
Arum berlari kecil sambil membawa makanan ditangannya kearah taman dimana anita sedang duduk.
" Teh ayok makan" ucap arum setelah sampai dan duduk di samping anita.
Anita melirik arum dengan wajah bingung, " koq teh arum bisa dapet makannya si, siapa yang ngasih ijin? " tanya anita.
" Gak ada yang ngasih ijin, saya ngambil sendiri. Udah ayok makan teh udah laper banget ni" jawab arum sambil memasukan makanan kedalam mulutnya setelah berdoa di dalam hati.
Anita hanya menurut sajah dia juga sudah merasa sangat laper jadi lah dia dan arum mengabiskan makananya berdua.
" Kalian makan gak butuh minum?" ucap seorang pria yang ada di balik pohon yang sedang arun dan anita dudukin.
" huk huk huk" arum dan anita sangat terkejut dengan datangan suara tersebut, anita yang sangat mengenali suara orang tersebut tampa melihatnyapun menjadi gemetar.
" Anita kamu tau tidak makanan yang kamu makan itu hasil mencuri?" tanya pria itu lagi.
" mencuri?" tanya anita dengan gemetar, dia melirik arum yang juga sedang menoleh ke arahnya.
__ADS_1
" Gak koq, makanan ini halal" ucap arum sambil mengibaskan kedua tangannya di udara.
"Makananya memang halal, tapi tidak berkah karna halsil mwncuri" ucap pria yang masi duduk di balik pohon besar itu.
" Siapa si, lemes banget dah tuh mulut, saya udah ijin koq saat mau ngambil makananya" ucap arum kesal.
Arum bakit dari duduknya dan berjalan kearah balik pohon itu untuk melihat pria yang dari tadi berbicara, anita pun mengikuti arum.
Arum yang melihat pria yang ada di balik pohon itu langsung tersenyum.
Anita yang dari tadi di buat terkejut menjadi lebih terkejut dengan sosok yang ada di balik pohom tadi yang teryata kedua ustad yang di seganin di pesantren tempatnya menuntut ilmu.
" adek bikin ulah lagi" tanya adam.
Ustad aiman dan ustad adam yang dapat lapor ada pecuri di ruang makan, langsung bergegas mencari kebebarannya .
Adam yang sempet marah dengan orang yang mengasih informasi karna mengatai adik sepupuhnya sebagai pencuri , semakin marah karna yang di ucapin orang tersebut taryata bener.
__ADS_1
" Adek gak harus mencuri untuk bisa makan di sini banyak makanan, adek bisa bawa anita pulang ke rumah utama untuk makan, atau datang kerumah mas minta sama emba rani kalo adek mau makan jangan mencuri" ucap adam dengan nada tinggi.
Arum yang awalnya tersenyum langaung menundukan kepalanya.
" Adek gak mencuri mas, ade udah bilang koq ke tante nur" ucap arum.
" Jangan bawa bawa tante dek, kalo tante nur yang ngasih ijin kenapa ada orang yang liyat kamu mengambil makanan dengan cara bersembunyi sembunyi" tanya adam dengan kesel.
Ustad aiman menepuk pundak adam, dia tau kalo adam saat ini sangat kecewa dengan adik sepupuhnya, tapi dia juga tidak tega saat melihat raut wajah arum berubah saat di bentak adam.
Arum mendongakan kepalanya melirik adam yang sedang marah dengannya, " Arum gak bohong mas, kalo gak percaya tanya ajah deh sama tante nur" jawab arum.
" Kalian berdua ikut ke rumah mas sekarang" ucap adam sambil pergih meningalkan arum yang langsung di ikuti oleh ustad aiman.
" Teh arum makanan yang tadi kita makan bukan hasil curian kan?" tanya anit memastikan.
" Bukan koq teh, tenang ajahnya sekarang kita ikuti mereka dulu ya" ucap arum lalu menarik tangan anita agar mengikutinya menuju kediaman adam.
__ADS_1