
Hah…. Hari yang begitu tenang rasanya.. sungguh monoton, ah! Tentunya aku merasa bersyukur bisa menjalani hari yang tenang seperti ini, hanya saja Aku merasa sedikit bosan karena hanya berdiam diri dirumah tanpa melakukan apapun. Sedangkan mona, ia bisa bekerja disebuah perusahaan ternama, ah aku tidak tau nama perusahaannya karena aku tidak bertanya. Intinya, karena pendidikannya yang tinggi, ia diterima disebuah perusahaan yang besar dan akan mulai besok mona akan bekerja di perusahaan tersebut. Ah! Tentunya ia tidak bekerja diperusahaan keluarganya, karena ia dituntut untuk mandiri oleh keluarganya. Sebenarnya dengan bekerjanya mona disebuah perusahaan yang katanya ternama itu membuat posisiku dirumah ini semakin diabaikan, yah walau pada dasarnya memang sudah terabaikan, haha…. Karena itu, aku memutuskan untuk mencari ekerjaan juga, yah walaupun pekerjaanku nantinya merupakan pekerjaan orang bawah, tapi setidaknya aku tidak berdiam diri saja dirumah. Awalnya Albert tidak mengizinkanku bekerja, tapi aku terus merengek padanya sampai akhirnya ia mengizinkanku, hehe…. Aku mencari lowongan dibagian desain disetiap butik ternama yang ada disini, tapi sayangnya semua butik-butik ternama tersebut memberikan syarat dengan minimal pendidikan S1 jurusan fashion, dengan syarat tersebut, sudah jelas aku tidak akan diterima… sebaiknya aku mencari lowongan dibutik-butik biasa saja, tanpa minimal pendidikan “ah…. Sulitnya mencari pekerjaan…” keluh Lesca yang duduk didepan meja kerjanya (sebenarnya hanya meja untuk menggambar sih..) ‘apa aku bekerja diresteron yang dulu saja?’ pikir Lesca yang teringat dengan pekerjaannya dulu direstoran,ia memang berpengalaman dalam bekerja disebuah minimarket maupun restoran kelas atas, tapi semua pengalaman itu tidak dibutuhkan untuk seorang desainer…. Hah….
...----------------...
Tiga hari setelah itu, Lesca mendapat sebuah surat, didalam surat tersebut, Lesca dinyatakan diterima disebuah butik didaerah S. Butik ini memang tidak terlalu kecil dan tidak pula terlalu terkenal. tapi, butik tersebut menerima Lesca tanpa persyaratan apapun, itu sudah cukup untuk membuat Lesca bahagia,dan didalam surat tersebut juga tersampaikan bahwa sipemilik butik menerima Lesca semata karena desain-desain Lesca mampu menarik perhatiannya, jadi bisa dibilang bahwa desain Lesca sudah termasuk dalam kategori ‘layak?’ didunia fashion.
Lesca merasa sangat senang, pasalnya, hasil coretan tangannya sudah diakui oleh seorang senior, meskipun ia tidak mempunyai gelar S1 jurusan Fashion. Lesca berniat untuk membagi kebahagiaannya dengan sang suami. Ia pun memutuskan untuk menunggu kepulangan Albert malam ini, Lesca menanti kepulangan sang suami diteras atas, Ia dapat memandangi gerbang yang nantimya dilewati mobil Albert dari tempat tersebut. Ia tak sabar menanti kepulangan sang suami, dan melihat respon Albert yang tersenyum turut bahagia dengan kabar Lesca, begitulah bayangan Lesca akan respom sang suami. Tak lama kemudian, sebuah mobil hitam yang mewah memasuki gerbang kediaman keluarga Tama. Lescapun merasa sangat senang dan tidak sabar, ia segera turun untuk menyambut kepulangan sang suami.
Ketika mobil sudah berhenti tepat didepan mata, Lesca dengan senyuman yang ceriah hendak menyambut Albert yang barusaja mematikan mobilnya, namun senyumnya terhenti ketika melihat seorang wanita yang duduk tepat disebelah suaminya.
“sayang? Kamu menungguku?” ucap Albert yang turun dari mobil, ia menghampiri Lesca yang sudah berdiri tepat didepan mobil.
__ADS_1
“ loh?” Lesca tidak menggubris pertanyaan Albert, pandangannya tertuju pada wanita yang hendak membuka pintu mobil tersebut. Karena terabaikan, Albert mengikuti pandangan Lesca, sepertinya ia tau apa yang ada dipikiran istrinya.
“sayang? ayo kita masuk..” ajak Albert seakan tak ingin menjelaskan sesuatu pada Lesca,
“mona?... sebentar… Albert? bisa kamu jelaskan tentang ini?” seketika Lesca heran dan bertanya-tanya ‘bagaimana bisa, mona pulang bersama Albert?’ itulah yang ada dalam pikirannya saat ini. tanpa penjelasan, Albert terdiam seribu bahasa, sangat terlihat bahwa ia sedang merasa gugup, matanya tak berani menatap mata Lesca yang penuh akan pertanyaan. ‘sebenarnya apa yang Albert sembunyikan dariku?’
Ketika Albert masih terdiam tanpa menatap Lesca, mona berjalan mendekat dan menyapa Lesca. “kak Lesca menunggu kak Albert ya?” tanya mona pada Lesca yang sekedar basa basi. Lesca tidak langsung menjawab pertanyaan mona, ia memandangi Albert yang masih terlihat gugu. Mona yang sepertinya mengetahui situasi, mulai membuka mulut ”Ah… kakak mohon jangan salah paham, tadi mobilku mogok dan tidak bisa digunakan, jadi aku terpaksa ikut pulang dimobil kak Albert, jadi tidak ada apa-apa antara aku dan kak Albert…” ucap mona yang mencoba menjelaskan keadaan yang ada. Lesca mencoba memahami penjelasan mona, tapi lagi-lagi ada pertanyaan yang muncul dipikiran Lesca. ‘tunggu, jika begitu… berarti mona satu kantor dengan Albert?’
“eh? Apa kak Albert tidak memberitahu kakak?” tanya mona sembari melirik kearah Albert, Lesca sendiri juga melihat kearah suaminya, tapi lagi-lagi suaminya menghindari tatapan matanya tanpa menjelaskan sesuatu apapun.
“Ah.. mona bekerja sebagai sekretaris pribadi kak Albert, maafkan mona yang tidak pengertian memberi tahu kakak, Mona pikir kakak sudah tau dari kak Albert”
__ADS_1
“ah, tidak perlu meminta maaf, hanya kesalah pahaman kecil tidak perlu kamu pikirkan, dan terima kasih sudah memberi tahuku” ucap Lesca berterima kasih kepada mona yang telah memberi tahu kebenaran ini.
“ahaha sama-sama kak, kakak jangan salah paham lagi ya” ucap mona dengan senyum yang sangat manis.
“ya? Kalau begitu aku akan masuk dahulu, disini sangat dingin..”
“ah! Kakak harus segera masuk agar kakak tidak sakit!” ucap mona dengan penuh semangat melihat Lesca yang melangkah masuk. Albert yang sedari tadi terdiam tanpa mengatakan apapun, kini membuka mulut pada mona “untuk selanjutnya jangan ikut campur urusanku dengan Lesca!!” gertak Albert pada mona. “eh? Apa mona melakukan kesalahan lagi pada kakak? Maafkan mona.. mona tidak tau kalau kakak tidak suka kak Lesca tau tentang hal ini!” ucap mona merasa bersalah.
“cih!” Albert segera masuk menyusul Lesca dan meninggalkan mona seorang diri didepan. Setelah Albert masuk, terlihat senyum yang begitu puas diwajah mona.
“”sayang, aku bisa menjelaskan semuanya…” ucap Albert sembari memegang tangan Lesca, Lesca terhenti karena itu, tapi ia tidak membalikkan badan dan tidak pula mengatakan apapun. Ia terdiam tanpa melihat Albert yang memegang tangannya dari belakang.
__ADS_1
“sayang, dengarkan aku, aku juga tidak punya pilihan untuk ini, mama menekanku agar mona bisa bekerja dikantorku, aku khawatir kamu akan sedih karena ini, jadi.. aku tidak memberi tahumu sejak….” Ucapan albert terhenti ketika Lesca berbalik dan melihat Albert dengan tatapan mata yang kecewa namun disertai akan senyum yang ramah.