LOVE YOU PAK USTAD

LOVE YOU PAK USTAD
Tiga puluh empat


__ADS_3

" bunda nyakin adek di titip di sini?" tanya azizha kepada bunda aliza ragu, di tengah perjalanan menuju rumah adam.


Setelah mengelilingi pesantren bunda mengajak anaknya untuk mampir ke rumah keponakanannya untuk mencari anak laki lakinya.


bunda menoleh ke arah azizha yang perjalan berjajar di samping kanannya sambil mengandengan tangannya.


" yakin lah mba. Kenapa nanya gitu si mba?, kemarin kan mba yang ngasih usul adek di titip disini dulu. Kenapa sekarang mba yang kurang yakin?" ucap bunda aliza sambil mengelus ngelus tangan putrinya.


"gimana mau yakin bun baru sampe ajah adek udah bikin masalah, kasihan mba bun sama kakek, nenek, dan mamang. Kalo harus tiap hari ngadepin adek, kalo kita kan udah biasa bun" ucap azizha.


" bunda percaya sama adek mu, insyallah dia bisa berubah dan tidak menyusakan orang di sini" jawab bunda menyakinkan putrinya


" insyallahnya bun" icap azizha.


Mereka meneruskan perjalanan dengan saling banyak bahan obrolan antara anak dan ibu.


Sesampainya anak dan ibu itu di rumah di tujuhnya. Mereka memberi salam dan masuk ke dalam rumah setelah tuan rumah menjawab salam dan mempersilakan mereka untuk masuk.

__ADS_1


" kamu di sini toh mas, bunda cariin kamu" ucap bunda aliza saat melihat putranya sedang asik dengan temen temenya.


Amar bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri bunda aliza, amar mengajak bunda duduk bareng dangan temen temenya dan adam di ruang tamu.


Ustad aiman dan ustad nathan bangkin saat melihat bunda dan langsung menghapiri ibu dari sahabatnya itu. Mereka berdua saling bergantian menyalami ibu dari sahabatnya itu.


" bunda sama siapa ke sini?" tanya adam.


" sama ziya mas. Sekarang ziyanya lagi sama istri mu" jawab bunda


" bunda nyari siapa ke sini?" tanya ustad nathan. Memang ustad nathan dan ustad aiman di suru memangil aliza sama dengan sebutan 'bunda' agar sama dengan amar dan adam.


" oh" seruh ustad nathan.


" adek udah balik kerumah kakek bun. Tadi si di sini sama mas" jawab amar.


" iya bunda takut ajah tadi, takut adek bikin masalah lagi" jelas bunda.

__ADS_1


"bener bun. putri bunda udah bikin masalah tadi" dalam hati amar, adam dan ustad nathan. sedangkan ustad aiman hanya tersenyum mendengar ucapan bunda aliza.


🍞🍞🍞🍞


" tamunya udah dateng?, terus mempelai prianya ada gak ziya?" tanya rani antusias mendengar cerita azizha yang mengatakan kalo calon mertua dari sepupuhnya berkunjung.


" kayanya gak deh mba. Ziya gak liyat ada laki laki muda yang keluar,dari mabil yang mereka tumpangi mba" jawab azizha.


" tapi gak apa apa zi, orang di sini juga ada kembarannya koq" ucap rani yang langsung membuat azizha terkejut.


" jadi mba dinda nikah sama yang kembar juga?" tanya azizha terkejut. Dan rani membenarkan.


"kerenya mba. Mba adinda sama mas adam kembar, terua calon suaminya juga kembar. Nanti mereka kalo punya anak doubel terusnya mba" lanjut azizha sambil tertawa kecil.


"ini anak mba rani kmbar juga gak? kaya mas adam sama adinda?" tanya azizha sambil mengelus perut buncit rani.


" hehehe. Gak zi, anak mba gak kembar" jawab rani.

__ADS_1


" kembar gak kembar yang penting sehat sampe lahiran nantinya mba" ucap azizha yang buat mereka mengucapkan kata amin bersamaan.


__ADS_2