
Jam pulang pun telah tiba, semua anak berlari menghampiri orang tua masing-masing. roman segera mengajak anak-anaknya untuk pulang namun diperjalanan mereka mampir sebentar untuk makan siang. dan setelah itu mereka pulang di antar sampai rumah oleh roman. kemudian roman kembali ke kantornya karena takut sangat bos sudah menunggunya untuk pergi keluar menyantap makan siang di sebuah restoran siap saji langganan mereka.
setelah mengantar bosnya makan siang, roman memilih duduk bersantai di ruangannya. itulah roman memang kerjanya hanya santai saja tidak terlalu berat. dia hanya mengantar-jemput kemana tujuan bosnya akan pergi. ketika bosnya hanya berada di dalam ruangan, roman pun hanya duduk-duduk santai sambil memainkan ponsel pintarnya.
di tengah keseriusan roman sedang main game, sebuah panggilan masuk dari julia. roman segera mengangkatnya
"Hallo, kenapa sayang? " tanya roman panik
"Hai, tidak apa-apa hanya saja besok pagi aku harus segera kembali ke kota N, karena ada masalah dengan tokoku. apa kamu tidak keberatan karena aku hanya beberapa hari saja dengan mu disini" tanya julia dengan nada hati-hati
__ADS_1
"hmmp, padahal aku masih kangen lho tapi mau gimana lagi kalau itu harus" ucap roman dengan nada pura-pura kecewa padahal di dalam hatinya sudah sangat senang karena akhirnya julia akan pergi untuk sementara dan niatnya kali ini dia ingin menata semuanya dari awal kembali bersama rima karena dia sadar posisinya bersama julia hanya sebatas rekan ranjang dalam ikatan pernikahan namun ikatannya dengan rima begitu berbeda.
julia mendengar ucapan roman tiba-tiba menjadi sendu karena julia sebenarnya ingin memuaskan diri walau tak selamanya berada dikamar namun setidaknya roman bisa bahagia bersamanya karena julia merasa roman sedang membutuhkannya namun dia sudah bertekad untuk kembali ke kota Nya karena kakaknya sudah mengancam julia untuk menghentikan semua hal yang ia lakukan karena kakaknya merasa adiknya telah menyakiti hati banyak orang namun lain dengan rima yang dianggap sebagai korban justru sangat menikmati hidupnya saat ini.
Tak terasa hari mulai senja roman segera mengantarkan bosnya ke mansion dan segera kembali ke rumah julia namun sebelum sampai roman mampir sebentar menemui rima dan anak-anak.
"kenapa tiba-tiba ada disini? nanti di cariin lho" ledek rima
"tiba-tiba kangen aja sama kamu" ucap roman sambil mengedipkan sebelah mata seraya menggoda istrinya itu.
__ADS_1
roman sadar rima telah banyak berubah. baik dari hati, pikiran juga penampilan. roman yakin pada pilihannya kali ini. dia akan meninggalkan julia dan kembali menata semuanya dengan istrinya itu.
"kamu ada-ada saja, sana kembali julia sudah menunggumu karena malam ini malam terakhir kalian, buatlah dia bahagia dan bahagiakan dirimu juga karena aku belum siap membahagiakanmu saat ini. sana-sana pergi, atau aku laporin aja kalau kamu mampir kesini" ledek rima
"Siap-siap saja, aku akan meminta semuanya kembali. jangan menolak" ancam roman
rima langsung saja merinding mendengar ucapan walau dia tau roman hanya bercanda dengan ancamannya namun rima sudah seharusnya melayani suaminya itu. tanpa pikir panjang rima pergi ke salon sebentar bersama putrinya dengan niat memberikan kenyamanan kepada tubuhnya agar lebih rileks menerima kenyataan bahwa dia harus siap kembali bertempur di ranjang bersama suaminya itu.
habis nyalon rima kembali ke rumah karena khawatir meninggalkan kedua Putranya di rumah, memang jarak salon dan rumahnya tak begitu jauh namun tetap saja rima panik takut anaknya mencarinya. akhirnya kepanikan itu berkurang saat melihat anaknya baik-baik saja sesampainya di rumah.
__ADS_1