
Amar menghentikan mobilnya di kedai makan yang berada di pinggir jalan. Mereka berdua pun turun dan masuk kedalam, setelah di dalam amar menyuru arum mencari tempat duduk sedangkan dirinya yang memesan makanan untuknya juga arum.
" Mas nantik selama adek di skor, mas bagi bagi waktunya buat ajak ade jalan jalan. Pasti bete deh kalo harus di rumah terus selama 1 minggu" ucap arum,setelah amar duduk di hadapannya.
"Males ah kerjaan mas banyak banget" ucap amar kepada arum. Arum memajukan bibirnya cemberut karna keinginanya di tolak oleh ama.
"Gak sayang ade lagi nih mas " ucap arum dengan wajah yang cemberut. Melihat adik ke sayanganya cemberut membuat amar gemes, amar pun cubit hidung kecil arum dengan gemesnya sambil tertawa pelan.
" Sakit mas ihhh " ucap arum sambil menepis tangan amar dari hidungnya. Pelayan pun datang membawa pesanan amar tadi, lalu mempersilahan amar dan arum agar mecobanya. Amar dan arum pun mengiyakan sambil tersenyum manis.
"Makan dek jangan cemberut gitu, jelek tau " ucap amar.
"Biar ah jelek juga adeknya mas " ucap arum sambil memulai memasukan nasi ke dalam mulutnya.
" Mas gak janjinya bisa nemenin kamu di masa masa kamu di hukum hehehe" ucap amar ,di tengah tengah kunyahan.
"Mas gak asik lagi nih" ucap arum. Mereka suda terbiasa makan sambil mengobrol, hal itu juga sering membuat kedua orang tua mereka marah jika melihat kelakuan adik kakak ini.
__ADS_1
"Kerjaan mas banyak dek. Ade sama mba ajah si" jawab amar.
"Males ajak mba azizha mah gak seruh, gak kaya mas" ucap arum dengan mulut yang penuh. Hal itu membuat amar tertawa.
"Hahaha. Udah kamu makan dulu, bibir kamu lucu dek kalo makan sambil ngobrol" ucap amar, setelah meminum minuman yang di pesanya. Mereka pun lalu melanjutkan makan tanpa mengobrol. Selesai makan amar kekasir membayar tagihan makanan mereka lalu menyusul arum yang suda menunggunya di deket mobil. Mereka pun memasuki mobil lalu melanjutan perjalanan pulang ke rumah dengan obrolan obrolan dan canda tawa. Setelay beberapa menit mereka sampai rumah, amarpun langsung memasukan mobil nya ke garasi rumah dan mereka berdua turun dari mobil setelah mobil terpakir dengan cantik.
"Assalam mualaikum bunda" ucap amar dan arum setelah mengetuk pintu utama.
"Waalaikum salam" bukan sangbunda yang menjawab melaikan sang kepala rumah tangga yang menjawab. Mendengar jawaban dari salam mereka,Mereka pun langsung masuk dan menuju ruang keluarga, yang dimana sudah ada seorang laki laki parubaya yang sedang duduk manis. Amar dan arum pun mencium pungung tangan lelaki tersebut dan duduk di dahapannya.
"Tumben ade baru pulang jam segini" ucap laki laki barubaya tersebut sambil melihat jam yang menempel di sisi dingding ruangan tersebut.
"Kamu baru pulang de" ucap azizha yang baru masuk ke ruang keluarga sambil membawa nampan yang berisi secangkir kopi. Lalu azizha menaru secangkir kopi tersebut di meja depan ayahnya.
"Iya mba hehehe" ucap arum sambil menunjukan deretan gigi putihnya.
"Zha mas minta air putih dong, haus ni" ucap amar ke pada azizha sambil mengelus ngelus lehernya.
__ADS_1
"Jangan mau mba. Suru ajah mas ngambil sendiri, kebiasan nyuru nyuru" ucap cepet arum ke pada azizha. Azizha tersenyum mendengar perkataan arum.
" Berisik kamu dek. Lagian mas nyuru adeknya mas jadi gak apa apa. Weel" ucap amar sambil mengelelan lidahnya ke arah arum. Baru saja azizha mau pergih ke dapur untuk mengambiljan air untuk masnya, bunda sudah dateng membawa nampan yang berisi seteko air dingin dengan 2 gelas.
" kamu duduk ajh mba. Bunda sudah bawa air nih" ucap bunda sambil menaruh air tersebut ke atas meja. Lalu bunda dan azizha duduk di sopa yang muat untuk 2 orang.
"Makasih bunda. Mas cinta sama bunda" ucap amar ke pada bunda. Lalu menuang air ke gelas dan meminumnya.
Mendengar anak sulung bilang cinta kepada istrinya membuat aditya cemburu. "kamu cari lah istri, jangan bilang cinta ke istri ayah"ucap aditya.
"Ihhh ayah kaya anak kecil ajah, cemburu sama anak sendiri" ucap arum sambil tertawa yang laen pun ikut tertawa melihat kelakuan kekanak kanakan ayahnya.
" Mas ade kekamar sana mandi trus sholat ashar, belom sholat kan?" tanya bunda di tegah tengah tawanya.
" Hehehe, iya bun " ucap amar.
" Iya sana kalian mandi trus sholat ashar. Nanti kita terusin lagi ngobrolnya abis makan malam" ucap ayah.
__ADS_1
Amar dan arum pun mengiyakan ucapan sang ayah. Amar dan arum oun bangkit dari sofa munuju kamar masing masing, sebelomnya mereka berdua tak lupa mencium pipi sang bunda terlebih dahulu.