LOVE YOU PAK USTAD

LOVE YOU PAK USTAD
Dua puluh tujuh ( memergoki)


__ADS_3

Selesai mengaji arum di ajak keliling bangunan khusus penghuni wanita oleh anita, karna lelah arum pun mengajak anita untuk istirahat di sebuah taman, mereka duduk di bawah pohon yang cukup besar.


Setelah beberapa menit dirinya beristirahat arum menyium bau masakan, karna bau masakan yang tercium oleh hidungnya membuat perutnya berbunyi, anita yang juga mendengar suara yang berasal dari perut arum tergelak.


"Teh laper gak? arum laper ni" ucapnya sambil mengelus ngelus perut ratanya.


" Iya aku juga udah laper" jawab anita mengikuti arum mengelus ngelus perut ratanya.


" Dapurnya di mana teh?" tanya arum menghadap anita.


" Tuh" ucap anita sambil menunjuk bangunan yang di sebut daput dan juga ruang makan untuk para santri dan santri wati untuk mengisi perutnya. Bangunan itu terletak tengah tengah antara bangunan khusus wanita dan laki laki dan paling dekat dengan bukit.


" kesana yuk teh, laper ni"ucap arum, arum pun bangkin dari duduk nya lalu dia menyodorkan tanganya untuk membantu anita bangun.

__ADS_1


"Tapi belom waktunya buat kata makan teh, sekarang masi giliran laki laki yang sedang makan, kita tunggu beberapa menit laginya? kita tunggu giliran santri wanita yang makan baru lah kita kesana" jelas anita.


"Siapa si yang bikin aturan? koq mau makan ajah ribet banget" tanya arum dengan kesel, dia sudah sangat laper makaya dia tidak bisa menunggu untuk mengisi perutnya. Di tambah peraturan yang dia tidak tau siapa yang bikin itu membuatya makin kesel.


" Itu peraturan dari kiyai besar teh, katanya si dari pertama pesantren ini di dirikan aturan itu sudah ada teh" jelas anita.


" alasannya?" tanya arum yang yang buat anita menjadi bingung juga untuk menjelaskannha, karna dia juga tidak pernah tau alasan mengapa peraturan tersebut di buat.


" Maaf teh saya gak tau " ucap anita.


"Ngapain?" tanya anita yang bingung dengan arum yang menyurunya menunggu dia untuk pergih ke ruang makan.


Arum tidak menjawab pertanyaan anita, dia langsung melangkahan kakinya ke arah ruang makanan tersebut dengan bersenbunyi sembunyi agar dirinya tidak ketahuan karna ingin mengambik makanan untuknya dan juga anita.

__ADS_1


Setelah mengendap ngendap arum pun sampai di dalam bangunan tersebut, arum bersembunyi di bawa meja makan yang di atasnya sudah ada berbagai macam makanan.


Arum yang sedang menggu waktu segang untuk dirinya m3ngambil makanan pun hanya pasrah di kolong meja.


Dirasa sudah sepi arum kekuar dari persembunyiannya, dia pun langaung bergegas mengambil piring dan menyedok nasi dan beberapa lauk untuk dirinya dan anita.


Setelah cukup dengan yang ada di atas piringnya arum pergih dengan mengendap ngendap seperti awal dia memasuki ruangan tersebut.


Arum tidak menyadari, jika dari tadi dia memasuki ruangan tersebut dengn cara mengendap ngendap dan sampe sekarang dia sedang mengambil makanan untuk dirinya dan anita teryata ada seseorang yang memperhatikannya dari kejauhan.


Orang tersebut hanya diem melihat arum yang sedang menganbil makanan, karna baginga menghukum pencuri seperti arum itu bukan dengan cara di sanparai dan di nasehati.


Dia diem hanya untuk memikitkan cara apa yang akan di berikannya ke pada harus karna sudah berani dia mencuri di dalam pesantrwn ini.

__ADS_1


" Tunggu hukumanmu anak kecil" gumamnya sambil melirim arum yang berjalan jauh kearah taman yang tidak jaub dari situ.


__ADS_2