
Setelah sampai di dalam kelas arum duduk di bangkunya,dengan posisi menyandarkan kepalanya ke sederan bangku .Sahabat sahabat arum juga sudah ada di kelasnya sedang mengobrol.
" Kenapa dah tuh muka?kusut bener" tanya suci kepada arum.
"Bete dia ketemu si bella tadi di depan" alif yang menjawab.
"Ah" teriak ke 4 sahabat harum.
"terus ribut lagi gak lu? ada yang luka gak? ada guru yang liyat gak? terus bella parah gak gak lukanya?" pertanya bertubi tubi di lontarkan oleh gadia untuk arum. Arum yang mendengar ocehan gadis dia hanya menarik napas dalam.
"woy jawab woy" teriak andika karna kesel pertanyan dari gadis tidak ada 1 pun yang di jawab oleh arum.
"berisik tau gak kalian" ucap gadis sambil melipat tangan ya keatas meja dan mengelamkan wajahnya.
"Alif lu ajah yang jawab dah" ucap suci
"Gue liyat si kaya ya mereka gak ribut gede, cuma bacot doank kaya ya" jawab alif tak yakin.
" Gak mungkin kalo arum dan bella dekat cuma adu bacot" ucap sadam.
"rum woy jawav napa kepo kan kita" ucap suci sambil mengoyang yoyangkan bahu arum.
"Bener kata alif" jawab arum siang.
"Gadis sadam balik sana lu ke kelas kalian, bentar lagi guru bel masuk ni" lanjut arum mengusir.
__ADS_1
"Ya elah lu rum. Iya udah gue balik kelas dulu, nanti istirahat kita ketemu di kantin ajah ya" ucap sadam. Walapun dia kesel tapi dia menurut dengan yang di katakan arum.
"Ayok dis " lanjut sadam sambil menarik tangan gadis agar keluar dari kesal temenya ya itu. Gadis yang di tarik hanya menurut saja walaupun mulutnya tak berhenti mendumel.
Sahabat sahabat arum yang sekelas dengan nya pun pindah duduk ketempat duduk mereka semula.
Aruk mengakat kepalanya lalu menengok ke arah belakang di mana tempat suci duduk.
"Lu tau gak si kenapa si bella selalu ajah nyari masalah sama gue?" tanya arum ke pada suci.Andika yang duduk di samping arum pun mendengar pembicaraan arum.
"Gue juga bingung sama tuh anak dulukan kita ber 4 akrab banget sama dia, gak tau kenapa pas SMP dia berubah gitu" ucap suci.
"Iya rum gue juga sama,gak ngerti sama jalan pikiran dia. Kita dari kecil bareng bareng pas di SMP dia malah ngagap lu itu musuh dia" limpah andika.
"Lu pernah bikin salah gak sama dia?" tanya andika.
" Kalo gue tau, gue gak nanya lu pe*" ucap bella kepada andika dengan emosi.
" selow rum selow" ucap andika sambil mengakat kedua tanganya.
"hahaha" gelak suci melihat mukah takutnya andika.
"Arum andika guru udah masuk noh" Ucap alif memberitahu.
Arum dan andika pun mempersisikan duduknya dengan rapih menghadap kedepan.
__ADS_1
Mereka semuapun mengikutin pelajaran pertama dengan sangat serius.Tidak ada yang berani memngobrol selama guru matik itu menerangkan, guru matik yang kenal kiles dan sangat tega jika mengasih hukuman kepada muris muris yang melanggar aturanya. Maka dari itu semuanya pun bungkan.
****
Di kantin arum dan ke lima sahabatnya sudah duduk di meja pojok kantin tempat biasa mereka duduk. Dengan makananyan sepesanan mereka masing masing.
"Gimana lu udah tau jawabannya rum?"tanya suci setelah menghabiskan siomaynya.
"Belom" jawab singkat arum.
"Jawaban apa si?"tanya sadam.
"masalah bella yang mengagap arum itu sebagai halangan buatnya" jawab suci.
"Emang halangan apa?"tanya bingung gadia.
"kalo gue tau gue gak akan myari tau lola"jawab arum kesel.
"Biar nanti gue yang nyari tau deh" jawab alif.
Semuanya yang duduk di meja itu melirik alif dengan senyim penuh arti.mereka tau alif itu anak yang sangat gampang dapet informasi sekecil apapun di skolah ini.
"Gue percaya sama lu lif" ucap cepet arum.
Mereka pun makan sambil mengobrol dan bercanda. Terkadang persahabatan mereka membuat sebagian murid di sana itu iri karna kedekatan dan perhatian persahabatan mereka yang layaknya sepertih sodara.
__ADS_1