LOVE YOU PAK USTAD

LOVE YOU PAK USTAD
Tiga puluh( penjelasan)


__ADS_3

" Kamu bisa gak si dek sehari ajah gak bikin masalah?" ucap amar dengan suara yang sangat lantang.


Anita yang mendengar teriakan mas dari temen baru sehari itu langsung meremes tangan arum yang duduk di sampingnya.


" Sakit teh" bisik arum yang merasakan panas pada telapak tanganya.


" Maaf. Abisnya mas kamu garang banget kaya kak ros marahin upin ipin" bisik anita dengan melirik amar dengan ujung matanya.


" Kamu ke sini sendiri?, teh nurnya mana?, kan dia saksinya" ucap ustad aiman kepada amar.


" Pergih ke luar dulu belanja" jawab amar tampah melihat lawan bicaranya. Pandangan amar masi tertuju kearah arum dan anita.


" Kamu nyuru saya jagain adek kamu dari amukan adam tapi kamu sendiri yang mau ngamuk, gimana si?" ucap ustad aiman. Amar melirik ustad aiman, lalu menarik napas dalam dalam.


Amar berjalan menuju ustad aiman yang duduk di sopa panjang, dan amar mendudukan tubuhnya di samping aiman.


" Siapa si yang ngasi info ke kamu sama mas adam tentang masalah ini ?" ucap amar kepada ustad aiman.

__ADS_1


" Kamu kenal koq orangnya"


" terus kemana orang itu?, apa dia takut buat bersaksi?" tanya amar dengan nada sedikit kesel. Ustad aiman menepuk pundak amar, " sabar mar, mungkin ini cuma salah paham ajah" ucap ustad aiman menenangkan temenya.


Amar hanya mengangutkan kepalanya.


🍃🍃🍃🍃🍃


"Kita belanjanya harus ngebut ni" ucap nur yang masi ada di dalam mobil.


" Amar telpon saya tadi katanya arum dalam masalah, dan ada kaitannya dengan saya" jawab nur.


Rumi yang mendengat ucapan sang tante langsung menoleh baku belakang yang sang tante dudukin, " bikin masalah apa lagi dia tan?" tanya rumi.


"Tadi pagi saat santri laki laki sarapan arum datang ke bagian dapur pas di sana dia ketemu tante, arum bilang dia laper iya sudah tante suru dia ngambil makannya sendiri tapi harus mendek mendek. Sepertinya saat dia mengambil makanan ada yang melihat, dan orang yang melihatnya itu melaporkan kejadianya kepada adam dan ustad aiman. Dan sekarang arun dan anita sedang di sidang sama mereka" ucap nur menceritakan kejadian yang menipah sang ponakan yang nasibnya sedang sial.


"Kenapa anita juga ikut ikutan teh?" tanya sang ustad.

__ADS_1


" Karna arum makannya bareng sama anita katanya" jawab nur. Sang ustad hanya mengangut ngangutkan kepalanya tanda mengerti.


"Terus siapa orang yang melihat arum tan?" tanya rumi yang masi setia menghadap sang tante. Nur hanya membalas dengan mengangkat kedua bahunya.


" Jadi ini ceritanya kasus pencuriannya tan?" tanya rumi sambil mengubah posisi duduknya karna sudah di tegor oleh sang ustad yang menjadi supir.


" Kaya si gitu" jawab nur.


" Arum tuh di suru tingal di sini gara gara bikin masalah di sekolahnya, terus hari pertama dia ada di sini sudah bikin satu pesantren geger, dan sekarang masalah lagi ajah. Dia itu hidupnya penuh sama masalahnya yang dia buat ya tan?" ucap arum yang sedang menghitung banyaknya masalah yang dibuat oleh sepupuhnya.


" kalo gitu arum itu sama seperti tante kamu mi waktu masi sekolah" ucap sang ustad.


"Apa si tad, udah deh jangan di ingat ingat " jawab nur dangan malu malu.


Raut muka nur yang malu malu membut sang ustad yang menjadi supir itu tertawa kecil.


Rumi yang melihat kelakuan kedua orang berbeda jenis kelamin itu hanya memandang aneh, sebab yang rumi tahu ustad yang ada si sampingnya itu pindahan dari luar pulau, dan sang tante tidak pernah tingal di luar pulau.

__ADS_1


__ADS_2