
Di tengah tengah koridor sekolah arum menhentikan langkahnya,Ayah dan bundanya melakukan hal yang sama .
"Ayah sama bunda pulang duluan ajah nya aku masi ada jam pelajaran" ucap arum sambil mencium tangan kedua orng tua itu.
Arumpun berlari menuju kelasnya. Melihat anaknya udah menghilang ayah dan bunda pun melanjutkan langkah pulang ke rumah.
"Asalam mualaikum" ucap arum setelah sampe depan kelas. Guru dan murid yang laennya pun menoleh ke arah pintu.
"Maaf pak saya telat, abis dari ruang BK dulu tadi" sebelim di tanya arum sudah lebih dulu menjelaskan. Guru pun mempersilakan arum untuk masuk dan duduk agar bisa mengikutin pelajaranya.
"Gue kira lu balik bareng ayah sama bunda rum"ucap suci. Setelah arum mendudukan bokongnya di bangku. Arum meloneh ke arah belakang di mana suci duduk.
"Gak lah tas gue masi di sini" ucap arum, lalu berbalik arah depan sambil mengeluarkan buku dari tasnya.
"Bukanya lu takut di ceramahinnya sama ayah" ucap andika temen sebangku arum.
"bener tuh" timpal firman yang ada di depan nya.
" Ayah mah sayang sama gue mana. Mana iya dia nyeramahin gue " ucap arum dengan nada sombong.
__ADS_1
"Alah paling juga nanti di rumah lu kena omelnya" ucap sicu.
"Hahaha" temen temen arumpun tertawa kecil mendengar ucapan sicu. Mereka semua tau ayah itu orng yang kaya gimana karna mereka bertemen audah sangat lama. Apa lagi sama sicu dan andika mereka berteman sudah sejak masuk TK.
"Kalian kalo mau bercada di luar ajh" terikan pak guru
Arum dan ke 3 temennya pun langsung pada diem. Dan fokus dengan yang di jelaskan oleh guru di depan.
"Gila lu hampir ajah tadi kita pada di keluar" heboh firman. Setelah Bel berakhirnya pelajaran bunyi dan guru pun sudah keluar dari kelas.
"Iya gara si arum emang" kesel suci.
" Tapi masalahnya tadi ada di lu rum, kita kan ketawa ngetawain lu" ucap andika yang berpindah duduk menjadi di atas mejanya.
"Hay" teriakan seseorng wanita yang berada di depan pintu, wanita tersebut berlari ke arah arum dan temen temen yang di ikuti dengan seorang laki laki.Untung kelas suda rada sepi karna sebagian murid di kelas sudah banyak yang keluar entah kemana.
" Gak pake teriak teriak bisa gak si dis" ucap arum sambil menutup telinganya dengan tanganya. Cewe yang teriak tadi bernama GADIS AYUNINDIAS dan cowo yang di belakangya tadi bernama SADAM RUMI SETIAWAN. Mereka juga temen arum yang berbeda kelas jika isrihat atau jam kosong merwka selalu menghapiri arum dan yang laen atau sebaliknya.
"Tau ni anak gak sakit apa tengorokan lu?,tadi di kelas juga lu yang paling berisik" ucap sadam sambil menepis kaki andika dari bangku agar dia bisa duduk di bangku samping arum, sedangkan arum duduk si bangku dekat firman . Gadis hanya senyam senyum sajah mendengar celotehan temennya karna suda biasa baginya. Gadis adalah wanita periang dan sangat peminim.
__ADS_1
"Lu berdua emngnya gak ada gurunya?"ucap arum.
"Gak ada guru ya gak masuk" ucap sadam.
"lu kapan ngejalanin skornya rum" ucap andika pada arum.
"Senin lah, Satu minggu free gue hahaha" jawab arum dengan ketawa bahagia.
"Gila. Di skor malah bahagia" ucap suci
"Bahagia lah gue,satu minggu gak ketemu kalian ahhh ademnya hidup gue" ucap arum sambil bergaya lebay.
"Awas ajah lu kalo bosen terus ngajak kita pada otw ogah gue" jawab firman memaliki temen temenya yang kesel dengan ucapan arum walaupun bercanda.
"ih arum nanti kangen loh sama gadis" ucap gadis dengan nada yang sangat lembut.
" Ogah gue mah kangen sama lu berisik" ucap andika.
Mereka pun tertawa yang melihat wajah cemberut di wajah gadis. Lalu mereka pun berbicara sekali kali bercanda dan ketawa bareng.
__ADS_1