
mentari tak lagi bersinar kini hanyalah rembulan yang menerangi malam, seperti cahaya bulan yang begitu redup begitupula hati seorang pria yang sedang di lema memilih satu wanita untuk dicintai dan dimiliki seutuhnya baik dalam suka maupun duka tanpa memikirkan harta dan kekayaan. sangat bimbang menentukan pilihan namun apa daya jika tidak harus memilih makan dia akan menjalani hidup bersama kedua wanitanya namun itu sulit karena dia tahu wanitanya takkan Terima untuk berbagi.
roman kini tengah duduk bersandar di sebuah kursi rotan di teras balkon atas depan kamarnya dengan perasaan yang berkecamuk, dengan hati yang telah kalut, namun apa yang harus di tentukan adalah hal besar. dia sadar betul siapa yang harus bersedia bersamanya hidup dalam kesederhanaan itu hanyalah seorang rima karena baginya julia mendekatinya hanyalah tameng mendapatkan kesenangan semata walau dalam ikatan yang sah. julia hanya ingin bersenang-senang dan bermain-main dalam permainannya.
namun rima adalah orang yang berbeda asal bisa bahagia dengan anak dan suaminya dia akan rela meninggalkan orangtuanya karena inilah cara rima yang benar. pernah rima berpikir bahwa julia akan selalu bersedia membagi apa yang dia miliki baik Harta dan kekayaannya namun julia orang yang cerdik, untuk mendapatkan kesenangan semata dia akan menghamburkan kekayaannya namun jika setelah ia puas dia akan pergi mencampakkan nya begitu saja.
__ADS_1
ditengah lamunan itu, tiba-tiba rima datang menghampirinya sambil membawakan secangkir kopi hangat serta camilan kesukaannya. kemudian rima duduk di sampingnya.
"kamu kenapa? kamu sedang memikirkan apa? " tanya rima penasaran
"aku memikirkan keputusanmu, apakah kamu benar-benar siap pergi bersamaku" jawab roman dengan nada sendu
__ADS_1
"aku akan memikirkannya, karena aku tak bisa memutuskan sepihak. biarlah dia yang memutuskan. lagian kalau dia capek pasti dia akan berhenti bermain-main, kalau aku menghentikannya aku harus siap menerima konsekuensinya. jika dia yang memutuskan aku bisa meminta sesuatu padanya minimal dia harus membayar sisa hutang kita sesuai janjinya. maka untuk saat ini nikmati saja apa yang dia janjikan kepadamu juga untukku. baiknya begitu saja. dan jangan lagi memikirkan itu karena dia juga tidak berada disini cukup kita nikmati hari kebersamaan kita saat ini (sambil menarik rima ke pangkuannya)" jelas roman
"aku mengerti semua itu, kamu tenang saja. aku akan bersabar dengan semua ini" jelas rima ingin membuat roman tenang.
roman hanya menganggukkan kepalanya dan segera mendekap rima dalam pelukannya. rima hanya diam saja dengan perlakuan manis suaminya itu.
__ADS_1
di dekat mereka ada sepasang mata yang sedang mengamati pembicaraan mereka. siapa lagi kalau bukan kakaknya rima, seseorang yang sangat ingin menghancurkan kehidupan adiknya karena merasa iri dengan semua kehidupan adiknya.
Tiba-tiba rima melihat dari balik cermin ada bayangan seseorang yang sedang berdiri di belakang mereka, kemudian dengan kesadaran rima membisikkan sesuatu ke telinga roman agar bisa membaca situasi saat ini. rima dan roman sengaja menciptakan kemesraan yang memicu kedengkian dan rasa iri bagi siapa saja yang saat itu memperhatikan mereka. begitu juga sang kakak yang sedari tadi mengamati gerak gerik dan perbincangan mereka. tapi tingkah itu dihentikan dengan kehadiran sang ayah yang tiba-tiba lewat di depan kakaknya yang lagi berpura-pura karena sudah ketahuan mengintai.