
"Teh arum kita begini sampe jam berapa?, saya masi banyak tugas yang harus saya kerjain?" bisik anita, matanya berkeliling melirik orang orang sekitarnya yang wajahnya sudah berubah menjadi makin kesel.
"Saya juga gak tau teh" jawab arum dengan bisikan juga.
" Teteh tanya ustad adam ajh,kita nunggu siapa lagi di sini?, kan ustazdah nur sudah menjelasakan semuanya" bisik anita memberi saran.
Sudah 3 jam arum dan anita di tahan di rumah adam, sebenernya nur sudah menceritakan semua kejadian yang sebenernya, dan nur berkata tidak usah menunggunya karna dia masi lama di luar sana. Tapi arum dan anita masi sajah di tahan di rumah ada.
Arum melirik adam yang sedang mengobrol dengan rani sang istri, sedangkan amar dan ustad aiman hanya hasik dengan pikirannya masing masing.
" saya gak berani teh, liyat tuh mas adam sama emba rani lagi romantis romantisan gitu" bisik arum sambil memeperhatikan adam dan istrinya yang sedang asik dengan dunianya sendiri.
Tidak perduli dengan kedua jomblo yang sedari tadi hanya diem memperhatikan keromantisannya dangan istrinya, miris bukan melihat keromantisan seseorang, dan juga tidak perduli dengan kedua anak di bawah umur, yang seharusnya mata dan telinganya di jaga dengan baik.
Tapi kesucian mata dan telinga kedua anak di bawah umur itu harua tercemar dangan kelakuan adam dan rani.
" Assalam mualaikum" salam seseorang dari arah pintu utama.
Bukanya tuan rumahnya yang bangkit untuk membuka kan pintu, malah amar dengan kemarahanya yang bangkit dan berjalan menuju pintu utama.
ustad aiman dan adam yang melihat kemarahan amar ikut bangkit dan menyusul amar sebelom yang ada di pikiran mereka akan terjadi.
Sedangkan arum, anita dan rani hanya memperhatikan ketiga laki laki itu dengan bingung.
crek
Amar membuka pintu utama, dan sosok pria yang dari tadi dia tunggu ada di depannya.
" Lama amat lu, gak tau apa gue udah bulukan ni nunggu" teriak amar kepada pria tersebut.
" selow woy, baru juga tiga jam mana bisa lu bulukan" ucap santai pria yang masi berdiri di luar pintu.
" lu bayangin ajah gue nunggu selama tiga cuma di sugukin kerimantisan si adam sama rani" ucap amar kesel.
__ADS_1
" hahaha" pria tersebut tergelak saat mendengar keluhan amar.
" Jangan ketawa lu ta. Gara gara info dari lu ni, nama adek gue jadi jelek dan gara gara lu lama gue jadi banyak dosa" ucap amar.
" oke oke sorry men" ucap pria tersebut yang tidak lain adalah ustad nathan.
Iya dia ustad nathan yang melihat arum menggendap ngendap mengambil makan di saat santri laki laki sedang menjalankan sarapan. Dan dia juga yang melaporkan kepada ustad aiman, dan adam.
" Kalian berdua mau ngobrol di luar terus?" ucap adam yang baru saja sampe.
"Ini ni dia yang bikin gue banyak dosa" ucap amar.
" Banyak dosa apaan?" tanya adam yang bingung arah pembicaraan amar.
" udah gak usah di perpanjang mending suru ustad nathan masuk dulu, kasihan kan anak anak sudah lama mereka nunggu ustad nathan", sebelom ustas nathan menjawab ucapan adam.
Ustad aiman lebih dulu meluruskan perdebatan yang akan panjang jiga salah satu dari ketiga pria itu masi ada yang berbicara.
" Ayok tad kita masuk" lanjut ustad aiman yang langsung mendorong bokong amar dan ustad nathan masuk kedalam rumah meningalkan tuan rumahnya.
*****
Arum melirik ustad nathan dengan pandangan permusuhan, arum sangat kesel dengan penjelasan yang barusan di dengarnya dari tantenya nur yang sengaja di video call oleh amar.
" jangan ngeliyatin saya kaya gitu dosa" ucap ustad nathan tampa melirik arum, arum yang mendengat ucapan ustad nathan menjadi makin kesel.
" Anda nginggetin saya tentang dosa terus anda sendiri tidak kenal dosa?" ucap ketus arum.
" dosa apa saya sama kamu?" sangkal ustad nathan.
" hahaha. Lucu sekali anda ternyata" ucap arum dengan tawa mengejek.
" saya gak punya dosa sama kamu" ucap ustad nathan santai.
__ADS_1
" anda sudah memfitnah saya. Anda bilang tidak punya dosa dengan saya" ucap arum kesel.
" saya tidak memfitnah kamu atau siapapun, saya cuma menyampaikan apa yang saya lihat dengan mata kepala saya" ucap ustad nathan ketus.
" sudah memfitnah tapi tidak mau mengakuinya" guman arum.
" saya bilang saya tidak memfitnah kamu atau pun siapa pun, saya cuma menyampaikan yang salah lihat" jawab ustad nathan dengan nada meninggi.
" iya karna yang anda lihat saya jadi duduk di sini sebagai tersangka, masi bilang tidak memfitnah" ucap arum tidak kalah tinggi.
" Kenapa jadi kalian berdua yang ribut" ucap rani yang dari tadi diem memperhatikan kedua orang yang berbeda jenis lelamin dan juga beda umur.
" gara gara dia emba adek jadi kena semprot sama kedua orang itu" ucap arum sambil menunjuk adam dan amar yang kebetulan duduk di baku yang sama dengan ustad aiman.
Amar dan adam yang di tunjuk oleh adiknya hanya kaget.
" lah koq masi saya yang di salahin. Kan yang marahin kamu itu mereka berdua bukannya saya" ucap ustad nathan yang masi tidak terima di salahkan.
"Woy. Yang ngasih informasi siapa hah?" ucap kesel amar kepada ustad nathan.
" Lagian kalo bukan informasi dari kamu juga saya sama uatad aiman mana tau kalo arum ngambil makanan" ucap adam membela diri.
" saya kan hanya menyapaikan yang saya liyat dam" ucap ustad nathan yang juga tidak terima juga cuma dia yang di salahkan.
" udah deh kalian semua diem, saya yang jadinya pusing mendengar teriakan kalian" ucap aiman.
Seketika ruangan terawbut menjadi sunyi saat ustad aiman berbicara, ustad aimanan orang yang irit bicara, tetapi seperti punya sihir sekali saja dia memulai bicara semua yang ada sekaynya pasti akan langsung terdiam.
" Anita dan arum saya minta maaf atas kejadian di hari ini, karna kesalah paham ini kamu khususnya arum, kamu harus menangung amarah dari kedua mas kamu dan waktu kamu jiga banyak terbuang di rumah ini. Semoga kejadian ini tidak membuat kamu marah dengan mas mas kamu dan juga ustad nathannya. Sekali lagi saya minta maaf" ucap panjang lebar ustad iman.
" Kenapa uatas yang meminta maaf. Harusnya mereka yang minya maaf ke saya, Terutama ustad songong itu" ucap arum kepada ustad aiman.
" saya yang mewakili ustad nathan meminta maaf dengan kamu, sebelom dia minta maaf sendiri kekamu" ucap kecep ustad aiman, Karna ustad nathan akan menjawab sesuatu.
__ADS_1
Sebelom perang dunia akan bertambah ustad aiman menyuru arum dan anita meningalkan rumah adam.
Arum dan anita pun menuruti ucapan ustad aiman, karna dari tadi hp arum sudah berdering tanda pangilan dari sang ayah.