Mafia Story: Angel of Darkness

Mafia Story: Angel of Darkness
Eps 14. Kumpulkan


__ADS_3

Setelah menghilangkan nyawa kedua mafioso Killer Eagle, Zane pergi ke ruangan pribadinya yang ada di markas MOD. Dimana di ruangan itu berupa kamar berukuran minimalis yang di dalamnya sudah tersedia semua keperluannya. Sehingga Zane tidak perlu khawatir saat kejadian seperti tadi terjadi dan membuat tubuh, serta pakaiannya terkena bercak darah. Zane tinggal membersihkan dirinya, lalu berganti pakaian. Selesai.


Tok... Tok... Tok...


Terdengar suara ketukan pintu, tepat di saat Zane baru saja berganti pakaian. Lantas ia segera pergi untuk membukakan pintu kamar.


"Ada apa?" tanyanya the to point pada si pengetuk yang tidak lain adalah Addy—Salah satu orang kepercayaannya di organisasi MOD.


"Saya bawakan minuman dan cemilan untuk nona," jawab Addy sembari menundukkan matanya—Menatap sekilas nampan di tangannya yang terdapat segelas minuman dingin dan cemilan kesukaan gadis itu.


"Ya, terima kasih," ungkap Zane mengambil nampan dari tangan Addy.


Addy menganggukkan kepala. "Sama-sama, nona. Panggil saja bila perlu sesuatu!"


"Hmmm," Zane berdeham pelan yang dapat di artikan sebagai jawaba 'Iya'.


Laki-laki itu menunduk hormat dan bersiap untuk pergi dari sana. Namun tiba-tiba Zane kembali bersuara.


"Bagaimana dengan perintahku sebelumnya?"


Maksud pertanyaannya tentu di mengerti oleh Addy. "Saya sudah memberitahukan pada semuanya. Mereka akan berkumpul saat malam tiba,"


"Baguslah,"


Pembicaraan mereka berdua berakhir. Zane kembali masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Addy pergi untuk melihat pekerjaan para mafioso yang di tugaskan untuk membakar mayat kedua mafioso Killer Eagle. Dan—Kini Zane sudah duduk di sofa sembari mulai meminum minuman dingin yang tadi Addy bawakan. Laki-laki itu sangat memahami keadaannya. Mungkin emosinya terlampiaskan dengan membunuh kedua mafioso Killer Eagle tadi tapi bukan berarti benar-benar mereda. Setiap kali keadaannya seperti ini, Addy pasti membawakannya minuman dingin yang katanya bisa mendinginkan api emosi di dalam dirinya. Di tambah cemilan kesukaannya menemani, perlahan emosi Zane mulai mereda.


Ini adalah kebiasaan lain seorang Zwetta Anevay. Saat ia berusaha meredakan emosi, maka minum minuman dingin dan makan cemilan adalah salah satu cara yang sering di gunakannya. Namun jika emosinya belum mereda, ia akan makan makanan super pedas sampai merasa puas.

__ADS_1


Kebiasaan yang aneh bukan?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sisa hari Weekend hanya di habiskan Zane dengan berdiam diri di kamarnya yang ada di markas MOD. Gadis itu tengah merasa tidak mood untuk melakukan apapun. Sehingga ia baru keluar kamar setelah malam hari tiba. Tepat bersamaan dengan Addy yang baru saja ingin memanggilnya untuk makan malam.


"Selamat malam, nona! Makan malam sudah saya siapkan di bawah," ucapnya usai menunduk hormat sekilas.


Zane menganggukkan kepalanya sebagai balasan. Lalu segera berjalan menuju meja makan, di ikuti Addy di belakangnya. Perlu di ketahui—Markas MOD berukuran cukup besar. Di dalamnya ada banyak ruang yang sengaja di bangun persis seperti sebuah rumah. Bedanya hanya terdapat pada beberapa ruang tambahan, seperti ruang senjata, ruang latihan, ruang eksekusi dan beberapa ruang yang berhubungan dengan organisasi MOD. Untuk meja makan sendiri, letaknya ada di dekat dapur.


"Dimana para mafioso?" tanya Zane usai duduk menghadap meja makan.


"Sebagian dari mereka sedang berlatih di ruang bawah. Sisanya berlatih di luar," jawab Addy di sela menyiapkan makanan untuk Zane.


"Oh," Zane ber-Oh ria tanpa ingin berucap lebih panjang lagi.


"Pergi dan kumpulkan semua mafioso di ruang bawah tanah sekarang!" perintah Zane Addy yang masih berdiri di belakangnya.


"Baik, nona!" sahut Addy mengerti.


Tangan Zane tampak terangkat memberikan isyarat. Dimana setelahnya laki-laki itu bergegas pergi untuk menjalankan perintah. Beberapa menit berlalu, Zane masih duduk diam di kursi. Sesekali ia meneguk sisa air minumnya.


"Nona—Semuanya sudah berkumpul di ruang bawah tanah!" Addy memberitahukannya, usai perintah Zane di jalankan.


"Hmmm. Bagaimana informasi tentang Killer Eagle?" tanya Zane menatap datar ke arah laki-laki itu.


Addy mengangguk cepat. "Lengkap, sesuai perintah nona. Saya juga berhasil mendapatkan peta pola ruang markas mereka,"

__ADS_1


"Kerja bagus," Zane memuji singkat seraya beranjak berdiri.


"Ini memang tugas saya," timpal Addy tersenyum tipis.


Kemudian Zane pergi ke ruang bawah tanah dengan di ikuti Addy. Ruang tersebut juga sengaja di buat untuk menjadi ruangan latihan, sekaligus berkumpul di saat membahas sesuatu penting. Luasnya ruangan itu mampu menampung 1000 orang mafioso. Hal itu tidak terlepas dari campur tangan Zane dalam mendesain bangunan Markas MOD.


"Selamat malam, Queen!" sapa para mafioso MOD yang berjumlah sekitar 800 orang lebih, saat Zane baru saja memasuki ruang bawah tanah.


Para mafioso MOD merupakan orang-orang terpilih dengan kemampuan beragam, serta sangat terlatih. Zane tidak sembarangan dalam memilih mereka. Ada beberapa tahapan yang harus mereka lalui, sebelum berhasil menjadi mafioso MOD. Beberapa tahapan itu di buat agar para mafioso MOD yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan dalam membuktikan diri bahwa mereka layak untuk menjadi bagian dari organisasi MOD. Selain itu, Zane ingin MOD mampu menunjukkan pengaruh kuat di antara banyaknya organisasi dunia bawah yang berkuasa dan berkekuatan besar.


"Apa kabar semua?" tanya Zane yang sebelumnya membalas sapaan para mafioso MOD dengan anggukan.


Meski nada bicara dingin tapi para mafioso cukup senang akan sikap Zane yang tidak pernah berubah dari dulu—Yaitu selalu menanyakan kabar saat mereka di kumpulkan seperti sekarang.


"Sangat baik, Queen! Terima kasih," jawab para mafioso MOD bersamaan.


"Bagus. Lalu apa kalian tahu alasan aku mengumpulkan kalian malam ini?" Zane bertanya sekali lagi.


"Kita akan menyerang markas Killer Eagle!"


"Ya, benar sekali. Jadi sekarang kalian dengarkan rencanaku baik-baik!" seru Zane menatap para mafioso MOD yang berdiri di depannya.


Zane hampir bisa melihat semua mafioso dengan posisi berdirinya yang lebih tinggi. Di belakangnya terdapat sebuah layar proyektor berukuran besar. Di masing-masing sisi ruang bawah tanah juga terdapat layar proyektor berukuran sama besar. Sehingga semua mafioso MOD bisa melihat setiap rencana yang di jelaskan oleh Zane lewat layar proyektor tersebut.


"Siap, Queen!"


Bersamaan dengan sahutan para mafioso MOD, Addy segera menyalakan semua layar proyektor. Dimana tampilannya berupa informasi lengkap tentang Killer Eagle dan peta pola ruang markasnya. Addy telah menyiapkannya dari beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Kalian bacalah informasi tentang Killer Eagle terlebih dulu! Setelah itu aku akan menjelaskan rencana penyerangan malam ini," ucap Zane menatap para mafioso MOD, lalu beralih ke layar proyektor.


__ADS_2