
di kediaman julia, sang kakak mulai menceramahi nya, sang kakak sangat menyayangkan kelakuan sang adik sang sudah merebut suami orang padahal masih banyak pemuda yang tertarik padanya. namun tak tahu mengapa adiknya itu memilih lelaki yang jauh dari kriteria nya. hanya pria miskin yang mau hidup enak dengan menjual tubuh untuk memuaskan wanita.
"apa kamu yakin dengan jalan hidupmu ini, julia" tanya sang kakak
"aku hanya main-main kak" jawab julia
"apa hanya main-main, apakah mainanmu itu tidak akan menghancurkan banyak orang? " ucap sang kakak dengan penuh ketegasan
"aku tau, tapi lihat saja permainanku ini tetap akan berakhir. karena ini hanya permainan kak, tenang saja" jawab julia dengan santai padahal kakaknya sudah penuh dengan amarah
"kamu ini apakah sebuah hubungan hanya untuk main-main. berhentilah" lirih sang kakak
__ADS_1
"tidak, aku belum puas mempermainkan nya. aku mau dia Sehancur-hancurnya karna telah menggodaku bahkan telah membuatku jatuh cinta dengan statusnya yang palsu" ucap julia masih dengan nada santainya.
"apakah takkan sakit hati" Ucap kakak nya lagi
"tidak, bahkan aku yang akan menyakitinya" jawab julia dengan tegas dan santai
"baiklah lakukan sepuasmu, tapi jangan sampai kamu rapuh. apalagi menyangkut seorang pria" jelas kakaknya kembali
lain di mulut lain di hati, sebenarnya julia kini merasa hancur karena roman sudah beberapa hari tak menghubunginya walaupun hanya lewat pesan singkat. julia memang telah jatuh cinta tapi di hadapan roman julia berlagak dewasa dan tak berperasaan, dia masih mengijinkan roman menjalin kasih dengan rima namun di hatinya ingin memiliki.
julia yang hancur atau roman yang akan hancur?
__ADS_1
**
saat ini rima sedang terlelap setelah melakukan kewajibannya sebagai istri yaitu melayani batin suaminya.
sementara roman hendak tak terpejam sedikitpun memikirkan kembali langkah atau cara yang akan dia lakukan ketika sudah pindah di rumah kontrakan bersama rima dan anak-anak nya. karena roman sudah berjanji akan segera meninggalkan julia namun disisi hatinya dia masih menginginkan semua kasih sayang dan materi yang julia berikan pada nya. sementara rima pun menikmatinya.
bingung dengan keadaan itu roman memutuskan untuk menjalani semua ini untuk beberapa saat sampai benar-benar yakin bahwa siapa yang akan dia tinggalkan.
pagi menjelang semua orang sudah kembali dengan aktivitasnya masing-masing. selesai sarapan anak-anak ke sekolah roman ke kantor dan rima kembali menyelesaikan pekerjaan rumah nya karena benar dia adalah ibu rumah tangga.
saat ini rima berada di balkon atas sedang menyapu dan menata bunga-bunga miliknya. Ibunya menghampirinya dan mengajak berbincang sejenak. keduanya duduk di teras balkon berbincang santai dengan tema hidup berumah tangga. banyak petuah yang ibunya berikan untuknya. rima pun hanya mendengarkan itu semua sambil memilah apa yang baik dan tidak baik dia ambil. rima yang sibuk mendengarkan tak berharap bahwa akan terjadi cekcok antara dia dan ibunya hanya saja melakukan hal itu.
__ADS_1
setelah berbincang ringan dengan ibunya yang kini sudah meninggalkannya. Tiba-tiba menetes air matanya melamunkan petuah dari ibunya. dia hanya berharap langkah yang di ambil olehnya yaitu untuk bersama roman di sebuah rumah kontrakan takkan memicu pertengkaran antara dia dan orang tuanya. karena rima tau orang tuanya takkan pernah mengijinkan dia keluar dari rumah itu. namun rima sudah bulat tekadnya dengan harapan semua baik-baik saja.