
selesai membereskan belanjaannya rima kemudian beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makan malam karena hari sudah senja.
sementara roman hanya berada di kamar menghabiskan waktu bersama ketiga anaknya. menemani mereka bermain adalah waktu yang di dambakan ketiga anaknya itu karena roman sudah jarang melakukan itu semenjak bersama julia. namun julia bukanlah wanita yang jahat yang hanya ingin merebut roman dari keluarganya namun julia lah yang menyadarkan roman untuk tetap memberikan waktu untuk anak istrinya karena julia paham bagaimana posisi anak-anak itu. dengan mendengar saran dari julia, roman semakin yakin julia hanya memilihnya untuk bersenang-senang. disinilah roman sadari bahwa julia bukanlah seutuhnya. karena kepastian hidup bersama pun tak pernah terlintas dalam pikiran julia dia hanya mau roman menemani nya ketika dia berada disini.
puas bermain dengan anak-anak, roman beranjak untuk membersihkan diri dan segera menunaikan kewajiban nya sebagai umat. setelah itu dia pergi ke depan untuk mencari udara segar dengan alasan membeli rokok.
roman sebenarnya belum benar-benar paham dengan apa yang terjadi dengan dirinya. roman yang awalnya ingin meninggal kan rima dan pergi bersama dengan julia kini berada dalam kebimbangan. dia sudah tak pernah berpikir meninggalkan rima bahkan dia ingin adil kepada keduanya walaupun bukan dari segi materi setidaknya dia bisa memberikan kasih sayang karena dia bukanlah seorang konglomerat. namun dia juga harus memastikan hati rima apakah masih menginginkannya setelah itu dia juga ingin memastikan rima agar supaya segera pergi dari rumah itu. karena roman tak mau rumah tangga nya hancur akibat campur tangan mertuanya.
sepulang mencari angin segar di malam hari, roman sudah berada di depan ruang makan. roman terkejut mendengar ucapan mertuanya
__ADS_1
"kamu sama roman baik-baik saja bukan? " tanya ayah rima
"iya, kami baik-baik saja, kenapa papa bertanya seperti itu? apa papa mengira kami sedang tidak baik-baik saja? jangan bilang semua ini karena tuduhan kakak kemarin sehingga membuat papa sama mama curiga dengan hubungan kami? sudah pa, aku capek sama kelakuan kakak. kenapa sih tidak mengurusi rumah tangganya sendiri saja yang setahu rima mereka sudah tak bersama lagi, bahkan suaminya sudah punya orang lain. jadi rima tegaskan jangan papa terlalu khawatir karena kami baik-baik saja. bahkan roman akan mengajak rima pindah karena dia ingin mandiri dan rima sudah mengiyakannya jadi cepat atau lambat kami akan pergi dari rumah ini. mohon papa memakluminya" cerita rima panjang lebar.
dalam hati roman bersorak ria, karena akhirnya rima mau mengikutinya. dan dia akan menata kebahagiaan bersama rima dan julia juga anak-anak mereka.
seketika roman kembali ke depan karena kehadirannya belum disadari saat itu. roman berdiri di depan pintu masuk dan segera memberi salam kemudian dengan acuh masuk dan duduk bersama di meja makan. bersikap tak mendengar apapun.
"kamu darimana tadi, kok pergi tidak pamit?" tanya rima membuka percakapan
__ADS_1
"membeli ini (sambil menyodorkan sebungkus rokok), kenapa? curiga ya" jawab roman sekenanya sehingga membuat papa mertuanya terbatuk.
"kenapa harus curiga, kamu kan yang terbaik" jawab rima sambil tersenyum
"oh, iya mana anak-anak, kok tidak makan" tanya roman kembali
" mereka sudah makan, ayo kita makan aku sudah tungguin kamu lho dari tadi" jawab rima dan mengajak roman memulai acara makan
"iya" singkat roman
__ADS_1
selesai makan mereka kembali ke kamar. roman dan rima memilih menghabiskan waktu di dalam kamar karena mereka tak. mau direcoki argumen sang kakak yang akan memicu pertengkaran baik dengan pasangannya maupun dengan orang tuanya.