LOVE YOU PAK USTAD

LOVE YOU PAK USTAD
Dua puluh enam ( mencari informasi)


__ADS_3

Di dalam kamar arum sedang sibuk dengan hanpone dan leptopnya, dia sedang asing mencari infomasi seseorang lewat semua medsos.


Sekarang jarum jam sudah menunjukan angka 03.30 am, tapi arum sama sekali tidak merasa ngantuk, padahal yang dia caripun hasilnya nihil, semua medsos yang dia buka tidak membuai hasil sama sekali.


Karna kesel tidak mendapatan apa apa atas pencariannya, arumpun mematikan leptop nya dan di taru di atas meja dekat tempat tidurnya dengan kesal, hanponenya pun menjadi korban di lempar kesembarang tempat.


Tiduk butuh waktu lama untuk arum terlelap, karna pada dasarnya memang arum orang yang ngampang tidur juga kepalanya sudah di atas bantal.


💥💥💥💥💥


"Adek belom bangun bun?" tanya aditya setelah mendudukan dirinya di meja makan, di meja makan semua penguhi ruma utama suda ada di meja makan sedang sarapan hanya arum sajah yang tidak ada.


" Sudah koq yah, tapi dia sedang keluar katanya si mau ikut penganjian sama santri wati" jawab aliza sambil menyiapkan sarapan untuk suaminya.


" Apa anak itu tidak akan bikin masalah lagi bun ?" tanya aditya sambil menerima piring yang berisi sarapanya dari tangan istrinya.


"Kamu takut arum bikin masalah di sini?" tanya kakek ibnu.


" Bukan gitu yah, arum itu berbeda dengan kedua kakaknya" jawab cepat aditya.


" Arum itu sama seperti kamu waktu muda, susah untuk di atur sama seperti kami, jadi jangan pernah kamu menpermasalahkan sikap arum yang sedikit pembangkang anggap saja kamu sedang becermin" ucap kakek ibnu menatap tajam kearah anak tertuanya.

__ADS_1


" Sudah pak jangan di perpanjang. Kalian habiskan sarapan kaliannya" ucap nenek fatmah.


Semua yang ada di meja makanpun memakan sarapan mereka dengan diem.


🐝🐝🐝🐝🐝


Di tempat laen.


Arum yang sedang berada di ruang aula kuhsus untuk para santri wati mengaji sedang duduk di pojok ruangan sambil melirik keluar gendela, arum sedang memperhatilan seseorang yang sedang mengatur santri laki laki sedang membawa kursi dan meja yang di gotongnya masuk sebuah ruangan yang di anggapnya sebagai gudang gudang.


Arum tersadar saat peria yang dari tadi dirinya perhatikan juga sesang memperhatikanya dari kejahuan.


Arum yang melihat peria tersebut sedang tersenyum manis dengan para paria lainnya pun ikut tersenyum.


" Kamu waras rum" tanya salah satu santri wati yang sedang duduk di sampingnya, dia yang dari tadi memperhatikan arum yang sedang senyam senyum sendiri merasa ada yang aneh dengan diri arum.


" Waras? memangnya saya seperti orang yang tidak warasnya?" tanya balik arum, wajah arum yang serius membuat si wanita yang duduk di samping arum menjadi salah tingah.


" Hehehe. Abisnya kamu aneh, dari tadi saya liyatin kamu senyam senyum sendirian" jawabnya sambil memberikan arum deretan gigi putihnya.


" Teh nita nyantrin di sini sudah lama?" tanya arum kepada wanit tersebut.

__ADS_1


" Saya di sini sejak lulus sekolah dasar" jawabnya.


"Kenapa teteh mau di nyantri disini?"


" Karna di sini pesantren terbaik yang tawarkan oleh kedua orang tua saya, kenapa memangnya?"ucap nita.


"sekecil itu sudah masuk pesantren apa gak takut?" tanya arum, dia sayangat penasaran dengan santri santri di sini yang sedari kecil sudah mau hidup mandiri dan berpisah jauh dengan kedua orang tua mereka.


Andai itu dirinya mungkin arum tidak akan sanggup hidup berjauhan dengan keluarganya, apa lagi jauh dengan ayah dan bundanya, di tingal aditya ke luar kota untuk urusan kantor saja suka minta ikut.


" Tadinya juga saya merasa berat untuk menjalankannya. Tapi lama kelamaan saya betah di sini malahan saya tidak mau meningalkan pesantren ini jika suda lulusan nanti " jawab anita.


" Kenapa?"


" Saya anak tungal, kedua orang tua saya pengusaha mereka berdua tidak punya waktu untuk menemani saya di ruma saya kesepian jika berada di rumah, tapi di sini saya punya banyak sahabat, di sini saya punya kekuarga yang sesungguhnya" jelas anita.


Arum yang mendengar cerita anita matanya bekaca kaca dia merasa dirinya sangat lah beruntung, memiliki seorang bunda dan ayah yang selalu perhatian denganya, memiliki kedua kakak yang sangat memanjannya dan ada di saat di butuhkan jika dirinya kesepihan.


" Apa mungkin dia juga sama kesepian atau punya masalah laen yang membuat dirinya ada di pesantren ini" ucap arum dalam hati.


Arumpun kembali saling berbagi bercerita dengan anita dan sesekali melirik ke arah luar, dirinya sangat senang bisa membagi cerita dengan anita yang juga anaknya sangat ceria.

__ADS_1


__ADS_2