
mereka berdua mengenakan pakaian itu untuk kembali bertempur tapi sebelum dari itu roman menghubungi rima untuk memastikan keadaannya juga anak-anaknya atas persetujuan julia.
setelah bergelut dengan rutinitas yang sama kini mereka hanyut dalam alam bawah sadar masing-masing. hingga pagi mulai menyapa kedua insan tersebut.
roman yang hanyalah seorang pegawai biasa kini harus segera bergegas diri mulai dari membersihkan diri (mandi), mengganti pakaian, dan sarapan. setelah itu semua roman harus jauh-jauh menjemput bosnya di mansion untuk kembali bekerja (pergi ke kantor).
setelah menjemput bosnya, roman menanyakan apakah hari ini ada jadwal keliling keluar kantor atau hanya beraktivitas dalam kantor saja. dan bosnya pun hanya mengatakan bahwa hari ini dia akan berada di ruangannya seharian selain makan siang.
tak terasa perjalanan menuju kantor sudah terlalui dan kini dua orang itu sudah berada di kantor tempat mereka bekerja. roman sengaja mengikuti langkah sang bos menuju ruangannya karena ada hal yang ingin roman katakan.
__ADS_1
"Pak, apa aku boleh pulang sebentar saja? aku ingin melihat anak-anakku karena sudah beberapa hari ini aku tinggalkan" tanyanya pelan dengan nada lirih karena takut.
"emang kamu kemana saja beberapa hari ini?" pak bos kembali bertanya tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan yang telah roman utarakan.
"aku bersama julia, pak. untuk itu aku belum bisa mengunjungi mereka 4 hari ini" jawab roman dengan sangat hati-hati.
pak bos yang sudah paham bagaimana kisah hidup roman saat ini hanyalah menganggukan kepala sebagai tanda memberikan ijin kepada roman.
sampai di sekolah, roman melihat rima duduk di bangku tempat tunggu yang sudah di sediakan pihak sekolah untuk orang tua yang ingin menunggu/menjemput anaknya. segera saja roman menghampiri rima dengan memanggil nama rima.
__ADS_1
"rima, kau sudah lama? mengapa tak mengabari untuk mengantar jemput mereka? padahal aku masih bisa melakukan ini, kau hanya perlu menghubungiku" jelas roman yang tidak di tanggapi sama sekali oleh rima, bahkan tidak dengan anggukan.
rima sengaja tidak menjawab itu karena rima tak mau mengganggu julia dan roman. karena rima sadar hanya dengan julia, roman bisa meluapkan semua kerinduan karena memang sejak bersama rima, roman tak pernah meluapkan apa yang dirasakannya.
melihat kondisi rima, roman paham kalau rima tak mau berdebat atau mengganggu hari-hari roman yang tinggal beberapa hari lagi mereka bersama. dan langsung saja duduk di samping rima dan segera memeluk putri kecil mereka.
roman dan putrinya bercanda sambil sesekali menggoda rima yang kini menatap ayah dan anak perempuan itu.
jam pulang pun telah tiba, semua anak berlari menghampiri orang tua masing-masing. roman segera mengajak anak-anaknya untuk pulang namun diperjalanan mereka mampir sebentar untuk makan siang. dan setelah itu mereka pulang di antar sampai rumah oleh roman. kemudian roman kembali ke kantornya karena takut sangat bos sudah menunggunya untuk pergi keluar menyantap makan siang di sebuah restoran siap saji langganan mereka.
__ADS_1
**
ayo jangan lupa tinggalkan like juga komennya.