
Arum melangkahkan kakinya menuju rumah mamang wahyu untuk mencari keberadaa ayah dan bundanya.
Sambil berjalan mulut mungil arum tak berhenti bersenandung.
"kayanya lagi ada tamu penting di rumah mamang. Mobilnya keren keren banget" ucap arum sambil melihat sekitar rumah mamanng wahyu yang tak biasanya,di halaman rumah minimalis tersebut ada beberapa mobil mewah yang terpakir apik.
Karna merasa tamu yang ada di rumah mamang wahyu adalah tamu yang sangat penting, arum berjalan menuju pintu belakang rumah beruntung pintu tersebut tidak di kunci oleh si pemilik rumah, sehinga arum dengan mudahnya memasuki rumah.
Setiba di dalam arum melihat seorang wanita seumuran dengan mas amar sedang membuat teh bersama wanita seumuran bunda aliza.
"Asaalam mualaikum mba, bibi" sapa arum .
"Waalaikum salam" ucap kedua wanita berbeda usia tersebut.
"koq kamu lewat pintu belakang si dek?" tanya wanita muda. Dia bernama ADINDA anak dari mamang wahyu, kembaranya ADAM.
"Iya mba. Abisnya di luar banyak mobil, kaya ada tamu penting gitu" jawab arum.
"Iya emang lagi ada tamu penting dek" ucap wanita yang seumuran dengan bunda aliza. Dia bernama SALWA istri dari Wahyu.
"ohhh iya bi, bunda sama ayah ada di sinikan?, arum lagi nyariin ayah sama bunda ni" tanya arum.
__ADS_1
" Ayah lagi di ruang tamu nemenin abi sama kakek nyambut tamu dek, kalo bunda lagi liyat liyat pesantren tadi sama mba Ziya" jawab dinda sambil meletakan teh yang di buatnya ke nenampam.
" tamu siapa si mba?" tanya arum penasaran.
" itu tamu orang tua calon suami dari mba mu ini" Jawab Bibi salwa cepat sambil melirik anaknya dengan mengoda.
" cie emba, mau nyusul mas adam ni ye?" goda arum.
" calonnya dateng juga gak bi?" tanya arum.
" gak dek, cuma kedua orang tuanya ajah" jawab bibi salwa.
Setelah kepergihan bibi salwa, arum tidak henti hentinya mengoda adinda sampe terkadang lepas kendali saat tertawa. Wajah adinda juga suda seperti buah tomat matang.
" udah si dek kamu gak kasihan apa sama mba dinda wajahnya sudah merah gitu" ucap bibi salwa setelah kembali.
" Hahaha. Iya bi maaf" jawab arum sambil menahan tawa.
" mba udah pernah liyat wajah calon suami mba dinda kaya gimana rupanya?"tanya arum kepada adinda.
" Tiap hari dia liyat wajah calonnya itu dek" yang menjawab malah bibi salwa.
__ADS_1
" massa si bi? emangnya dia tingal dipesantren ini?" tanya arum lagi.
" gak. dia tingal di luar negri dek, tapi dia punya kembaran yang ngajar di sini" jawab bibi salwa.
" kembaran?" tanya arum tidak percaya.
" iya" jawab kompak dari kedua wanita yang duduk di depan arum.
"Siapa mba kembaranya?" tanya arum antusias.
" emangnya kalo mba kasi tau kamu, kamu kenal sama orang itu?, kamu kan baru dateng ke sini dek belom kenal sama semuanya" jawab adinda.
" terus mba pernah ketemu sama calon mba yang aslinya?" tanya arum.
" udah sekali. Waktu dia berkunjung ke sini dan dia langsung menghadap abi untuk meninta mba untuk jadi iatrinya" ucap adinda malu malu.
" keren banget si mba cowo gitu. jadi tingal mas amar sama mba ziya ajahnya yang belom punya calon. hahaha" ucap arum.
Arum yang penasaran dengan kisah kakak sepupuhnya dangan calon suaminya, jadi lupa sama niat pertamanya untuk mencari bundanya.
Saking asiknya mendengar cerita kisah pertemuan mba adinda dengan seorang laki laki yang baru sekali di lihatnya, rasa penasarannya membuatnya ingin tahu kelanjutannya kisah mereka.
__ADS_1