
Di kediaman wahyu.
Para tamu berpamitan undur diri, karna apa yang akan mereka rencanain sudah di sepakati oleh kedua pihak.
Mereka saling berjabat tangan dan saling mendoakan agar rencenanya berjalan dengan lancar sampai hari H.
Sebagai tuan rumah wahyu dan aditya mengantarkan tamunya sampe tamu tersebut pergih meningalkan kediamanan wahyu. Sementara kakek ibnu di ikut nganter tamu keluar, karna usia kakek yang sudah tua membuatnya cukup sulit untuk berjalan.
Setelah kepergihan tamu spesial itu wahyu dan aditya kembali masuk ke dalam rumah, dan mengapiri kakek ibnu dan arum yang sudah ada di ruangan tamu yang sedang asik tertawa .
" adek sejak kapan di sini?" tanya aditya kepada anaknya. Perhatian arum teralihkan dengan pertanyaan sang ayah.
" dari tadi yah. Tadi pas adek kes ini liyat mobil banyak di halaman rumah mamang wahyu, jadi adek masuk lewat belakang" jawab arum sambil tersenyum.
" adek udah ketemu sama bunda?" tanya aditya.
" belom yah. Adek juga tadi nyariin ayah sama bunda" jawab arum.
" mba aliza di rumah adam mas, tadi rani telpon aku" ucap salwa yang baru saja dateng sambil membaya nampan berisi beberapa cangkir kopi.
"tadi adek juga dari sana tapi gak ketemu sama bunda pas di jalan" ucap arum.
__ADS_1
" aliza pasti lewat jalan laen karna tadi dia mau sekalian liyat liyat katanya" ucap kakek ibnu.
" Adinda mana mana sal?" tanya wahyu kepada istrinya.
"di dapur a" jawab salwa.
" pangil anak kamu ke sini sal, kita mau diskusi kelanjutan pernikahannya" perintah kakek ibnu kepada menantunnya. Salwa pun menuruti perintah bapak mertuanya untuk memangil anak nya.
🌸🌸🌸🌸🌸
" Bunda punya anak cantik cantiknya, tapi anak bunda yang kecil itu sikapnya beda banget sama ziya" ucap ustad nathan, sambil memperhatikan azizha yang sedang duduk di samping bunda aliza.
" kamu nat masi bisa ajah gombal" ucap rania.
" istiqfar nat, jinah mata kamu itu" ucap adam memperingati.
"astaqfirallah. Kan aku gak tatapan mata nya sama ziya" elak ustad nathan.
" sama ajah tong" ucap amar sambil menampar lengan sahabatnya itu.
" sakit mar" ucap ustad nathan dramatis, sambil membelai lenganya yang sedikit perih. Yang lain hanya tertawa melihat celotehan amat dangan ustad nathan yang kadang seperti anak kecil itu.
__ADS_1
" Bunda seneng sama persahabatan kalian, walaupun jarang banget ketemu tapi masi bisa membuat suasana kaya gini" ucap bunda aliza.
" insyallah bun kami masi bisa menjaga yang namanya persaudaraan di antara kami" jawab ustad aiman.
" iya karna di antara kita yang paling sibuk juga kalian berdua" ucap adam sambil melirik amar dan ustad aiman.
"nama juga pengusaha muda jadi sibuk" jawab amar sambil tertawa.
" senangnya sekarang iman udah jadi ustad" tanya bunda aliza kepada ustad aiman.
"alhamdulillah bun. Iya walaupun suka pusing sama tingkah anak sekarang " jawab ustad aiman.
"hahaha curhat di nat dam" ledek amar.
" tapi bener kata iman tadi, juga kadang pusing dan kesel" ucap ustad nathan.
" tapinya kalo si aiman masi mending, santri dan santri wati kalo udah di liyatin ajah sama dia langsung kabur. Nah kalo sama aku sama si nathan malah makin jadi" ucap adam, .
" itu mah kamunya ajah a gak tegas sama mereka" ucap rani.
" hehehe. Iya bener apa lagi si nathan ustanya di ragukan dia" ledek amar sambil tertawa terbahak. Yang lainnya ikutan tertawa. Sementara ustad nathan hanya memasang jawah kesel dengan lakai laki yang duduk di sampingnya.
__ADS_1