mengendarai mobil mahalnya itu untuk transportasi kesehariannya. Sesampainya dirumah, Albert segera menuju kekamarnya dan mendapati Lesca yang masih terjaga dimeja kerjanya.


“Albert? kamu sudah pulang?” ucap Lesca yang masih terduduk dikursi meja kerjanya.


“sayang Kamu masih terjaga? Apa kamu menungguku? Maaf ya. Aku lupa memberitahumu kalau aku sedang lembur” ucap Albert sembari melemparkan jasnya keatas tempat tidur.


“aku tidak menunggu kamu sayng, mona juga sudah memberitahu aku kalau kamu akan lembur bersama dengannya” ucap Lesca yang berjalan mendekat kearah suaminya untuk membantu melepaskan dasi sang suami.


“dia mengatakan itu?”


“tidak, seorang pelayan menyampaikan pesan mona padaku”


“dia tidak lembur denganku” ucap Albert yang menatap lembut Lesca. setelah Lesca selesai meleas dasi sang suami, ia berjalan mengambil jas Albert yang berada diatas temat tidur. Lesca bermaksud membereskan jas suaminya yang tergeletak diatas tempat tidur.


“eh? Albert apa yang kamu lakukan?” Albert mendekat kearah Lesca, sangat dekat hingga membuat Lesca jatuh terbaring diatas tempat tidur.


...----------------...


“Lesca, malam ini aku ingin melakukannya” ucap albert yang menatap lembut wajah istrinya. Dengan lembut Albert mencium bibir Lesca, kedua tangan Albert membuka kancing baju Lesca satu persatu. Lesca sendiri juga terbuai dengan sentuhan lembut dari Albert.


“Lesca, apa mereka mengganggumu?” tanya Albert yang melepaskan ciumannya sejenak

__ADS_1


“tidak, mereka baik padaku. Juga sudah tidak menggangguku, aku tidak apa-apa jika mereka menggangguku, asal kamu tidak membuangku” ucap Lesca


“Lesca, apa yang kamu katakan? sampai kapanpun aku hanya akan mencintaimu, bukan mona atau siapapun. Dan aku tidak akan pernah membuangmu” ucap Albert yang melanjutkan ciumannya tadi. Mereka berdua terhanyut dalam moment mereka sendiri.


……


Disuatu pagi sewaktu sarapan, tepat saat makanan disajikan… tiba-tiba Lesca menutup mulut serta hidungnya dengan tangan


“hmp!!” ia menahan mual yang diakibatkan oleh bau dari makanan yang berada tepat didepannya tersebut.


“Lesca? ada apa?” tanya Albert yang melihat ketidak nyamanan Lesca saat ini. selain Albert, mona juga menatap Lesca dengan wajah yang bertanya-tanya. Sedangkan Lesca sendiri merasa sudah tak kuat lagi menahan mual yang dirasakannya, karena itu, tanpa menghiraukan Albert dan mona, Lesca segera berlari menuju ke kamar mandi. Melihat istrinya seperti itu, Albert juga bangkit mengikuti Lesca kekamar mandi


“huek!!.... huek!!” ada apa ini? akhir-akhir ini kenapa aku sangat sensitif terhadap bau yang ada disekitarku? Tidak mungkin kalau aku keracunan… perutku memang merasa mual, tapi aku tak bisa memuntahkan sesuatu, dan rasa mual itu hanya kurasakan saat mencium bau sesuatu bukan setelah memakan sesuatu. Jadi sudah jelas ini bukan karena makanan.... lalu? Sebenarnya aku kenapa?.... tanya Lesca dalam pikirannya. Ia segera membasuh wajahnya dengan air. Jika dipikir lagi akhir-akhir ini Lesca juga merasa bahwa dirinya sangat emosional dan mudah lelah, padahal pekerjaan yang ia kerjakan bukanlah sesuatu yang membuat tubuhnya mudah lelah seperti ini.


“Albert? maukah kamu menemaniku ke rumah sakit?” ucap Lesca yang menatap wajah Albert dari cermin wastafel. Albert pun mengiyakan permintaan istrinya tersebut.


“kak Albert dan kak Lesca mau kemana?” tanya mona yang melihat Albert memapah Lesca keluar


“aku akan menemani Lesca kerumah sakit, urusan dikantor kamu urus dulu” jawab albert tanpa melihat wajah mona sama sekali. ‘sepertinya Albert dan mona menjadi lebih dekat daripada sebelumnya… hm… aku tidak boleh berfikir yang tidak-tidak, mereka menjadi lebih dekat itu wajar, karena mereka bekerja ditempat yang sama…. Ah… mungkin memang begitu’ pikir Lesca yang melihat Albert menjawab pertanyaan mona, jika itu dulu, Albert tak akan menjawab pertanyaan mona sepatah katapun.


“tapi kak, hari ini kan kak Albert harus rapat…” belum sempat mona menyelesaikan ucapannya, Albert dengan marah memotong kalimat mona.

__ADS_1


“apa kemampuanmu tidak sehebat itu sampai tidak bisa menangani hanya satu rapat?!!?!!!” teriak Albert kepada mona, tatapan tajamnya membuat mona terdiam gemetar. Tanpa memperdulikan mona yang gemetar, Albert melanjutkan memapah Lesca untuk menuju mobil dan segera pergi kerumah sakit. ‘ehm… ternyata pikiranku terhadap mereka memang terlalu berlebihan…’ pikir Lesca menyalahi pandangannya terhadap mona dan Albert tadi.


…………


“hamil?” tanya Lesca dan Albert secara bersamaan, mereka terkejut dengan mata yang berbinar tak percaya. Sudah dua tahun lamanya mereka menanti-nantikan kebahagiaan ini, sudah banyak pula masalah masalah yang mereka lalui bersama. Kini akhirnya mereka bisa benar-benar berbahagia bersama.


“benar, istri nyonya Lesca sedang hamil jalan tiga bulan” ucap dokter wanita yang memeriksa Lesca tadi.


“sayang aku hamil!!” ucap Lesca menatap Albert dengan penuh semangat. “iya sayang aku tahu” ucap Albert yang membelai rambut Lesca dengan lembut.


“maaf, tapi nyonya Lesca harus berhati-hati karena kandungan nyonya Lesca terbilang cukup lemah diantara kandungan pada umumnya.”


“ah, jadi begitu… baiklah, saya akan berhati-hati.. ehm…. Apa ada sesuatu yang menjadi pantangan untuk saya?” tanya Lesca kepada dokter tersebut.


“selain aktifitas berat, tidak ada pantangan untuk nyonya Lesca” jawab bu dokter dengan senyum yang ramah.


Setelah membeli vitamin yang direkomendasikan oleh dokter tadi, Albert dan Lesca kembali pulang kerumah. Akan tetapi saat dalam perjalanan Albert berhenti disebuah mall dan mengajak Lesca untuk berbelanja semua kebutuhan ibu hamil termasuk baju khusus yang nyaman dipakai oleh ibu hamil.


“baju, buah… ehm… semuanya sudah, sayang apa kamu menginginkan sesuatu? Atau ada barang yang belum kita beli?” tanya Albert sembari melihat satu persatu paper bag yang ia bawa ditangannya. Disini Albert melarang Lesca membawa barang belanjaan apapun. Sebagai gantinya, Albert membawa semua paper bag yang berisi akan pakaian sekaligus membawa troli yang penuh akan makanan serta minuman.


“ehm…. Sayang? Apa sudah ada susu ibu hamil disitu?” tanya Lesca sembari melihat troli yang dibawa oleh suaminya.

__ADS_1


“benar!! Mengapa aku lupa akan hal penting seperti itu!!”


“hmm? Albert, biar aku saja yang membeli itu” usul Lesca yang berniat untuk membeli sendiri susu ibu hamil untuknya, karena Lesca melihat Albert sudah repot akan troli dan barang-barang yang dibawanya. Namun usulan Lesca justru malah ditolak oleh Albert.


__ADS_2