
Arum yang sedang asik menangkap ikan dan bermaen lumpur bersama adam dan ke tiga kawannya, berbeda sal di kediam kakek ibnu.
"Mas udah 3 jam kita keliling nyari arum, tapi arum belom ketemu" ucap aliza sangat panik.
Sekarang keluarga besar dari kakek ibnu sedang berkumpul di aula pesantren. Karna berita kaburnya cucu dari pemilik pesantren para penghuni pesantren turun serta mencari keberadaan arum.
" Sabar mba, yang laen masi mencari arum koq ke luar wilayah" ucap may sambil menenangkan aliza.
" Mba kamu coba telpon masmu, kali ajah adekmu udah sampe rumah" ucap aliza kepada azizha.
" Iya bun" azizha pun bergegas menelpon amar.
" Assalam muaikum " salam sekumpulan remaja.
" Waalaikum salam" jawab mereka yang ada di aula.
" Gimana ada?" tanya wahyu kepada sekumpulan anak remaja yang baru saja sampe mencari arum.
" Maaf bi, di daerah utara saya gak ketemu arum" jawab salah satu anak laki laki yang seumur dengan arum.
" Bun, mas amar bilang arum gak ada di rumah. Mas akan ke sini ikut mencari katanya" ucap azizha setelah menelpon amar.
" Ayah gimana ini dengan arum" ucap aliza sambil menangis, ibu mana yang tidak sok mendengar anaknya kabur dan sampai sekarang belom ketemu.
" Sepertinya arum gak akan pergih jauh dari sini, masalahnya di sini di kelilingi oleh hutan" ucap seorang laki laki tua yang sedang duduk di sopa tungal.
" Assalam mualaikum, mas mba maaf saya gak ketemu arum di wilayah barat, di wilayah santri wati juga tidak ada yang melihat arum" ucap fahri suami dari may dan beberapa orang di belakangnya,yang baru sajah dateng.
"Semua wilayah sudah kalian cari kan? tanya aditya kepada semua orang yang ada di ruang aula.
" sudah koq pakdeh" jawab salah laku dari mereka mewakili.
"Kira kira daerah mana yang belom kita kunjungi yu?" tanya aditya ke pada wahyu yang sedang duduk di sampingnya.
Wahyu segenap sedang memikiran wilah mana saja yang belom di telusuri untuk mencari ponakaanya itu.
__ADS_1
" Bi, apa jangan jangan arum sedang sama aa adam, masalah dari tadi kita pada panik mencari arum tapi aa adam gak kelihatan" ucap seorang wanita yang seumuran dengan arum.
Tiba tiba semua orang pada diem dan merilik ke arah si wanita yang berbicara tadi.
"Rumi dimana aa kamu sekarang?" tanya wahyu kepada anak laki lakinya yang sesang berdiri di belakang kakek ibnu.
" Hari ini aa lagi panen ikan di empang bi, sama ustad nathan dan santri laeninnya" jawabnya rumi.
" kamu paranin aa kamu di sana, dan jika ruma tidak ada kamu cari dia di wilayah sana sampe ke ladang ladang. Bawa santri laennya juga untuk membantu" ucap wahyu kepada anak laki lakinya. Rumi pun bergegas meningalkan aula yang di ikuti oleh kelima santri.
⚘⚘⚘⚘
Di kolam ikan.
" Dasar orang kota nora banget si" ucap nathan kala melihat arum yang tertawa bahagia setelah bisa menangkap ikan lele oleh tangannya sendiri.
" syirik ajah" ucap arum dengan nada ketus.
" Dam, koq bisa si kiayi besar punya cucu macam gini, beda sama dinda kalem" bisik nathan kepada adam yang ada di sampingnya.
" Tapi bang cantiknya tidak mengalahkan dinda" bisik salah satu kawanya yang nama faizal.
"Hahaha, kalian jangan bandingkan dia sama adek gue. Biangnya ajah beda dan tumbuh juga di lingkungan yang beda, jadi wajar ajah kalo dia rada bar bar" ucap adam.
" adek gue bilang pernah ketemu lu di mall xxx kemarin bener gak?" bisik adam kepada nathan. Nathan pun mengagutkan kepalanya bertanya iya.
"Katanya lu sama cewe, siapa tuh cewe doi?" bisik adam.
" Bukan itu nasya, kamarin gue jemput sodara gue sama dia" jawab natahan. Adam hanya ora ria.
" Mas ini udah abis ikannya. Mau panem yang mana lagi?" tanya arum.
" Istirahat dulu dek, udah siang juga ini. Nanti orang rumah khawatir lagi nyariin kamu" jawab adam, arumpun meniyakan.
Lalu mereka sumanya pun bergegas naik kedaratan sudah hanpir 3 jam mereka ada di dalam kolam, mereka pun memeberaskan peralatan dan membersikan diri dari kotoran.
__ADS_1
Selama mereka sedang sibuk dengan memberikan diri , rumi dan yang laenya pun mengahampiri mereka.
" A adam liyat arum gak? arum ilang a dari rumah kakek. Kita semua lagi panik nyari arum ni" ucap rumi setelah sampai menghampiri adam dan yang laeninnya.
Karna arum sedang membersikah diri dia tidak terlihat di sana oleh rumi.
" Salam dulu kalo mau nyapa orang itu, mau saya hukum kamu? jangan mentang mentang anak kiayi kamu" ucap nathan dengan nada tegas ke rumi.
" Assalam mualaikum. Maaf tad saya lagi panik adik saya kabur dari rumah kakek" uca cepet rumi sambil mengulang salamnya.
" Waalaikum salam" ucap semuanya serentak.
" Gak usah panik adik kamu ada. Noh orangnya" ucap nathan sambil menunjuk arum yang baru saja keluar dari bilik kecil dengan dagunya yang.
Rumi pun melirik ke arah dagu nathan, " Dek semua orang pada panik nyariin kamu, ternyata kamu kaburnya di sini" ucap rumi kepada arum.
Arum melirik rumi dengan rawut muka bingung, " siapa yang kabur si?" tanyanya.
" Kamu lah"
"Siapa yang bilang adek kabur?" tanya arum.
" Pakdeh sama mba ziya, katanya kamu kabur dari jendela kamar" .
" Hahaha. Iya emang adek keluar dari jendela tapi gak niat kabur mas" ucap arum sambil tertawa.
" Iya udah ayok buru deh kerumah utama, jangan sampe budeh pingsan ya di buat kamu de" ucap adam.
" Zal tolong urus ininya abang mau ke rumah utama dulu, than ikut gue" ucap adam kepada
nathan.
" Dan kalian tolong bantuin aa faizalnya" lanjutnya kepada kelima pemuda yang tadi ikut dengan rumi.Mereka pun mengiyakan perintah adam.
Lalu adam mengajak rumi untuk balik kerumah utama bersama rumi dan nathan...
__ADS_1