Mafia Story: Angel of Darkness

Mafia Story: Angel of Darkness
Eps 16. Penyerangan Markas Killer Eagle


__ADS_3

Setelah para mafioso MOD membubarkan diri untuk bersiap, Zane juga melakukan hal yang sama. Begitu pula dengan Addy yang pergi bersiap, sekaligus menyiapkan keperluan Zane dalam penyerangan nanti. Sontak keadaan markas tampak sibuk dengan persiapan masing-masing. Ada yang sibuk berpakaian, memilih senjata, hingga memeriksa dan memastikan semua peralatan yang akan di gunakan berperang telah lengkap. Mereka harus teliti dalam mempersiapkan semuanya dengan baik agar nanti tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Dan—Sama seperti sebagian mafioso MOD, Zane baru saja selesai berganti pakaian. Kali ini ia memakai baju hitam berlengan panjang di lapisi jaket berwarna senada. Dengan bawahan celana panjang dan sepatu booth bewarna hitam sama. Terakhir, rambutnya nan panjang di ikat tinggi. Dimana tampak jelas tekuknya yang putih.


"Queen—Semuanya sudah menunggu di luar," Addy berucap usai melihat Zane keluar dari kamarnya.


"Hmmm,"


Zane pun segera berjalan menuju keluar dari markas MOD dengan di ikuti Addy di belakangnya. Di luar markas sudah terkumpul para mafioso MOD yang sedari tadi menunggunya datang.


"Hormat pada, Queen!" seru para mafioso MOD secara bersamaan sembari menunduk hormat.


"Hmmm. Kalian siap?" tanya Zane menatap lurus pada para mafioso MOD yang kini kembali mendongakkan kepala mereka.


Mereka mengangguk bersamaan. "Kami siap!"


"Good. Ayo berangkat!" ajaknya singkat.


Kemudian Zane berjalan masuk ke dalam mobil sport hitam yang selalu di gunakannya saat bepergian ke mana pun dengan identitas sebagai pemimpin MOD. Mobil tersebut lebih canggih di bandingkan mobil milik Zane lainnya karena telah di modifikasi secanggih mungkin agar keselamatan dan keamanan nyawanya terjamin. Siapapun tidak akan pernah tahu ke depannya seperti apa. Ditambah identitasnya sebagai pemimpin MOD membuatnya nyawanya sering terancam setiap waktu. Sehingga memiliki mobil dengan segala kecanggihan, memungkinkan nyawanya terjamin dari incaran musuh.

__ADS_1


Jarak dari markas MOD ke markas Killer Eagle cukup jauh. Ini di karenakan markas Killer Eagle berada di sisi kota yang berlawanan dengan letak markas MOD. Dimana markas MOD sendiri terletak di wilayah terpencil dan tidak di tinggali oleh siapapun. Zane sengaja memilih wilayah itu sebab letaknya yang sangat strategis untuk di bangunnya markas MOD. Mengingat bahwa sebuah organisasi dunia bawah selalu terlibat dalam kekejaman, ia tidak ingin orang lain ikut menjadi imbasnya. Oleh karena itu letak markas MOD berada di wilayah terpencil yang tidak pernah di lewati oleh siapapun. Apalagi semenjak markas MOD berdiri, semakin tidak ada yang berani lewat di sana.


Sepanjang perjalanan, tentu organisasi MOD membuat kehebohan di kota. Orang-orang terpaksa menyingkirkan kendaraan mereka untuk membuka jalan bagi organisasi MOD. Urutan paling depan melaju sekitar puluhan mafioso MOD berkendara dengan membawa bendera organisasi MOD yang mengawal mobil Zane. Di belakangnya terdapat mobil yang di tumpangi Addy beserta beberapa orang kepercayaan MOD lainnya. Di iringi puluhan mobil yang berisi para mafioso MOD. Sisanya ratusan kendaraan hitam yang di kendarai para mafioso MOD melaju beriringan. Di atas mereka juga terdapat beberapa helikopter yang berisi kelompok MOD5. Tampak banyak bendera organisasi MOD yang berkibar terkena terpaan angin. Bersamaan dengan aura mencekam yang mereka berikan.


Orang-orang tidak pernah mau mencari masalah dengan organisasi dunia bawah mana pun. Salah satunya adalah Organisasi MOD yang sudah beberapa tahun ini cukup membuat mereka merasa kagum, sekaligus takut. Yeah. Mereka di buat kagum atas kekuatan yang MOD miliki, sekaligus merasa takut karena organisasi dunia bawah terkuat bertambah. Dan kemunculan organisasi MOD dengan seperti ini, mereka tahu jelas bahwa ada organisasi lain yang akan di musnahkan malam ini. Sehingga mereka benar-benar harus memberi jalan agar organisasi MOD bisa lewat secepat mungkin. Daripada merasakan aura yang menegangkan dan membuat masalah. Mereka masih sayang nyawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menempuh hampir 2 jam perjalanan, akhirnya Zane beserta para mafioso MOD telah melihat bangunan markas Killer Eagle. Zane yakin para mafioso Killer Eagle yang bertugas berjaga pasti juga sudah mendengar dan melihat kedatangan mereka. Tidak masalah. Mereka telah datang dengan penuh persiapan untuk menyerang.


"Ad—Kau pergi bersama kelompok MOD2 untuk menyerang dari bagian belakang markas Killer Eagle!" perintah Zane lewat alat komunikasi yang terpasang di kedua telinganya. Alat komunikasi itu di rancang khusus untuk mempermudahnya berkomunikasi dengan Addy, maupun para mafioso MOD.


"Sekarang mulai jalankan rencana!"


"Baik, Queen!" Addy dan para mafioso MOD menyahut secara bersamaan.


Para mafioso MOD pun segera berpencar sesuai kelompok. MOD1 bergerak menyerang dari depan markas Killer Eagle, bersamaan dengan Zane sendiri sebagai pemimpin. Addy memimpin MOD2 yang menyerang dari bagian berlawanan—Belakang markas. Sementara itu, 3 kelompok MOD lainnya di pimpin masing-masing kepercayaan Zane yang lain. Mereka bergerak menuju posisi yang telah di tentukan oleh Zane. Sedangkan para ahli meretas tidak ikut bergerak mendekati markas dan hanya berdiam di sekitar sana.


"Kalian—Para peretas, retas semua CCTV di markas Killer Eagle!" Zane kembali bersuara sebelum mobilnya benar-benar sampai di depan markas Killer Eagle.

__ADS_1


"5 Menit, Queen!" seru para mafioso MOD yang bertugas untuk meretas.


"Hmmm,"


Baru saja Zane berdeham, dari arah depan sudah tampak banyak mafioso Killer Eagle yang keluar dari markas. Mereka menyerangnya dan para mafioso MOD dengan menggunakan berbagai macam senjata jarak jauh. Zane tersenyum dingin melihat itu. Keseruan malam ini baru saja di mulai. Dan—Ia sendiri yang akan mengakhirinya nanti.


"Serang mereka!"


Dengan dua kata yang Zane ucapkan, para mafioso MOD langsung melakukan serangan di sela menghindari setiap serangan para mafioso Killer Eagle. Mereka harus bisa menang tanpa kehilangan nyawa, Zane selalu mengingatkan itu. Sehingga mereka selalu waspada terhadap serangan yang di berikan lawan. Bahkan pakaian yang mereka pakai di desain khusus anti peluru. Sepanas atau sekuat apapun peluru yang di tembakkan, hampir tidak pernah berhasil menebus pakaian mereka. Meskipun berhasil, paling hanya goresan kecil.


"Queen—Semua CCTV telah berhasil kami retas! Queen dan yang lain bisa bergerak dengan bebas sekarang," beritahu salah satu mafioso MOD usai berhasil meretas semua CCTV di markas Killer Eagle.


"Bagus," gumam Zane singkat.


"Semuanya serang sesuai rencana! Pastikan tidak ada satu pun dari mereka yang selamat," sambungnya kembali berbicara pada Addy dan para mafioso MOD yang saat ini tengah sibuk menyerang, sekaligus menghindari serangan para mafioso Killer Eagle.


"Sesuai perintah Queen!"


Kelima kelompok MOD benar-benar menyerang sesuai rencana—Serangan segala arah. Meski para mafioso Killer Eagle seperti terkejut melihat kedatangan MOD tapi bukan berarti tidak punya persiapan apapun. Mereka telah berjaga setiap sisi markas Killer Eagle. Tembakan demi tembakan terdengar beradu di keheningan malam. Cukup lama. Sampai akhirnya Addy dan para mafioso MOD turun dari kendaraan masing-masing. Kini mereka mulai melakukan serangan jarak dekat dengan menggunakan senjata yang telah di beri racun. Pertarungan sengit antara MOD dan Killer Eagle baru saja di di mulai. Dengan jumlah yang terbilang imbang karena Killer Eagle belum mengerahkan semua mafioso untuk melawan MOD.

__ADS_1


"Hmmm—Ayo bermain!" ucap Zane pelan dingin sembari memasang masker khusus yang kemudian menutupi sebagian wajahnya. Menyisakan sepasang mata tajamnya bak elang yang siap melukai lawannya kapan pun itu.


__ADS_2