LOVE YOU PAK USTAD

LOVE YOU PAK USTAD
Empat belas (Nego)


__ADS_3

"Rum koq cowo tadi kayanya gak kenal sama lu ya?"tanya gadis setelah mereka sudah keluar dari dalam bioskop.


"Iya emngnya kita gak kenal" jawab arum sambil terus berjalan.


"Fir anterin gue balik sampe rumahnya, Soalnya ayah sama bunda kan tau gue nebeng bareng sama lu" ucap arum kepada firman yang jalan di sampingnya.


"Siap" jawab firman sambil menoleh ke arum.


" Rum ihhh gue serius tadi" ucap gadis


" Apain si dis?, kan emangnya kita gak saling kenal cuma tadi gue gak sengajak nabrak dia" ucap arum.


" Emangnya kenapa si?" tanya suci.


"Tadi pasangan yang duduk di pojok samping arum itu, cowonya yang di tabrak sama arum di depan toilet tadi.Tapi koqnya kaya dia gak kesal sama arum gitu" ucap gadis.


"Lah. Emang bener kan kata arum dia gak saling kenal" ucap suci.


"Ihhh uci lu mah sama ajh sama si arum" kesel gadis kepada suci.


"Kalian pada mau balik gak si?, lama banget jalanya" teriak andika kepada ke 3 sahabat wanitanya yang berjalan jauh di belang dia.


"Iya sabar si. Lagian langkah kalian panjang panjang banget si, kan susah gue nyusulnya" ucap suci.


" Makaya tumbuh itu ke atas jangan ke samping. Kaya lu kan jadi ya BOGEL. Hahaha " ucap firman sambil ketawa yang di ikuti oleh ke 5 sahabatnya.


"Sabarnya sayang" ucap arum sambil memeluk suci dari samping.


Suci hanya memanyunkan bibirnya saja.


Sesampei di parkiran ke tujuh anak mudah tersebut memasukin kendarain masing masing setelah berpamitan.Kecuali arum yang masuk kedalam mobil firman.


" Teryata dia sudah panya cowo" ucap seseorang yang sedari tadi memperhatikan arum.


***


"Makasih nya fir,lu mau mampir dulu gak?" tanya arum setelah mobil firman berhenti di halaman rumah arum.


Firman melirik jam tangan yang ada di tangan kirinya," Gak deh udah sore banget ini" ucap firman.

__ADS_1


"Iya udah deh, gue keluarnya? lu hati hati bawa mobilnya" ucap arum sambil membuka pintu mobil. Firman hanya mengagutkan kepalanya menandakan iya.


Setelah melihat mobil firman suda keluar daru dalam pekarangan rumahnya arum pun masuk kedalam rumah.


"Assalam mualaikum bunda" teriak arum pas membuka pintu utama.


"Waalaikum salam"ucap seorang laki laki dari arah ruang keluarga. Arum pun melanjutkan jalanya menuju ruang keluarga, di sana terdapat sang ayah sedang duduk sambil memainkan leptop yang ada di pangkuanya.


Arumpun mendekati sang ayah dan mencium pungung tangan dan pipi ayahnya,dan duduk di samping ayahnya sambil melepaskan sepatunya.


"Ayah bunda dimana?" tanya arum yang masi sibuk sama tali sepatunya.


"Di kamar kamu sama mba ziya" ucap sang ayah yang masi fokus dalam leptoonya.


"Ngapain bunda sama mba ziya di kamar ade" Tanya arum yang sudah selesai melepas sepatunya.Ayah hanya mengakat kedua bahunya saja.


"Ade ke kamar dulu deh mau liyat bunda sama mba" lanjut arum sabil bangkit sambil menenteng sepatunya dan berjalan menuju lantai atas dimana kamarnya berada.


"Mba bunda mana?" Tanya arum pasmasuk kedalam kamarnya dan meletakan sepatu yang di tetengnya di rak sepatu dekat pintu kamar.


" Kenapa ade nyariin bunda" ucap sangbunda yang baru saja keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamar arum.


"Loh koq baju baju ade di masukin kekoper, ade di usir iya sama ayah?" lanjut arum setelah melihat koper berisi baju bajunya yang ada di atas tempat tidurnya.


"Mba sama bunda lagi nyiapin barang barang kamu yang nanti mau di bawa buat kamu tingal di rumah kakek" ucap azizha sambil menutup koper milik arum.


"Hah. Emangnya gak bisa besok ajah ade yang nyiapin" ucap arum sambil mendudukan bokongnya di sisi tempat tidur deket koper.


" Ayah ngakak berangkat sekarang sayang" ucap bunda menghapiri arum dan menepuk nepuk tangan arum.


"Sekarang ade mandi dan siap siapnya, Nanti setelah mas amar pulang kita langsug berangkat" lanjut sang bunda.


"Nanti ade mau nego dulu sama ayah. Ayah gak bisa gini dong sama ade" arum bangkit dari duduknya adan meningalkan bunda dan mbanya di dalam kamarnya. Arum berlari menuju ruang keluarga dimana sang ayah sedang duduk di sana.


"Ayah ade berangkat ke rumah kakeknya hari senin ajahya. Iya.Iya" Ucap arum setelah duduk di samping ayahnya.


"Gak bisa sayang ayah senin haru keluarkota" ucap sang ayah yang masi fokus dengan leptopnya.


"Ayah idah gak sayang laginya sama ade"melihat ayahnya yang tidak mau meliriknya arum memeluk ayahnya dari samping.

__ADS_1


Ayah menutup leptopnya dan menarunya di meja." Koq anak ayah ngomongnya gitu si"


ucap ayah samabil membalas pelukan putri kecilnya.


"Abis ayah tega sama ade, masa ade mau di kirim ke rumah kakeksi. Ayah gak takut nanti di sana ade di marah marahin sama mamang" ucap arum.


Ayah terkekeh mendengar ucapan arum. " Emangnya ade bakalan di apain sama mamang?" tanya ayah.


"Kan mamang terkenal galak di sana yah"


"Aish. Lagi nyoba ngerayu ayah" ucap amar yang baru saja masuk.


"Salam dulu si mas jangan asala masuk ajah" omel sang bunda yang sedang menuruni anak tangga bersama azizha.


"Hehehe iya bun maaf. Abisnya mas gereget liyat ini boca" ucap amar sambil mengajak ngakak kepala arum yang tertutup dengan jilbab. Dan mencium tangan ayahnya dan bundanya besarta ade adenya yang mencium tanganya.


" Gimana de negonya di denger ayah gak?"tanya azizha.


" Di denger doank tapi gak di turutin" jawab arum yang posisinya masi memeluk ayahnya.


"Hahaha" ketawa ayah bunda mas dan mbamya arum berbarengan. Arum semakin kesel melihat ke 4 orang yercintanya tertawa di atas penderitaanya.


" Ayah mas gak bisa ikutnya ke rumah kakek, Besok mas ada reoni sama temen s1" ucap amar.


" Iya gak apa apa. Nanti biar ayah bawa supir ajah biar bisa gantian nyetir" ucap ayah.


" Mas ade mandi dulu sana, abis itu sholat magrib berjama'ah" ucap bunda.


"Ade belom mandi?" tanya ayah.


"Iya. Kan ade baru pulang yah" jawab arum.


" Pantes dari tadi ayah nyium nyium bau asem , taunya yang di samping ayah yang belom mandi" ucap ayah sambil menutup hidungnya.


" Ihhh ayah" rajuk arum sambil melepaskan pelukanya dari ayah.


"Hahaha" suara tawa terdengar di ruang keluarga itu. Arum yang di bikin kesel pun bangkin dari dudukan dan berlajan menuju kamarnya dengan menghentakan kakinya sambil sekali kali mendumel.


Amar pun ikut bangkin setelah ijin mau kekamar dan mandi kepada kedua orangtuanya yangng masi saja tertawa karna kelakuan putri kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2