
Setelah selesai makan dan menikmati secangkir kopi buatan rima, roman kembali ke kamar dan membuka semua mainan dan cemilan yang ia dan julia beli bersama untuk ketiga anaknya.
setelah membuka roman memanggil kedua putranya dan juga putri kecilnya kemudian membagikan camilan dan mainan teruntuk mereka tersebut.
wajah ketiga anak tersebut terlihat berbinar menerima banyak hadiah mainan juga cemilan yang dibawa oleh ayahnya..
"wah, banyak sekali mainannya, ayah" kata anak tertua
" ia itu semua buat kamu, jangan lupa setelah main disimpan kembali biar tidak hilang yaa, nanti kalau punya uang ayah beliin lagi yang lain"sahutnya juga memberi janji kepada anak-anaknya.
jujur di dalam hatinya ia begitu merasa bersalah kepada anak istrinya karena telah berbuat sesuatu di luar batas. dia ingin jujur pada rima namun takut rima akan membencinya namun jika dia menyembunyikannya suatu saat pasti akan ketahuan.
di sudut ranjang Rima duduk sambil memperhatikan suaminya
"dari mana roman dapatkan semua itu? apa dari wanita itu ya? " batin Rima
terus memandangi suami dan anaknya dengan penasaran sehingga pandangan rima tak berkedip.
roman yang merasa di perhatikan dan melihat raut wajah rima, roman mengerti kalau rima begitu penasaran dengan semuanya. namun roman mengacuhkan itu. sembari meneruskan bercanda bersama ketiga anaknya.
**
__ADS_1
julia yang sudah sampai di bandara kota N dan kini dalam perjalanan menuju rumahnya. langsung saja mengabari roman kalau dirinya sudah dalam perjalanan ke rumahnya.
"sayang, aku sudah sampai di bandara, saat ini aku dalam taksi menuju rumah" isi pesan Julia untuk roman
karena takut rima curiga roman belum menjawab apapun dan bermain kembali dengan anaknya.
saat malam, rima beserta keluarganya makan malam bersama tak terkecuali roman.
"baru pulang man? " tanya ayah mertuanya
"iya" singkat roman
"hm, kemarin banyak kerjaan, papa taukan ini akhir bulan banyak laporan yang harus diperiksa oleh pak bos jadi saya harus nginap di sana nungguin pak bos pulang larut. takutnya kalau saya pulang ke rumah paginya saya tidak bisa jemput pak bos karena ngantuk" jelas roman
karena jawaban yang diberikan roman masuk akal sehingga ayah mertuanya langsung bungkam dan melanjutkan kembali makam malamnya.
roman juga melanjutkan makanannya namun jika rima bertanya ia akan jujur jika dia sudah menikahi seorang janda dan menjamin semua kebutuhannya dengan syarat seminggu dalam 3 bulan roman harus menemaninya.
rima yang melihat percakapan papa dengan suaminya hanya bisa menebak-nebak walaupun dia belum percaya dengan apa yang di jelasin Roman.
**
__ADS_1
selesai makan malam roman keluar membeli rokok kemudian menelpon Julia untuk menjelaskan mengapa ia tak membalas chatnya Julia karena dia lagi bersama rima.
selesai mengakhiri percakapannya dengan Julia, roman langsung kembali ke rumah.
sampai di rumah roman langsung menuju kamarnya
di dalam kamar rima mengajak roman berbincang sebentar.
"pa, kamu kemana aja seminggu ini? alasan kamu sama papa aku nggak percaya juga semua mainan dan makanan untuk anak-anak dari siapa? wanita yang bersamamu malam itu siapa pa? " ucap Rima dengan nada sendu sembari menatap manik suaminya
roman menarik nafas panjang, sembari mencari kekuatan untuk menjelaskan kepada rima.
"wanita itu istriku yang kedua setelah mu, maaf aku melakukan semua ini tanpa ijin mu. aku hanya ingin membantu ekonomi lebih keluarga ini karena kamu banyak keinginannya sementara aku tak mampu memenuhi semua itu karena gaji aku tinggal sedikit untuk diterima. dia hanya butuh aku dalam waktu seminggu bersamanya setiap 3 bulan dia akan datang untuk berobat dan disitulah aku diminta untuk menemaninya.
kamu tak perlu khawatir dia begitu baik, dia akan memberimu semua apa yang kamu inginkan karena dia punya toko emas juga sebuah restoran di kotanya. aku pun tak bisa akan ke kotanya karena kakaknya melarang dia menikah lagi namun kami sudah terlanjur karen takut mendekati zina jadi kami menikah siri. kamu harus menerima ini karena ini juga aku lakukan untuk kamu dan anak-anak.
hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membahagiakanmu. kamu paham kan maksudku.. dan aku minta jangan marah apalagi benci padaku.
rima mengangguk percaya dan berusaha lapang ketika mendengar dia memiliki madu (suaminya menikah lagi).
dan inilah saat yang tepat
__ADS_1