
Arum terus berjalan menuju dimana kelasnya berada. Di tengah tengah koridor sekolah arum menghentikan langkahnya karna melihat bella dan gagnya yang sedang berjalan ke arahnya.
Arum bukannya takut dengan bella hanya saja dia tidak mau mambuat masalah lagi,arum memilih menghidar dari pada berurusan dengan bella .
Masalah yang kemarin ajah belom selesai masa harus muncul masalah baru batin arum. Arum pun berbelok kearah jalan laen menuju kelasnya agar menghindari bella.
"Dia kaya takut deh sama kita" ucap okta salah satu temen bella.
"Iya udah ayok buru kejar" ucap bella langsung berlari mengejar arum.
"Kenapa lu menghindar dari gue?,takut lu?" tanya bella yang sudah dekat dengN arum. Arum tidak menghiraukan ucapan bella larna menurutnya itu hanya pancingan saja.
Bella yang merasa di cuekin dengan arum makin kesel. Di cekal tangan arum olehnya, arum pun berdiri menghadapnya.
"gue lagi ngomong sama lu, budek lu?" tanya bella sambil melepas cekalan di tangan arum.
Arum tetep diem, dia hanya tersenyum sinis kepada bella dan gagnya.
" Para. Budek beneran dia bel" ucap lisdi temen bella.
"Lu takut sama gue ah?masi untung gue berbaik hati gak menjarain lu " ucap bella kepada arum.
__ADS_1
" mau lu apa?" tanya arum.
" Mau gue?" tanya bella sambil menunjuk dirinya sendiri.
" ehmmm" jawab arum abil menaikan alisnya.
"Gue mau lu menderita" ucap bella.
"Hahahaha" arum pun tertawa dengan sangat kencang.
" lah dia malah letawa coba" ucap okta karna bingumg dengan sikap arum yang tidak ada takut takutanya dengan bella, padahal satu sekolah ini pada takut denganya.
"Kenapa lu ketawa ada yang lucu?" tanya sinis lisdi.Arum memperhatikan lisdi dari atas sampe bawa lalu senyum sinis menghiyasi bibirnya.
Baru tiga langka arum melangkah suda di dorong dari belakang oleh bella. Arumpun jatub tersungkur.
Murid murid yang laeb hanya berani melihatnya saja karna mereka tidak mau punya masalah dengan seorang bella yang suka membully dan anak dari wali kota di kota tersebut.
"Hahahaha" bella dan 2 temenya tertawa dengan sangat keras.
Arum berdiri dan menghapiri bella.
__ADS_1
" Gak bosen lu nya nyari ribut sama gue.Kepala lu ajah masi di perban" ucap arum kepada bella.
"Gue akan selalu nyari masalah dengan lu sampe gue bener bener ngeliyat lu henyap" ucap bella.
" Sebenernya masalah lu apa si sama gue ah? dari dulu lu selalu ajah ngusik gue" tanya arum, dia juga merasa heran kenapa bella selalu saja mencari gara gara dengannya.
" Karna gue gak suka dengan lu dari dulu" jawab bella.
"Apa yang bikin lu gak suka sama gue?hah." tanya arum.
"Hahaha" bella pun tertawa sambil kerjalan mendekati arum dan dia berbisik tepat di telinga arum.
"Karna lu selalu jadi penghalang gue untuk gue jadi yang terbaik di sekolah, dari SD sampai sekarang" bisik bella, lalu pergih meningalkan arum dan di susul dengan kedua temenya.
"Apa? pehalang dia? maksudnya apa ?" ucap arum sambil melihat kepergihan bella.
"Arum" Ucap arif sambil menarik jilbab arum.
"Eh" arum pun sadar dari lamunanya.
"Ngapain ngeliyatin bella?"tanya arif.
__ADS_1
" Gak papa rif. Kekelas yuk " ajak arum kepada arif. Arif hanya menjawab dengan angutan di kepalanya, arum dan arif pun berjalab kelas barengan.