
"Mas rumi koq kita ke sini? kenapa gak pulang ke rumah utama ajah si?" tanya arum kepada rumi, arum bingung kenapa dia harus ke ruang aula pesantren bukannya di bawa ke rumahl utama.
" Berisik " bukan rumi yang berbicara melainkan ustad nathan, dia sangat pusing dengan celotehan arum sepanjang perjalan mereka menuju ruang aula.
" sejak kapan anda ganti nama jadi rumi pak" ucap arum ketus sambil melebarkan matanya, kearah ustad nathan yang ada di depannya berasa sadam.
" Dek gak boleh gitu" ucap sadam sambil nenoleh ke arah arum.
" suru temen mas itu gak usah usilin adek " ucap arum sambil menunjuk ustad nathan, sadam dan arumi hanya saling pandangan melihat dua orang yang baru saja bertemu bisa langsung menjadi musuk.
" Mas belom jawab, kenapa kita kesini?" lanjut arum sambil melirik rumi yang berjalan di sampingnya.
Rumi melingkarkan tanganya di pundang arum, " kamu banyak banyak sabarnya nanti" ucapnya. Arum yang merasa aneh dengan ucapan sepupuhnya itu hanya bisa diem dengan kebungungan.
****
" Assalam mualaikum" ucap keempat orang yang baru saja memasuki ruang aula.
__ADS_1
" waaikum salam" jawab semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
Arum yang melihat bundanya menangis di pundak bibinya, dan mbanya yang sedang mengngelus ngelus pundak bundanya pun terkejut.
Arum berlari ke arah bundanya dan langsung duduk di depan kaki bundanya, " bunda kenapa nangis? adek minta maafnya bun, gara gara adek bunda jadi khawatir dan menangis" ucap arum sambil menciumi tangan bunda aliza.
" Ilham tolong bawa yang laenya untuk kembali melakukan aktifisnya, sebelomnya saya ucapkan terima kasih kana kalian semua udah mau membatu keluarga saya mencari cucu saya" ucap kakek ibnu ke pada salah satu pemuda yang membatu mencari arum, lelaki yang bernama ilham tersebutpun mengiya perintah dari kiayi besar di pesantren mereka menuntut ilmu.
" sadam, rumi dan ustad nathan silakan kalian duduk" lanjutnya kepada ketiga peria yang sedang berdiri tidak jauh darinya.Mereka bertiga pun mengiyakan.
" Adek dari mana saja sih, kenapa keluar gak ijin dulu sama bunda dan ayah?" tanya bunda aliza sambil mengelus kepala arum yang ada di pangkuanya.
" Bunda adek gak papa koq, tadi adek ikut mas sadam dan kawanya panen ikan di empang bun, adek gak luka koq, malahan adek suka koq, ternyata nangkap ikan lele susah bun. Bunda jangan nangis lagi, maafin adeknya bun bikin bunda khawatir" jawab arum, antusian mencerita pengalaman pertamanya menangkap ikan langsung.
Mendemgar jawaban dari arum semua yang ada di ruangan pun hanya tersenyum.
" adek gak kangen sama kakek sama nenek?" ucap laki laki tua yang sedang duduk di sopa tungal.
__ADS_1
Arum pun monoleh ke arah suara tersebut. Senyum mengenbang kala melihat orang yang tadi bebica dan arum pun menusuri pandangannya ke suamua orang yang ada di dalam aruangan tersebut.
Arum bangkit dari duduknya dan menghapiri kakek ibnu, arum mencium pugung tangan kakek ibnu dan juga memeluk laki laki tua itu dengan sayang erat, " Adek kangen banget sama kakek" ucapnya setelah melepaskan pelukanya dari kakek ibnu.
" kakek juga kangen sama cucu kakek yang nakal ini" ucap kakek ibnu setelah mencium kening cucunya.
" Kangennya sama kakek doanya ade, sama nenek gak?" ucap wanita yang hampir seumuran dengan kakeknya, wanita tua tersebut duduk di bangku dengan kedua putranya di samping kiri dan kanannya.
" kek ada yang merajuk adek di sama keke terus, ade ke sana dulunya takut kelamaan merajuknya kan kasihan kedua cowo tanpannya, nanti adek yang bakan kena marah sama kedua cowo tampan itu" ucap arum kepada kekek ibnu, yang di iyakan oleh kakek ibu.
Yang laennya hanya terkekeh mendengar celotehan arum. Arum pun bangkin, dan menuju dimana neneknya sedang duduk.
" Nenek tuh wanita tercantik dan yang paling adek sayang nomor dua jadi jangan merajuk lah" ucap arum setelah sampe di depan neneknya, sambil mencium pungan tangan neneknya dan mencium kedua pipi wanita tua tersebut.
Arumpun langsung mendapatkan hadia kecupan di setiap wajahnya oleh wanita tua itu.
" cucuk nenek yang nakal udah besarnya" ucap nenek fatmah ( istri kakek ibbu dan inbu dari ayah aditya).
__ADS_1
"Nenek koq bilang adek nakal si?" ucap arum dengan wajah yang di buat buat merajuk.
" gak sadar dia nakal banget, baru dateng ajah udah bikin satu penghuni pesantren panik" guman ustad nathan, tapi sayangnya orang orang di dalam ruangan yersebut masi bisa mendengar ucapnya semunya pun tertawa, kecuali arum yang langsung memandang tajam kearah ustad nathan yang berdiri di belakang sofa yang aditya, wahyu dan nennek fatmah duduki.