LOVE YOU PAK USTAD

LOVE YOU PAK USTAD
satu (masalah baru)


__ADS_3

" brukkk".


Semua orang yang berada di meja makan terkejut dengan suara yang berasal dari amplop berwarna putih. Yang di lempar ke atas meja makan. Semua mata orang yang berada di sanapun melirik benda tersebut.


"Amplop apa itu yah?" ucap seorang wanita parubaya sambil melirik sang suami.


Dengan wajah yang sangat marah laki laki yang berstatus kepala rumah tangga di keluarga itu pun menunjuk dengan jari telunjuknya wanita kecil yang sedang menundukan kepalanya.


" Bunda tanya sama putri kecil bunda itu"ucapnya.


Wanita parubaya tersebutpun melihat arah yang di tujuk oleh suaminya itu, termasuk yang laennya pun ikut melirik kearah tersebut.


"Ada apa lagi ini dek?" ucap wanita paru baya.


Anak sulung di dalam keluarga tersebut mengambil amplop yang tadi di lempat oleh ayah nya . Matanya pun membesar setelah membaca surat tersebut. " Gila si adek bikin masalah lagi ajah" batinnya.


"Maaf bun" hanya itu yang bisa wanita tersebut ucapkan.

__ADS_1


"Kamu selalu ajah bikin masalah,lihat lah mas dan mbak kamu. Pernah mereka mengecewakan ayah?, Kamu kalo tidak bikin masalah memangnya tidak bisa ah" ucap laki laki parubaya tersebut dengan penuh emosi.


"Coba kamu contoh mas dan mba kamu ARUM" lanjutnya sangat lantang. Iya wanita kecil yang dari tadi hanya bisa menundukan kepalanya iyu bernama ARUM AZHARA IRAWAN. Dia anak ke 3 dari 3 bersaudara. Lahir di keluarga yang kaya raya dan relijis adalam yang sangat di idamkan bagi banyak orang, tapi tidak dengan arum. Wanita yang masi duduk di bangku SMA kelas 11 itu pun selu bikin masalah, bolos sekolah, tidur dalam kelas dan berkelahi dengan kawannya.


Contohnya hari ini. Ayahnya dapet surat pagilan oleh sekolah karna karus berkelahi dangan temennya dan mengakibatkan kepala temenya bocor.


"Dek kamu bikin masalah apa lagi si?" ucap anak bungsu di kuarga itu yang bernama MUHAMMAD AMAR IRAWAN. Amar adalah sosok kakak yang sangat baik, perhatian, posesif terhadap arum.


Karna yang di tanya masi saja diem, membuat sang ayah semakin kesal kepadanya.


" Bunda tolong urus anak itu, ayah pusing kalo harus menghadapi nya" ucap sang ayah yang langsunh bangkit dari tempat duduknya lalu bergegas keluar rumah.


sambil menarik kusi amar pun berbicara," mas nanya jawab lah dek. Kamu tuhnya sering banget si bikin masalah dan bikin ayah marah" .


" Adek ribut sama bella. Tapi sumpah deh adek gak salah mas" ucap arum sambil melirik masnya yang sudah duduk di sampingnya.


"Yerus belanya gak apa apa kan?" bukan amar yang bertanya melainkan azizha. AZIZHA PUTRI IRAWAN adalah kakak perempuan Arum,dia anak ke dua dari keluarga ya, dia itu wanita yang sholeha, penurut lemah lembut dan juga cerdas.

__ADS_1


"Gak apa apa koq cuma kepalanya ajah yang bocor"


"Astaqfirallah" ucap bunda dan ke 2 kakaknha arum yg terkejut dengan ucapan arum.


"Kamu apa kan bella dek?" tanya bunda dengan sedikit kepanikan.


"Bella kepeleset bun setelah adek dorong. Tapi adek gak salah bun bellanya ajh yang duluan maen keroyokan lagi" larat arum.


" Terus itu kamu sampe di skor selama 1 minggu loh dek" ucap amar. Amar tau karna dia tadi membaca suratnya.


"Iya allah dek, Pantas ajah ayah sampe marah gitu. Terus orang tuanya bella gimana?" tanya bunda Bunda takut jika orang tua bella memakai jalur hukum, karna bunda sangat tau seperti apa kedua orang tua bella.


"Adek gak tau bun. Nanti ajah liyat kan ayah sama bunda di suru kesekolah" ucap arum.


"Kamu itu cewe dek. Harusnya kamu itu lemah lembut gak kaya gini. Kaya anak laki laki suka ribut, suka bolos" ucap azizha. Arum melirik mba nya itu dengan lirikan yang tidak bisa di mengerti.


" Aku bukan mba , yang akan diem ajh kalo ada orang yang jahat sama aku" ucap sininnya. Arum memang kurang akrab dengan azizha. Karna dia selalu saja di banding bandingankan dengannya, tapi kasih sayang mereka masi sangat besar. Berbeda dengan amar, semua akan di sampai ke amar jika arum sedang punya masalah bahagia atau apapun itu selalu dia sampaikan ke pada masnya.

__ADS_1


"Adek" ucap lembut bunda. Takut anak ke 2 anak nya bertengkar bunda pun milirik arum agar tidak bikin masalah dengan mba nya.


Karna menurutnya suda cukup percakapanya di pagi ini. Arum pun bangkin dari tempat duduknya bergegas berangkat sekolah setelah mincium tangan bunda dan ke 2 kakaknya.


__ADS_2