
Hari tengah senja, keduanya (rima dan roman) bergegas untuk kembali dan akan mampir ke rumah orang tua rima untuk menjemput anak-anak nya.
3 Jam perjalanan yang ditempuh kini rima dan
roman sedang berada di rumah orang tua rima untuk menjemput anak-anak. tak ingin berlama-lama karena tak ingin diintrogasi oleh mamanya rima memilih segera berpamitan setelah membereskan semua perlengkapan anak-anaknya.
setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya rima dan roman segera meninggalkan rumah itu bersama anak-anaknya untuk kembali ke kontrakan mereka.
Di perjalanan pulang, rima meminta roman berhenti sejenak ketika berpapasan dengan penjual pentol goreng di jalan. namun roman malah membawa rima di restoran bakso langganan mereka. rima merasa sangat beruntung, baginya roman nya telah kembali. itulah perasaannya saat ini. walau dia tak begitu paham hal apa yang akan menimpanya kelak. namun dia harus menikmati apa yang saat ini dimilikinya. setidaknya rasa kecewa yang hadir kelak telah terganti saat ini dengan segenap cinta yang dirasakannya.
di restoran bakso, rima bersama anak-anaknya sedang duduk menunggu roman yang tengah memesan beberapa porsi bakso untuk mereka nikmati. setelah memesan roman kembali duduk bersama keluarganya.
rima menatap lekat roman, mendapat tatapan itu roman segera menggenggam tangan istrinya seolah mengatakan semuanya akan baik-baik saja. rima hanya tersenyum menanggapi perlakuan suaminya itu.
__ADS_1
"kenapa tersenyum?" roman bertanya karena penasaran dengan perilaku istrinya.
rima tak memberikan jawaban apapun selain menarik kedua sudut mulutnya menampilkan bahwa dia sedang bahagia saat ini.
selesai makan bakso mereka kembali meneruskan perjalanan kembali ke rumah.
sesampainya di rumah, rima bergegas memandikan ketiga anaknya itu kemudian memakaikan pakaian tidur. selesai dengan kegiatannya itu roman memilih pergi menuju dapur untuk menyiapkan susu hangat untuk anak-anak dan secangkir kopi untuk suaminya. rima sangat bahagia bahkan lebih dari bahagia itu karena dipikirannya saat ini dia harus memberikan pelajaran kepada madunya tanpa disadari oleh suaminya.
Entah kenapa merasa ada yang sedang disembunyikan oleh istrinya. roman memilih untuk pergi menemui anak sulungnya dengan harapan mendapat jawaban yang setimpal agar bisa mengurangi rasa penasarannya. namun sama saja anak sulungnya tak mau menjelaskan apapun sehingga dia pun pergi menemui anak bungsunya dengan harapan yang sama.
roman tak kuasa keinginannya tak membuahkan hasil hanya meninggalkan rasa yang sampai saat ini tak tahu apa alasannya. sehingga hampir saja membuatnya frustasi.
di tengah kekalutannya, rima mendekati roman yang sedang duduk di tepi ranjang miliknya.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya rima
"kamu membuatku frustasi rima" jawab roman
"apa yang hendak membuatmu seperti ini? bukankah aku katakan kalau aku bahagia dan tak perlu ku jelaskan alasan kebahagiaan yang kurasa saat ini, cukup kamu tahu bahwa aku bahagia bersamamu saat ini" jelas rima
"baiklah kalau begitu" aku akan menikmatinya
mendapat perlakuan itu, rima tersentuh dan kemudian dia segera memeluk suaminya dan menangis.
"hey kenapa? apa aku berbuat salah? " tanya roman
"tidak, aku hanya ingin kamu berada di sampingku saja" jawab rima.
__ADS_1