Mafia Story: Angel of Darkness

Mafia Story: Angel of Darkness
Eps 15. Rencana Penyerangan


__ADS_3

Para mafioso MOD membaca semua informasi tentang Killer Eagle yang telah di persingkat oleh Addy. Informasi itu tentunya membantu untuk mereka bertarung nanti dengan para mafioso Kille Eagle. Zane selalu memerintahkan Addy untuk terlebih dulu mencari informasi lengkap soal lawan yang akan mereka hadapi nanti. Tujuannya tidak lain agar memperbesar kemungkinan untuk mereka menang. Dengan keahlian Addy dalam meretas dan mengumpulkan informasi telah di buktikan dengan setiap kali mereka mendapatkan kemenangan saat bertarung, maupun menyerang lawan. Sehingga Zane selalu mempercayakan tugas itu padanya, meski ia sendiri juga bisa melakukannya.


"Sudah?" tanya Zane setelah beberapa menit berlalu.


"Ya, Queen!" jawab para mafioso MOD secara bersamaan.


"Hmmm—Baiklah. Sekarang aku akan menjelaskan rencana penyerangan malam ini. Kita akan menggunakan rencana penyerangan segala arah. Mengapa aku memilih rencana itu? Kalian sendiri tahu jelas bahwa Killer Eagle adalah salah satu organisasi mafia terkuat. Mereka telah lebih lama bergabung dalam organisasi dunia bawah dan kekuatan mereka di akui semua orang. Jadi aku tidak ingin memberi mereka banyak kesempatan untuk mengalahkan kita," ucap Zane bersedekap dada menghadap ke arah para mafioso MOD.


"Segala arah? Apa itu rencana penyerangan yang baru, Queen?" salah satu mafioso MOD bertanya mewakili semuanya.


Zane memetikkan jarinya. "Tepat sekali. Ini adalah rencana penyerangan baru yang telah aku susun sedari lama. Dan—Aku sangat yakin bahwa kalian bisa menjalankan rencana ini dengan baik,"


"Jelaskan rencananya, Queen! Kami pasti akan berusaha menjalankannya dengan baik dan membawa pulang kemenangan,"


"Ya, benar!"


Sekilas ucapan para mafioso MOD itu membuat Zane tersenyum samar. Hal inilah yang Zane sukai dari para mafioso MOD—Sifat bertanggung jawab mereka dan berkeinginan besar dalam mewujudkan sesuatu.


"Kali ini aku ingin kalian di bagi menjadi 5 kelompok. Tidak perlu ada penyerang jarak jauh. Semuanya harus menyerang dari jarak dekat," jelas Zane yang membuat para mafioso MOD tampak mengernyitkan dahi mereka. Bingung.


"Apa itu tidak terlalu berisiko, Queen? Selama ini kita menyerang pasti ada yang menjadi penyerang jarak jauh untuk membantu kalau ada keadaan tidak terkendali bagi penyerang jarak dekat," sanggah salah satu mafioso MOD yang memang satu pemikiran dengan para mafioso lainnya.


"Tidak karena penyerang jarak jauh akan di gantikan penyerang jarak dekat yang berada di udara. Mereka akan membantu menyerang dari atas,"


Sontak para mafioso MOD mengangguk-angguk mengerti. Ternyata Zane mempunyai opsi pengganti untuk tidak di gunakannya penyerang jarak jauh seperti biasa.


"Aku sudah mengatakan bahwa kita melakukan penyerangan segala arah. Kalian tahu maksud segala arah, bukan? Penyerangan yang di lakukan di segala arah, mengepung musuh tanpa memberi celah. Entah itu dari atas, sisi kanan, sisi kiri atau pun sisi lainnya. Aku membagi kalian menjadi 5 kelompok untuk mengisi setiap posisi dalam serangan segala arah itu," sambung Zane menatap intens para mafioso yang sepertinya sudah mengerti maksud dari ucapannya.

__ADS_1


"Kami mengerti, Queen!"


"Baiklah. Aku akan membagi kelompok kalian sekarang. 4 kelompok penyerang berjumlah 170 orang setiap kelompoknya. 1 kelompok penyerang atas berjumlah 100 orang dan sisanya 20 orang ahli meretas tetap berada di sekitar markas Killer Eagle untuk meretas semua CCTV di sana. Nama setiap kelompok akan berdasarkan nomor kelompoknya,"


Sesaat Zane berhenti berbicara. Ia menghela nafas terlebih dulu, sebelum melanjutkan penjelasan soal rencana penyerangannya.


"Kalian—Kelompok MOD1 yang bertugas menyerang bagian depan markas Killer Eagle," tunjuk Zane pada para mafioso yang berdiri di sisi kanan depan.


"Siap, Queen!"


"Kalian—Kelompok MOD2 bertugas menyerang di bagian belakang markas Kiler Eagle," giliran para mafioso yang berdiri di dekat kelompok MOD1.


"Kami siap, Queen!"


"Kelompok MOD3—Kalian bertugas menyerang sisi kanan markas Killer Eagle," para mafioso MOD yang berdiri di tengah menganggukkan kepala.


"Kelompok MOD4—Kalian menyerang di sisi kiri markas Killer Eagle," para mafioso MOD yang berdiri hampir di sisi kiri depan Zane juga menganggukkan kepala.


"Kami siap menyerang, Queen!"


"Dan kelompok MOD5—Kalianlah yang menyerang dari udara. Gunakan senjata yang dapat membidik akurat musuh dalam jarak dekat!" seru Zane pada para mafioso MOD yang berdiri di sisi kiri depannya.


"Serahkan penyerangan udara pada kami, Queen!" sahut para mafioso yang tergabung dalam kelompok MOD5.


"Sisanya—Para ahli meretas, kalian bisa membentuk kelompok sendiri dengan jumlah 20 orang dan berada di posisi sekitar markas," ucap Zane menyelesaikan pembagian kelompok untuk penyerangan segala arah malam ini.


"Kami mengerti," balas para mafioso dengan kemampuan ahli meretas.

__ADS_1


"Kalian bisa lihat peta pola ruang ini? Ingat setiap letaknya agar kalian mudah saat melakukan penyerangan," Zane menunjuk ke arah peta pola ruang markas Killer Eagle yang terpampang jelas di layar proyektor di hadapannya.


Para mafioso MOD harus melihat dengan teliti setiap pola ruang markas Killer Eagle. Terutama pola ruang yang menjadi posisi penyerangan mereka. Setiap kali melakukan penyerangan, mereka memang di haruskan untuk teliti dalam melihat pola ruang lawan. Tujuannya tidak lain untuk mempermudah mereka dalam melakukan penyerangan dan kemungkinan untuk menang pun lebih besar. Begitulah konsep penyerangan mereka—Master Of Darkness.


"Jika sudah melihat dan mengingatnya dengan teliti, itu akan mempermudah penyerangan kita seperti biasanya. Tetapi karena kali ini lawan kita cukup sulit, maka aku mengubah dua hal. Selain rencana penyerangan, aku juga ingin mengubah bagaimana kita menyerang. Kalian sendiri tahu seperti apa pola bertarung Killer Eagle, bukan? Mereka lebih banyak mengandalkan kekuatan untuk menghadapi lawan, daripada memakai senjata. Kekuatan mereka besar dan juga sangat licik dalam mengalahkan lawan," sambungnya.


"Benar, Queen. Mereka sangat licik. Bahkan sudah banyak lawan mereka yang kalah di detik-detik terakhir pertarungan," timpal salah satu mafioso MOD membenarkan.


"Ya—Mereka boleh sangat licik tapi kita harus lebih cerdik," Zane tampak tersenyum datar. Namun di mata para mafioso MOD, senyumannya lebih ke arah misterius.


"Apa Queen punya rencana?"


Zane menganggukkan kepala, lalu berdeham pelan. "Hmmm—Karena mereka selalu mengandalkan kekuatan, oleh karena itu aku ingin kalian melemahkan kekuatan mereka. Selain pistol, kalian—Para penyerang di darat harus menggunakan semua senjata yang telah di beri racun. Dimana perlahan kekuatan mereka akan melemah saat terkena senjata beracun kalian dan pada saat itu kalian bisa langsung membunuh mereka," jelas Zane yang tentunya sangat di mengerti oleh para mafioso MOD.


"Bagaimana dengan kami, Queen?" tanya salah satu mafioso MOD5—Kelompok mafioso penyerang udara.


"Kalian gunakan senjata dengan bidikan akurat. Oh. Tidak hanya itu saja. Gunakan juga bom asap beracun untuk membuat pergerakan para mafioso Killer Eagle terganggu,"


"Kami akan melakukan yang terbaik, Queen. Bahkan kalau bisa mereka sudah berjatuhan sebelum Queen dan yang lainnya masuk ke dalam markas mereka," sahut mafioso tadi.


"Jangan lupa untuk menjatuhkan bom terakhir seperti biasanya! Aku ingin markas Killer Eagle hancur dan terbakar,"


"Beres, Queen! Serahkan saja pada kami!"


"Baiklah. Kalau begitu kalian pergilah untuk bersiap! Pakai pakaian dengan masker khusus karena malam ini akan penuh racun. Jangan sampai kalian mati lebih dulu karena bom asap beracun!" Zane memperingatkan para mafioso MOD untuk situasi yang akan mereka hadapi nanti.


"Kami mengerti, Queen!"

__ADS_1


Setelah itu para mafioso MOD menunduk hormat secara bersamaan, sebelum pergi dari ruang bawah tanah. Mereka akan bersiap untuk penyerangan yang sebentar lagi akan di lakukan. Semua hal di persiapkan, tanpa pengecualian.


__ADS_2