LOVE YOU PAK USTAD

LOVE YOU PAK USTAD
Dua puluh sembilan ( kemarahan amar)


__ADS_3

Di rumah utama.


"Kamu pulang kapan dit?" tanya fatmah kepada anak pertamanya yang sedang duduk di sampingnya .


" Abis ashar buk" jawab aditya sambil menoleh kearah fatmah.


" Gak mau tingal lebih lama di sini? besok baru pulangnya" ucap fatmah yang merasa tidak rela anak pertamanya akan kembali kerumahnya.


" Gak bisa buk. Maa, adit ada banyak kerjaan yang gak bisa di tinggalin" jawab aditya sambil memgemgam tangan sang ibuk untuk mengurangi rasa kangennya.


" Iya udah tapi nanti pas jemput arum kamu lebih lamanya tingal di sininya, kamu kan jarang kesini kalo gak ada kepentingan" ucap fatmah. Tangan fatma terangkat menyetuh wajah anak pertamanya dan mengelusnya lembut.


" Aliza ngurusin kamu dengan baik ternyata" lanjutnya dengan senyum yang sangat manis walaupun wajahnya sudah penuh dengan kerutan.


" Nenek tenang ajah nanti pas jemput arum mas bakalan kesini lebih awal biar bisa lama lama di sini " ucap amar yang dari tadi diem memperhatikan ayah dan neneknya sajah. Fatmah tersenyum ke amar.


"Janjinya" ucapnya.


" Mas janji nek" jawab amar dengan semangat 46.


Sedangkan yang laen hanya tersenyum memperhatikan mereka bertiga.


" Emba aliza dimana mas? koq gak ikut kumpul disini?" ucap seseorang wanita yang baru saja memasuki ruang keluarga di rumah utama, semuanya yang ada di ruang keluarga pun menoleh kearah wanita tersebut.


" Ada di dalam kamar nur, lagi beres beres biar tidak ada yang tertingal" jawab aditya.


Nur pun mendudukan tubuhnya di sopa samping sang kakak wahyu.


" Kamu kenapa nur" tanya wahyu yang melihat rawut wajah adiknya itu seperti sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Nur melirik wahyu, " Nur mau minta ijin keluar mau beli keperluan dapur yang tidak ada" jawab nur.


"Biasanya juga kamu keluar keluar ajah tumben banget sekarang make ijin" ucap ibnu, nur mengendus tidak suka dengan ucapan sang bapak.


" karna di sini ada mas adit jadi kamu minta ijinnya?" ucap wahyu menggoda anak kecilnya.


" Ihhh enak ajah, ada gak ada mas adit kalo ada yang mau nemenin aku keluar gak pake ijin gini" ucap nur kesel.


" Owh jadi adiknya mas ini butuh sopir atau ojek gitu" ledek adit terdengar kekehan darinya dan yang laeny juga.


" ish malah ngeledek" ucap nur kesel.


" Sama rumi ajah yuk tan" rumi menyodorkan dirinya untuk mengantar sang tante keluar.


Nur memperhatikan rumi, lalu matanya berenti memperhatikan amar yang duduk di samping rumi. Bibir nur melengkung ke atas dengan sangat lebar saat ide gila di kepalanya perputar.


"Kalian berdua yang antrin tante keluar" ucap nur sambil menunjukan jarinya ke arah amar dan rumi. Amar melirik rumi sekilas lalu beralih melirik tantenya yang ada di depangnya.


Belom sempet amar menjawab ajakan sang tante hanpone amar berbunyi sangat nyaring. Amar ijin udur diri untuk menggakat telpon masuk.


" Hallo!!! assalam mualaikum" jawab amar.


"..."


"Ada disini emngnya kenapa?"


"..."


" Gak mungkin, masa iya adek saya mencuri yang bener ajah kamu man" ucap amar, teryata yang menghubungi amar adalah ustad aiman.

__ADS_1


"..."


" Iya udah saya ke sana bawa tante nur, tolong jagain adek saya dari amukan mas adam, terus kamu suru orang yang melaporkan adik saya juga ikut kumpul di sana, saya pengwn dengar sendiri dari mulunya" ucap adam sedikit emosi.


"..."


"waalaikum salam" ucap amar mematikan sambungan telepon san memasukannya ke dalam saku celana bahannya.


Amar berjalan memasuki ruangan keluarhanya lagi, matanya menelurusi ruangan tersebut mencari seseorNg yang di maksud dengan ustad aiman tadi.


Tapi orang yang dia cari tidak ada.


" Ayah tante nur kemana? " tanya amar setelah berada di samping aditya.


" Tante kamu keluar belanja di anter salah satu ustad di sini sama rumi" jawab wahyu.


" kirain kamu akan lama sama telpon masuk, jadi mamang menyuru salah satu ustad ajah di temeni rumi juga" lanjit wahyu yang melihat tanda tanya di wajah sang ponakan.


" Iya tadi yang telpon ustad aiman, menyuru mas untuk datang ke rumah mas adam, mas ke sana dulunya" ucap amar sambil berjalan meningalkan ruang keluarga setelah mendapat persetujuhan dari orang orang yang ada di sana.


" Assalam mualaikum" ucap amar setelah sampai di rumah adam sambil mengetok pintu utama.


"Waalaikum salam" jawab orang yang ada di dalam rumah.


Seseorang membuka pintu utama agar amar bisa masuk. Setelah pintu terbuka amar masuk terlebih dahulu sebelom mwnyapa tuan rumah, amar sudah sangat kesel dangan adik kecilnya karna kesalahan atum sudah sangat fatal di mata amar.


Di lirik adiknya yang sedang duduk m2nunjukan keoalanya, takut taku juga bikan masnya yang datang melainkan adalah ayahnya.


Amar melirik tajam kearah arum yang sedang menundukan kepalanya.

__ADS_1


" Bikin masalah terus hobi kamu dek" ucap amar dalam hati.


__ADS_2