
“hmm, padahal anda tidak perlu repot-repot membuatkan camilan untuk orang rendahan sepertiku” ucap Lesca tersenyum canggung. Lesca menerima kue pie tersebut dan duduk ditepi ranjangnya.
“tidak, kakak tidak boleh seperti itu, ayo kita makan bersama… aku ingin lebih mengenal kakak, itupun kalau kakak memperbolehkan..” ucap mona yang duduk disebelah Lesca.
“jadi Mona ingin meminta maaf pada kakak, Mona sebenarnya tidak berniat untuk merusak rumah tangga kakak dengan kak Albert, tapi Mona juga tidak bisa menolak perjodohan yang diatur oleh orang tua Mona. Kakak boleh membenci Mona dan menyalahkan Mona. Mona benar-benar minta maaf pada kakak… hiks… kakak pasti sangat terluka karena Mona… hiks, mona minta maaf…. Hiks” jelas mona, ia menangis meminta maaf pada Lesca, tangisannya menjelaskan bahwa ucapannya benar-benar adanya. Lesca yang merasa tidak enak, akhirnya mengiyakan permintaan maaf mona dan meminta mona untuk tidak lagi menangis. Lesca sebenarnya merasa canggung dengan keadaan ini, tapi ia juga harus menghargai permintaan maaf Mona. ‘sebenarnya disini yang tersakiti adalah aku, tapi kenapa mona yang menangis? Haih..’.
“kakak mau memaafkan mona? Terima kasih kakak..mona merasa malu karena sudah menangis didepan kakak..” ucap mona dengan sembari mengusa air matanya. Setelah beberapa saat, mona mulai berbicara lagi dan memperkenalkan diri kepada Lesca. ia memberitahu Lesca bahwa umurnya masih 22 tahun yang jelas berada 2 tahun dibawah Lesca.
...----------------...
“kakak, untuk kedepannya kakak bisa memanggilku Mona…oh iya, karena umurku berada dibawah kakak, jadi bolehkah mona menganggap kakak seperti kakak mona sendiri? Mona dari dulu ingin mempunyai seorang kakak perempuan” ucap mona sembari menggenggam erat kedua tangan Lesca.
Lesca yang tidak tau harus berbuat apa, akhirnya mengiyakan ucapan Mona. ‘apakah begini rasanya mempunyai seorang adik? Hmm… dia cukup manis, sebenarnya aku juga penasaran bagaimana rasanya mempunyai seorang adik.. haha’
“woah… ini gambaran kakak? Wah Bagusnya… kakak sudah seperti desainer terkemuka!! Apa kakak memang desainer tersembunyi? Ah.. aku jadi ingin belajar menggambar dari kakak..” seru Mona yang melihat gambar desain buatan Lesca. Lesca tidak tau, apakah kalimat yang diucapkan mona merupakan fakta atau hanya sebatas pujian candaan yang jelas, kalimat mona mampu membuat Lesca tersipu bahagia. Waktu terus berjalan, karena keceriaan mona, akhirnya Lesca mampu mengobrol secara natural dengan mona. Lesca yang awalnya merasa canggung secara perlahan menjadi lebih santai karena keahlian mona dalam berkomunikasi membuat Lesca nyaman dalam pembicaraan mereka.
Ha? Apa begini rasanya punya teman? Aku merasa agak canggung tapi juga ingin terus mengobrol…. Selama ini aku tidak pernah benar-benar punya teman yang bisa diajak bicara seperti ini. tapi… apakah seorang teman memang sedikit berlebihan seperti ini? ah.. aku tidak boleh seperti ini, mona sudah baik ingin berteman denganku….
__ADS_1
“kakak… aku penasaran bagaimana pertama kali kakak bertemu dengan kak albert. Bisakah kakak menceritakannya padaku? Aku sangat ingin tau kisah cinta kakak….” Pinta mona dengan mata yang berbinar penasaran. Karena tatapan mata Mona yang penuh harap, Lesca menceritakan kisah nya dengan Albert sampai alasan Albert jatuh cinta padanya.
……
Akhirnya albert pulang, aku harus bicara dengannya
“Albert, aku ingin mengikuti acara fashion show yang akan dilakukan 3 hari lagi, bolehkah?” tanya Lesca dengan penuh keyakinan sembari membantu Albert melepaskan dasinya.
“hmm, tentu saja sayang, apapun yang ingin kamu lakukan, lakukanlah” jawab Albert mengizinkan Lesca. sebenarnya Lesca sudah tau akan jawaban yang Albert berikan. Tapi ia tetap meminta izin pada suaminya tersebut.
Sudah kuduga! Albert akan mengizinkanku, jadi tidak ada kendala lagi untuk acara fashion shownya… tapi…
Haaaa…. Dasar Albert, aku memang membutuhkan sopir, tapi sopir dirumah ini sama sekali tidak menghiraukanku jadi aku sedikit tidak yakin pada mereka… sedangkan bodyguard, aku sama sekali tidak membutuhkannya. Kalau berangkatnya sudah pasti dia sendiri yang akan mengantarku,
“tidak Albert, untuk pulangnya aku akan naik taksi saja, dan aku tidak memerlukan bodyguard, aku hanya menonton acara fashion show, bukan kemana-mana” ucapku menjelaskan
“oohh, baiklah, apa kamu masih marah padaku?” ucap Albert yang mendekatkan wajahnya pada wajahku,
__ADS_1
“apa? tidak. Mundurlah sedikit...” aku memang masih merasa tidak adil, tapi aku tidak bisa terus menyalahkan Albert dan aku juga harus bisa segera menerima keadaan ini.
“kalau begitu panggil aku ‘sayang’?”
“oh.. baiklah sayang”
…..
Hari yang begitu cerah, menambah semangat Lesca untuk pergi keacara Fashion show yang disponsori oleh MIA Tossay. Seperti yang sudah direncanakan, Lesca pergi keacara tersebut, diantar langsung oleh Albert. Setelah mengantar Lesca sampai ketemat tujuan, Albert berbalik arah menuju kekantor dan meninggalkan Lesca sendiri.
Aku sudah mendapatkan tiket vip berkat Albert, jadi aku bisa duduk dikursi terdepan. Haa membayangkannya saja aku sudah sangat merasa senang. Baru kali ini aku menyaksikan fashion show oleh MIA tossay secara lansung. Semoga aku bisa beruntung dan bertemu dengan MIA Tossay.
Lesca segera memasuki ruangan dan mencari tempat duduknya dibarisan terdepan. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya ia menemukan nomor kursi yang sesuai dengan nomor ditiketnya. Tak lama setelah Lesca duduk, Lampu diruangan mulai dimatikan, itu memberi tanda bahwa acara akan segera dimulai. Lampu runway telah menyala, mc mulai membuka acara dan memberikan beberapa sambutan. Baru setelahnya para model berjalan satu persatu menampilkan tampilan busana yang luar biasa dan unik. Semua orang tentunya merasa takjub akan pameran busana tersebut. Hati Lesca merasa kagum dengan semua tampilan yang dipamerkan oleh para modeling diatas runway. Mata Lesca selalu berbinar setiap melihat desain maupun busana yang dihasilkan oleh MIA Tossay.
Waahhh benar-benar MIA Tossay, busana-busananya sangatlah luar biasa dan unik, ahh aku ingin seperti MIA Tossay yang bisa menciptakan busana yang begitu luar biasa. Tapi apa orang seperti MIA Tossay bisa kehilangan inspirasi ditengah-tengah jalan? Atau hanya aku yang tiba-tiba kehilangan ide saat sudah mencapai pertengahan? Hah bagaimana aku yang seperti itu bisa seperti MIA Tossay yang luar biasa…
__ADS_1
Hi guys!! gimana kabar kalian? baik-baik saja kan? cuaca didaerahku berubah-ubah guys, tubuh jadi rentan sama penyakit, yah semoga pembacaku selalu sehat wal afiat ya guys😽. oh iya!! disini ada yang bisa bayangin kriteria Lesca gak? coba deh kalian sebutin dikolom komentar, ciri" fisik yang menurut kalian cocok dengan sifat Lesca (lugu, tidak pendendam, polos, bisa disebut baik hati, pemaaf, rendah hati), ehmm... menurut bayangan kalian bagaimana sosok Lesca guys? kalau mimin sih bayanginnya mata Lesca itu coklat udah itu aja🤣
*jangan lupa dukung mimin terus ya guys!!