Maduku ATM Berjalanku

Maduku ATM Berjalanku
Part 38


__ADS_3

Kini mereka telah sampai di rumah yang telah roman kontrak. anak-anaknya terlihat sangat gembira, entah apa yang mereka rasakan sampai reaksi yang mereka tunjukkan saat itu membuat rima, roman juga author menjadi heran.


mereka seketika melepas penat perjalanan di ruang keluarga yang ada di rumah itu. setelah rasa penat sedikit menghilang rima segera ke dapur menyiapkan makanan yang sebelumnya mereka beli di perjalanan. selesai menyiapkan makanan tersebut rima mengajak anak-anaknya menuju kamar anak-anaknya untuk membersihkan diri dan bersiap makan siang. selain membersihkan diri anak-anaknya, rima juga tak lupa membersihkan dirinya sendiri. lain hal dengan rima dan anak-anaknya yang sudah duduk diam di meja makan, roman yang sedang ditunggu kini berada di balkon kamar sedang menelepon seseorang. rima yang ingin memanggil roman di kamar tersebut kini terkejut mendengar kata yang diucapkan roman kepada seseorang diseberang yang sedang berbicara dengannya lewat telepon.


"julia, aku sudah tak mampu menjalankan peran ini. maukah kamu berhenti berhubungan dengan ku, aku takut rima akan kecewa begitu juga dengan anak-anak kita. apakah kau tak memikirkan itu? " ucap roman dengan tegas


"aku tau itu sangat menyakitinya juga anak-anak tapi aku sudah terlanjur dan aku belum bisa berhenti bermain-main denganmu, apakah kamu sudah merasa kaya setelah hubungan ini berakhir, aku memang hanya bermain-main dengan mu tapi aku merasa masih ada hak ku yang harus ku perjuangkan" jelas julia


"baiklah, tapi aku tak mau jika kau tak lagi puas. kamu akan menuntut semua yang kau berikan padaku! kau pasti melakukan itu" teriak roman

__ADS_1


"aku hanya ingin senang-senang, dan semua yang aku keluarkan adalah harga dari kesenangan ku". balas teriak julia kepada roman dan langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.


roman merasa frustasi akan keadaannya saat ini. rima kemudian masuk dan langsung memeluk roman dari samping. kemudian berusaha menenangkan suaminya itu. setelah merasa roman menjadi tenang. kemudian rima mengajak roman menuju meja makan untuk makan siang.


dalam suasana makan siang tersebut tak ada suara apapun selain sendok yang beradu dengan piring mereka masing-masing. baik roman, rima maupun anak-anak hanya dalam kesunyian saat menyantap makanan mereka masing-masing.


di ruang keluarga tersebut mereka hanya diam sambil menonton acara tv kesukaan anak-anak tersebut. tak ada yang menarik dalam acara tersebut. roman yang merasa bosan dengan keadaan tersebut segera beranjak keluar dan tak lupa mengajak istrinya.


"rima, apa kamu tak merasa sedih dengan keadaan ini" tanya roman.

__ADS_1


rima hanya diam tak menanggapi pertanyaan suaminya. dia hanya menatap lekat manik coklat milik suaminya tersebut.


roman yang merasa frustasi langsung saja memeluk rima dan mencium pucuk kepalanya kemudian meminta maaf atas semua prilakunya.


rima hanya berusaha biasa saja walau hatinya tersentuh dengan perlakuan roman namun rima ingin membuktikan bahwa dia kecewa. tapi sebenarnya rima sangat senang akan perlakuan romantis dari roman kepadanya.


roman semakin bersalah saat melihat ekspresi yang ditunjukan rima terhadap nya. rima kemudian membuka suara karena sudah tak tahan melihat sikap roman saat itu.


"jalani saja yang sudah terjadi, aku tak lagi menuntut apapun. karena tinggal disini saja aku sudah merasa nyaman. yang terpenting bagiku kamu tak lagi sembunyikan dirinya. itu saja. karena semua sudah jelas bahwa kau punya istri lain selain aku maka berperilaku biasa saja karena aku sudah tak curiga dan cemburu karena kamu halal bagiku dan juga baginya. jadi kamu tak perlu khawatir. yang paling penting kejujuran dan kepercayaan. dan tidak ada lagi julia yang lain lagi. cukup hanya satu aku akan memakluminya"jelas rima untuk menenangkan hati roman karena rima rasa bersalah roman itu takkan hilang.

__ADS_1


__ADS_2