LOVE YOU PAK USTAD

LOVE YOU PAK USTAD
Dua (Orang tua)


__ADS_3

"Mas bingung sama bocah satu itu, selalu ajah bikin masalah. Gak di sekolah mau pun di luar sekolah bun" ucap amar, setelah


Melihat adiknya pergih membuat amar mengeleng gelengkan kepalanya. Dia sangat takjum dengan tingkah laku adik kecilnya itu, yang selalu bersikap sesuka hatinya.


"Bunda juga bingung, perasaan waktu bunda hamil adek gak yang aneh- aneh deh" ucap bunda sambil merapihkan bekas sarapan.


"Gimana kalo arum di masukin ke pesantren kakek yang di bogor ajh bun selama masa adek di skor" imbun azizha. Amar dan bunda saling melirik, lalu mereka kompak melirik azizha. Senyum di bibir dari anak dan ibu itu pun melebar, ide yang di berukan oleh azizha sangat lah bagus untuk arum. Agar arum bisa belajar memperdalam agamanya dan juga sikapnya yang suka bikin onar.


" Ide bagus bunda setujuh" ucap bunda. Senyum dari bibirnya tidak pernah lepas.


" Biar nanti amar yang bicara dengan ayah bun. Sekalian amar mau maampir ke kantor ayah nanti" ucap amar. Lalu amar bangkin bari temapat duduknya karna hari makin siang dia pun harus berangkat ke kantor.


"Iya udah amar berangkat ya bun" lanjut amat sambil mencium tangan bunda. " Mas ziya ikut" ucap azizha.Azizha pun langsung bangkin dan mincium tangan bundanya dan berlari menghapiri amar.

__ADS_1


***


Di sekolah. Lebih tepatnya di ruang BK.


Kedua orang tua dari arum dan bella pun sedang duduk di bangku yang di sedihkan ada, juga temen temen arum maupun bella yang ada saat kejadian dan sekarang mereka duduk di sana sebagai saksi.


"Oke, saya tidak akan bawa masalah ini sampai ke kantor polisi. Tapi kalo anak bapak Aditya Irawan sampe meluka anak saya lagi, mohon maaf jika anak bapak harus di penjara" Ucap lantang Prayoga Hamka ayah dari Bella Natasha Hamka. Karna merasa tidak salah dan tidak merasa takut sama sekali arum berdiri dari tempat duduknya.


" Silakan pak saya tidak akan takut dengan ancaman bapak, selama saya tidak bersalah" ucap tegas arum. Yang buat semua orang di ruang tersebut terkejut. Berani sekali arum menantang seorang Prayoga Hamka yang seorng wali kota di kotanya. Di tarik tangan arum oleh bunda agar arum duduk kembali, arumpun menurut dia mendudukan bokongnya ke sopa tadi.


"Kedua orang tua saya selalu mengajarkan saya sopan santun terhadap orang yang santun juga, bukan orang seperti anda BAPAK WALIKOTA PRAYOGA HAMKA yang terhormat " ucap arum dengan kata akhir sedikit dia lantangkan, yang membuat seorng Prayoga makin murka. Aditya yang melihat keberanian anaknya itu merasa tidak enak dengan orang orang yang ada di ruangan tersebut.


" Maafkan anak saya yoga" ucap aditya, karna merasa suka kenal lama dan posisi lagi di luar memberanikan aditya menyebut namanya dengan sebutan yoga. Aditya adalah seorng pengusaha dan juga pendiri yayan dan pesantren di sebuah kota, Dia termasuk pengusaha tersuksus juga di dunia.

__ADS_1


" Anak sama ayah sama ajh. Buah jatuh memang tidak jaub dari pohonnya" gumam prayoga, yang masi bisa di denger dengan orang-orang di sana termasuk aditya.


"Sepertinya yang harus belajar sopan santun itu anda bukan anak sayang" kesal aditya. Memang sebenernya hubungan aditya dan Prayoga itu tidak baik di dalam bisnis.


"Mumgkin bener apa yang di katakan anak saya tadi, jika dia tidak akan melukai orang jika bukan orang itu yang memulainya" lanjuy aditya sambil melirik ke arah bella yang sedang duduk di tengah tengah ke dua orang tuanya.


" Maaf bapak bapak saya pikir cukup dengan masalah ini, Saya mohon maaf keputusan daru sekolah tetep harus di jalankan" ucap kepala sekolah.Melihat aura masalah yang akan menjadi panjang kepala sokolahkan menutup masalah arum dan bella.


"Oke, terima kasik pak" ucap prayoga yang langsung berdiri dan menarik tangan istri dan anaknya keluar dari ruangan BK begitu saja.


"Terima kasih pak. Saya mohon maaf atas kejadian barusan dan atas kelakuan anak saya".ucap aditya.


Aditya pun bangkin dan bersalaman dengan guru guru yang berada di ruangan tersebut yang di ikuti istri dan anaknya juga.

__ADS_1


"Saya permisi pak, Asalam mualaikum" lalu keluar dari ruangan BK.


__ADS_2