Maduku ATM Berjalanku

Maduku ATM Berjalanku
Part 35


__ADS_3

3 bulan berlalu kini waktunya julia berkunjung ke kota M karena memang hari ini jadwalnya berkunjung selain menemui roman julia punya aktivitas lain yaitu berobat karena dia mengalami sebuah penyakit yang konon katanya hanya dapat di obati di rumah sakit ternama di Kota M padahal alat medis di kota kelahirannya jauh lebih canggih di bandingkan dengan alat medis yang ada di kota M. inilah alasan utama julia menginjakkan kaki ke kota M dan berkelanjutan dengan kisah cintanya bersama roman.


tepat pukul 3 pagi, julia telah mengabari roman untuk menjemputnya di bandara pukul 4 sore. karena dia akan tiba di kota M pada waktu yang ditentukan tersebut. roman bahagia namun ada juga rasa sedih karena harus meninggalkan istri dan anaknya selama sepekan sementara rima belum memutuskan kapan akan tinggal di rumah yang telah dia sediakan.


"bisakah kita pindah dari sini pekan depan? ayolah jangan menunda-nunda. disana kau akan bebas melakukan apapun dan tehrindar dari si nenek sihir yang suka iri hati padamu. hari ini dia akan datang apakah dia sudah memberitahumu? berapa banyak yang dia berikan untukmu pekan ini saat aku menghabiskan waktu bersamanya" tanya roman penasaran karena setiap dia akan menghabiskan waktu dengan julia rima akan menerima sejumlah uang yang sangat fantastis jumlahnya. (author nggak bisa bayangkan jika dapat uang sebanyak itu, Kira-kira berapa banyak ya 😄).


"dia menghubungiku dua hari yang lalu, dia telah mengirimkan uang untuk bayar hutang 3 bulan ke depannya, selain itu juga dia beri aku 10 juta untuk uang saku pekan ini dan jika servis mu bagus di ranjangnya untuk setiap malam dia menginginkannya dia akan memberikan bonus untuk kita" ucap rima dengan berderai air mata seolah tak tega suaminya berbuat demikian namun apa hendak dikata bagaimana pun hubungan mereka hubungan yang halal di mata agama.

__ADS_1


"aku sudah menduga, tapi mengapa kamu menangis. apa kamu berempati kepadaku? sudahlah aku sudah biasa melakukan itu. kamu cukup bahagia dan pikirkan kapan kita akan keluar dari rumah ini" ucap roman menenangkan


"akan ku pertimbangkan secepatnya akan memberikan keputusan, karena akupun merasa terganggu dengan sikap kakakku yang suka mencampuri urusanku. namun apa kamu sudah mendapatkan rumah untuk kalian tinggal pekan ini? " tanya rima dengan nada pelan


"sudah, aku dan dia takkan menginap di hotel lagi karena kakakmu begitu berbahaya" jawab roman


"baiklah, aku akan memberitahumu. sore nanti aku sudah takkan pulang bisakah kau menyiapkan pakaian untukku selama sepekan? dan ikutlah denganku ke depan seolah kau mengantarku ke perjalanan dinas, agar mereka tak curiga" jelas roman

__ADS_1


rima hanya menganggukkan kepala dan segera memilih pakaian santai dan pakaian kerja suaminya kemudian mengatur nya ke dalam sebuah koper kecil dan segera membawa koper itu ke depan menyusul roman yang sudah berada di dalam mobil kantornya.


melihat tingkah laku anak dan menantunya, papa rima bertanya.


"mau kemana, sampai harus bawa koper" tanya papa penasaran


"mau nginap sama bosnya soalnya banyak pekerjaan sehingga dia harus lembur menemani sang bos di mansionnya" jawab rima membela roman sambil menutupi permainan dan rahasia mereka

__ADS_1


__ADS_2