
Rima saat ini masih saja termenung memikirkan pesan yang dikirimkan oleh julia. Rima tak tahu harus berbuat apa tapi jika hanya diam memikirkan itu tak ada gunanya lebih baik bertindak seolah tak ada apa-apa. dia akan membuat julia betah dan saling menyayangi. dia. akan bernegosiasi dengan hatinya. segera saja dia menghubungi julia.
Rima
" Assalamu'alaikum, Aku ingin meminta sesuatu padamu" send
Julia
"Waalaikum salam, Iya katakan saja. Aku akan menyanggupinya" Send
Rima
"Jika kau ingin ke sini 3 bulan lagi. Aku hanya ingin kamu tidak memberitahu apapun kepada anak-anak tentang hubunganmu dengan roman karena aku tak ingin psikis anak-anak ku terganggu. boleh? " Send
Julia
"Kau tenang saja dan jangan terlalu tegang. Anggap saja ini liburan dan kau juga akan mendapatkan bonus yang setimpal asal kau mau bekerja sama". Send
Rima
__ADS_1
" Baiklah. itu saja yang aku mau. kamu cukup menghargai anak-anak ku ".
Send
Julia hanya membaca pesan itu dan tak menjawabnya hanya menertawai ketakutan yang dialami rima. namun dia sadar kalau benar dengan permintaan rima dan dia akan mengabulkan itu.
rima yang masih khawatir karena pesannya tak di balas. segera saja ke kamar mandi untuk membenamkan segala kekalutan nya. dia juga berencana akan membicarakan ini dengan suaminya agar tak salah dalam melangkah.
Lama sudah menunggu, saat ini hari mulai gelap, Anak-anak saat ini sedang bermain di ruang tengah sambil menonton TV. Sedangkan rima sedang berada di dapur menyiapkan makan malam.
Pintu di ketuk, pertanda roman sudah pulang. karena sudah selesai dengan pekerjaannya rima segera beranjak menjemput roman. Dan mengambil alih Tas serta jaket nya roman.
"kamu kenapa? Tanya roman
Rima hanya memberikan pesan yang dikirimkan julia pada ponselnya.
" ini" ujar rima sambil meletakkan ponsel di tangan roman
roman yang melihat pesan itu langsung tercengang. lalu berpikir bahwa hal inilah yang membuat rima merenung.
__ADS_1
"kamu tak usah khawatir, kita akan melaluinya bersama-sama" ujar roman menenangkan.
"Aku tidak masalah jika dia kesini tapi anak-anak, apa yang akan di tanyakan anak-anak kepada kita tentang dia" ucap rima khawatir
"tenang saja, dia pasti takkan berulah. pasti dia juga sangat menyayangi mereka sehingga dia takkan membuat mereka kecewa" ucap roman masih dengan nada menenangkan rima.
Setelah perbincangan itu dan ketika merasa tenang rima segera ke dapur untuk menyiapkan secangkir kopi kesukaan roman. selesai membuatkan kopi, rima segera mengantarkannya di kamar. rima tak mendapati roman di sana. segera rima turun untuk melihat keberadaan suaminya. dan jelas saja rima menjumpainya di teras belakang. roman sedang mengobrol dengan putri kecilnya sambil menikmati pemandangan di sekitar teras tersebut.
"rupanya disini, aku sudah berkeliling lama berkeliling mencarimu" ujar rima dengan wajah yang cemberut.
"Ah, kopi ku sudah jadi rupanya" roman sengaja bersikap biasa saja di depan putrinya agar tak lagi sedih.
"ini" ujar rima seraya menyerahkan kopi kesukaan suaminya itu.
"kamu jangan sedih lagi. lebih baik kita nikmati waktu beberapa bulan ini sebelum dia datang" ujar roman setengah berbisik.
rima tak menjawab dan segera meninggalkan roman di tempat itu bersama putri nya.
"benar yang di katakan roman, aku harus menikmati beberapa bulan ini. kalau begitu mulai malam ini aku akan memberikan pelayanan yang baik untuk roman. agar dia bisa mengenang tentang diriku. dan mulai besok aku akan mengunjungi rumah perawatan agar aku takkan kalah dengan julia. mumpung uang yang dia berikan masih banyak dan pastinya dia juga akan mengirimkan ku kembali awal bulan depan jadi tidak ada salahnya aku melakukan perawatan" BATIN RIMA.
__ADS_1