
Selesai Makan siang, rima membersihkan meja makan dan mencuci semua peralatan masak dan makan yang mereka gunakan. setelah itu dia menuju ke ruang tengah dimana roman dan dua anaknya berada.
"ini kopi untukmu dan cemilannya juga" ujar rima menyajikan kopi dan cemilan itu di meja.
"Rima, Apa kamu tidak merasa keberatan dengan semua ini?" tanya roman dan rima hanya menganggukkan kepalanya.
rima dan romantik menikmati siang itu dengan berbincang-bincang ringan di ruang keluarga tersebut. roman kemudian mengajak rima ke taman belakang rumah tersebut. dan duduk bersama di ayunan tempat bermain anak-anaknya.
"Apa kamu tidak lelah dengan semua ini, karena aku sudah cukup lelah. menurutmu kita akhiri saja semua ini atau bagaimana?" tanya roman memastikan
"Jalani saja dan biarkan julia yang mengakhirinya karena dia yang harus mengakhiri agar kamu tidak mendapat masalah " jelas rima
"kenapa, seperti itu? " tanya roman yang makin penasaran.
"ya, inilah jalan yang harus kamu pilih. kamu mau kamu di pecat lalu hutang kita yang masih setengah kamu mau membayarnya? " tanya rima dengan nada lirih
__ADS_1
"aku masih mau bekerja dan membayar itu semua. tapi apa aku takkan membuatmu terluka jika aku terus bersamanya". ujar roman sedih
" tunggulah sejenak, bersabarlah. kamu harus kuat. kan enak juga jika dia masih membantu membayar setengah setiap bulannya" ujar rima meyakinkan
"baiklah.jika ini yang terbaik, aku akan melakukannya".ujar roman sambil menahan nafas frustasi
rima meyakinkan semua akan baik-baik saja karena rima yakin kalau julia akan mengakhirinya.
roman yang menatap sendu manik mata milik rima hanya bisa menggenggam erat jemari istrinya sembari memberi kekuatan. dan rima yang mendapat perlakuan seperti itu, kemudian mendekat dan segera memeluk erat suaminya.
"kamu sangat baik".ucap roman sembari membalas pelukan istrinya.
"angkat saja HP mu berdering siapa tau penting".ujar rima
" iya" roman menjawab dan segera menekan tombol hijau di ponselnya.
__ADS_1
"Hallo, Assalamu'alaikum" ucap orang di seberang sana
"waalaikum salam" jawab roman
"man, ini aku julia. aku mau kamu sabar ya dengan hubungan kita. aku janji akan tetap memberikan uang kepada mu meski kita belum dapat bertemu denganmu beberapa bulan depan sampai semua usahaku menjadi kondusif. jangan tanya ini nomor siapa. karena ini nomorku. disimpan ya" pinta julia
"iya" jawab roman.
julia pun memutuskan panggilan itu. sementara roman merasa frustasi dengan keadaan yang di jalaninya.
untuk mengubah keadaan itu rima mengajak roman jalan-jalan sebentar mengelilingi kompleks perumahan itu berdua saja. rima ingin memberikan waktu kepada roman agar dia bisa menjalani semuanya dengan baik.
mereka dengan tanpa ragu meninggalkan ketiga anaknya pergi mengunjungi salah satu tempat wisata terdekat yang ada di wilayah tersebut.
puas menikmati hati sore itu, rima kemudian mengajak roman menemaninya untuk berbelanja karena kebutuhan mandi mereka sudah habis dan lupa dia membelinya.
__ADS_1
setelah puas dengan rutinitas mereka diluar rumah dan merasa roman sudah sedikit tenang. mereka pun langsung pulang ke rumah karena mengingat anaknya hanya bertiga di rumah.
sesampai mereka di rumah rima segera mengecek anaknya di kamar mereka masing-masing. dan dia merasa semua baik-baik saja. kemudian dia menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya setelah itu dia akan memulai lagi rutinitasnya sebagai seorang ibu rumah tangga yaitu memasak, membersihkan rumah dan memandikan anak-anaknya. rima yang sekarang bukan lah rima yang dulu. rima yang sekarang adalah wanita yang mandiri, kuat dan hebat.