Love Is Gone

Love Is Gone
eps.20


__ADS_3

Dalam tiga bulan terakhir, setelah hari itu, hari dimana Lesca mencurahkan semua isi hatinya pada van, mereka benar-benar menjadi semakin dekat, bahkan tidak cukup jika hanya disebut sebagai ‘teman biasa’. Selain itu, mereka juga menjadi lebih sering bertemu disekitar tempat kerja Lesca. tak hanya satu atau dua kali mereka bertemu, jika dihitung, mungkin sudah lebih dari sepuluh kali mereka bertemu. Mereka juga sudah bertukar nomor telepon, Dan sesekali mereka akan membuat janji temu disuatu tempat yang bisa dijangkau oleh Lesca. dalam setiap pertemuan, mereka akan bertukar cerita tentang hal yang mereka alami dalam beberapa hari terakhir. Lesca tidak dapat memungkiri bahwa dirinya selalu saja merasa nyaman setiap ia bersama dengan van. Disetiap kebersamaannya dengan van, hati Lesca juga selalu merasakan kebahagiaan yang tak biasa… kebahagiaan yang tak pernah diberikan oleh siapapun, bahkan Albert sekalipun tak bisa membuat hati Lesca merasakan kebahagiaan yang bebas seperti ini.


“ahaha, ah maaf aku sampai tertawa, aku disini untuk berbelanja kebutuhan saja, aku disini bersama suamiku, oh ya, kenapa dipertemuan ini kamu tidak memberiku permen lagi?”


“karena permenku sudah habis jadi aku kesini untuk membelinya, kamu suka rasa apa?


“bukankah kamu selalu memberiku permen rasa setrawberry-milk? Kenapa masih  tanya?”


“hah… siapa tahu kamu punya rasa kesukaan tertentu.. yasudah aku akan membeli rasa itu lagi..”


“hmm, ngomong-ngomong nama permennya apa? aku akan membelinya juga..”


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Tepat tak lama setelah van pergi meninggalkan Lesca, Albert telah selesai membeli susu dan kembali menemui Lesca. setelah memastikan tidak ada barang yang kurang, keduanya memutuskan untuk langsung beranjak pulang kerumah. Sesampainya dirumah, Albert tidak memperbolehkan Lesca melakukan kegiatan apapun, ia hanya memperbolehkan Lesca untuk berbaring dan beristirahat diatas tempat tidur. Lesca merasa ini agak berlebiham, namun ia juga dapat memahami perasaan Albert yang merasa sangat bahagia, sampai ia memperlakukan Lesca dengan sangat hat-hati seperti ini.

__ADS_1


Dikala Lesca yang beristirahat ditempat tidur, Albert malah sibuk mengupaskan buah dan menyiapkan berbagai makanan khusus untuk Lesca. siapapun yang melihat pasti akan tau bahwa ia sangat bersemangat dalam melakukan hal tersebut. Tak hanya itu, Albert juga memutuskan untuk tidak pergi kekantor dan  memilih menemani Lesca sepenuh hari ini. Padahal seperti yang dikatakan oleh mona tadi, bahwa hari ini Albert memiliki jadwal meeting dengan klien penting namun, ia tetap memilih untuk menemani istrinya sepanjang hari. ia juga berkata akan menghadiahkan angpao kepada semua pekerja rumah dan kepada semua karyawan yang bekerja dikantornya nanti, untuk mensyukuri atas kehamilan anak pertamanya dari istri yang sangat dicintainya.


Waktu terus berlalu, siang juga berganti malam. Albert telah memanjakan Lesca sepanjang hari. Sedangkan dilain sisi, Mona beranjak dari meja kantornya dan berniat untuk segera pulang, seketika raut wajahnya berubah setelah melihat layar ponselnya. Ia pun segera melajukan mobilnya. Ditengah-tengah perjalanannya, ia menghentikan mobilnya disuatu jalan yang sepi oleh orang lalu lalang. Setelah memarkirkan mobilnya, Mona tidak turun maupun keluar dari mobil dan tetap duduk didalamnya sembari memainkan ponsel selama beberapa saat. Mungkin, ia sedang mengirim pesan pada teman atau seorang kenalan. Beberapa menit setelah itu, datang sebuah mobil berwarna merah yang berhenti tepat didepan mobil mona. Melihat itu, Mona dengan cepat keluar dari mobil dan mendatangi pria yang berada didalam mobil merah tersebut. Mona dengan keras mengetuk kaca jendela mobil itu, dan Dengan spontan pun, mobil merah tersebut membukakan kaca jendelanya.


“bodoh! Sebenarnya apa yang kamu lakukan?!!!” teriak mona pada lelaki tersebut. “bukankah sudah kubilang buat dia tertarik padamu!! Ckck! Tapi apa yang kamu lakukan sampai sekarangg???!!!! ” lanjut mona. Mona terlihat sangat marah kepada pria yang ada didalam mobil tersebut. Dia terus meneriaki pria tersebut meskipun pria itu tak mengatakan sepatah katapun pada mona. Pria tersebut hanya terdiam dengan kedua tangannya yang masih memegangi setir mobil. Ia tak membukakan pintu mobilnya untuk mona dan hanya membiarkan mona terus meneriakinya melalui jendela mobil yang ia buka tadi. Pria tersebut mendengarkan ocehan mona dengan tatapan tajam ke depan. Ia terlihat enggan untuk mendengarkan ucapan-ucapan mona. Setelah cukup lama mendengarkan ocehan dan caci maki mona, pria tersebut mulai membuka mulut.


“aku kesini bukan untuk mendengarkan ocehanmu. Aku hanya akan mengatakan kerjasama kita berhenti sampai disini saja. Dan aku akan memperingatkanmu untuk tidak macam-macam dengan dia! Kalau tidak, Keluarga Ronan masih mampu jika hanya menggulingkan keluarga solenc dan keluarga Yutama. Kuharap kamu mengiingat itu!” tegas pria tersebut pada mona.


“ap.. apa?! tunggu!” tanpa menghiraukan mona, Pria tersebut langsung menutup kaca jendela mobilnya. Dengan cepat ia memundurkan mobilnya dan segera melajukannya melewati mona yang masih berteriak kepadanya.


…..


Keesokan harinya, Albert bersikeras ingin memapah dan menggandeng Lesca turun untuk sarapan. Meskipun Lesca bilang ia masih mampu untuk berjalan sendiri karena perutnya juga belum membesar jadi ia tidak butuh papahan hanya untuk sekedar turun melewati tangga. Tetapi Albert tetap keras kepala memapah istri tercintanya itu.


“Albert, aku bisa turun sendiri… tidak perlu seperti ini, perutku juga belum membesar jadi ti…”

__ADS_1


“sshht sayang dokter bilang kamu itu harus berhati-hati.. bagaimana kalau nanti kamu terpeleset?”


“itu tidak akan terjadi Albert, kamu agak berlebihan”


“bagiku tidak ada yang berlebihan. intinya aku akan menjagamu dan bayi yang ada didalam perutmu”


Ucap Albert yang terus memgangi istrinya yang menuruni tangga. Hal itu disaksikan oleh mona yang sudah duduk dimeja makan. ‘ckck. apa-apaan mereka berdua.’ Ucap mona dalam hati. Ia menatap tajam Lesca dan Albert yang menuruni tangga dengan mesra. ketika Lesca dan Albert sudah sampai didepan meja makan, mona dengan cepat mengubah tatapannya pada Lesca.


“ehmm? Apa kak Lesca sedang sakit?” tanya mona pada Lesca yang baru saja duduk dikursi depan mona. Lesca melihat tatapan lembut mona yang sedang mengkhawatirkan dirinya, “ah.. tidak, aku baik-baik saja” jawab Lesca dengan senyum. Setelah mendapat jawaban, mona memandang Albert dengan penuh rasa penasaran. Namun, Albert sendiri sedang sibuk mengisi piring Lesca dengan nasi dan sayur tanpa mempedulikan mona yang memperhatikannya. ‘sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka?’ gumam mona dalam hati.


“melihat kak Albert tadi memapah kak Lesca, mona kira kak Lesca sedang sakit…  syukurlah kalau kak Lesca baik-baik saja“


“ahaha.. itu karena Albert yang memperhatikanku dengan berlebihan.. ah! Albert sayurnya terlalu banyak, bagaimana aku bisa memakan ini semua?!”


“ibu hamil harus banyak-banyak memakan makanan yang bergizi, jangan menolak”

__ADS_1


‘apa?!!! ha..mil?!!!'


__ADS_2