Maduku ATM Berjalanku

Maduku ATM Berjalanku
Part 31


__ADS_3

selesai membayar semua belanjaan mereka di kasir kini keluarga kecil itu kembali pulang ke rumah.


senyum indah terukir di wajah wanita beranak 3 itu karena hari ini dia sangat senang dengan perlakuan suaminya yang sungguh manis akhir-akhirnya walau dia sadar kalau yang di lakukan suaminya hanya sebuah trik untuk meyakinkan orang tua rima bahwa hubungan mereka baik-baik saja tak ada yang namanya hadir orang ketiga antara mereka berdua. namun disisi lain roman berharap perlakuan manisnya ini bisa membuat rima luluh dan segera mengikuti keinginannya untuk meninggalkan rumah orang tuanya. jika mereka sudah ngontrak tidak ada lagi yang akan mencampuri urusan rumah tangga nya dan istrinya akan bersiap hidup sederhana sesuai penghasilannya dan dia akan melepaskan julia karena dia sadar dia dan julia bukan lah sepasang insan saling mencintai, mereka bersama hanya karena keadaan. julia membutuhkan roman hanya untuk kepuasan hasrat yang lama terpendam sementara roman juga hanya ingin menjual dirinya karena kebutuhan. roman dan julia sudah membicarakan hal ini dari awal mereka akan tetap berhubungan namun hanya sebatas sepasang kekasih nikah sirih. mereka takkan mempublikasikan secara hukum hubungan mereka karena alasan yang sama.


ketika memasuki rumah, orang tua dan keluarga rima merasa heran dengan tingkah rima yang berubah. rima terlihat sangat bahagia, begitupun dengan anak-anak nya.


merasa diperhatikan, roman segera mengajak istrinya masuk ke kamar. agar rasa heran itu tidak memunculkan berbagai pertanyaan dari orang tuanya.


"ayo ke kamar, simpan semua barang-barang ini. apakah kau tidak menyadari bahwa aku sedang keberatan dengan belanjaan ini" ajak roman dengan nada bergurau dan senyum tulus yang dihadirkannya.

__ADS_1


"maaf, aku lupa. maaf membuatmu repot dan Terima kasih untuk hari ini" ucap rima masih dihadapan orang tuanya.


"iya, Sama-sama. ayo kita ke kamar" ajak roman lagi.


rima segera mengikuti langkah suaminya menuju kamar mereka. sesampainya di kamar, rima kembali membuka suara dan bertanya


"aku tulus melakukan semua ini. aku menyadari aku telah salah melangkah. tapi semalam sampai hari ini aku tulus memberikan sebagai suamimu. dan kau harus tau juga harus menerima keadaan ini ya. yang ikhlas semoga terlewati semua ini dan indah pada waktunya" jelas roman memberi kepercayaan dan kekuatan untuk rima terhadap keadaan yang saat ini tercipta di antara hubungan mereka


"Terima kasih, aku sungguh sangat bahagia. namun apakah kau tetap ingin kita pindah dari sini? " ungkap rima dan bertanya kepada suaminya yang tengah menatapnya

__ADS_1


" iya, itulah keputusanku. bukan karena aku ingin bebas supaya tak ada yang curiga terhadap hiruk biduk rumah tangga kita namun


aku hanya ingin rumah tanggaku tak dicampuri oleh siapapun. aku hanya ingin kamu dewasa dalam mengambil setiap keputusan tentang hubungan kita tanpa nasihat atau saran dari siapapun termasuk keluargamu karena yang lebih mengerti hubungan ini hanya aku dan kamu. mereka takkan mengerti karen bukan mereka yang menjalani" jelas roman dengan panjang lebar untuk membuat rima paham dengan maksudnya.


"akan aku pikirkan kembali, setelah aku siap akan aku beritahu, tapi hubungan kalian bagaimana?" tanya rima


" akan ku urus itu karena akulah yang menjalani semua itu. kamu cukup lakukan itu kita keluar dari sini secepatnya. masalah tempat kamu tak perlu khawatir aku sudah menyiapkan sebuah rumah kontrakan dan pasti kamu akan nyaman" jelas roman kepada rima dengan ekspresi meyakinkan bahwa tak ada yang perlu di cemaskan.


rima mengangguk kemudian beranjak dari tempat dan segera memindai semua barang belanjaan mereka tadi ke tempat persediaan bahan.

__ADS_1


__ADS_2