
Zane berjalan turun dari mobil dengan wajah di tutupi sebagian masker. Salah satu mafioso MOD yang sedari tadi berjaga di dekat mobilnya, langsung memberikan senjata milik Zane—Katana dan pistol yang telah di beri racun masing-masing. Meski begitu, ujung Katana milik Zane sama sekali tidak berwarna. Ini di karenakan racun yang di berikan pada Katananya termasuk jenis racun tanpa warna atau tidak terdeteksi. Sementara itu untuk pistol, racunnya di berikan pada peluru. Dapat di bayangkan bukan bagaimana sakitnya kalau terkena peluru timah panas di tambah racun yang cukup mematikan. Pasti akan membuat yang terkena menderita dan itulah tujuan Zane memerintahkan para mafioso MOD untuk menggunakan senjata yang di beri racun mengingat kekuatan para mafioso Killer Eagle.
"Kalian berempat ikut denganku!" perintahnya pada kedua mafioso MOD yang sedari tadi ikut berjaga di dekat mobilnya.
Keempat mafioso itu mengangguk mengerti, sebelum berjalan mengikuti Zane yang memasuki pintu utama markas Killer Eagle. Tentunya tidak mudah untuk bisa langsung masuk ke dalam sana. Zane harus melawan para mafioso Killer Eagle yang menghalangi jalannya, begitu pula keempat mafioso itu. Tidak hanya mereka berdua, para mafioso MOD lainnya juga ikut membantu memberi jalan untuk Zane dan mereka masuk ke dalam. Sekarang tidak hanya terdengar suara tembakan, melainkan suara katana maupun pedang yang saling berlawanan. Lengah sedikit saja—Pasti bisa membuat mafioso MOD atau Killer Eagle terluka, bahkan kehilangan nyawa. Mereka harus benar-benar waspada.
"Queen—Hati-hati!" seru salah satu mafioso MOD memperingati Zane yang tengah sibuk melawan beberapa mafioso Killer Eagle.
Peringatan mafioso itu berupa serangan tiba-tiba dari mafioso Killer Eagle lain yang baru saja bergabung dalam pertarungan. Zane menatap sekilas lewat sorot matanya nan tajam. Sebelum mafioso itu berhasil menyerangnya, ia telah lebih dulu menyerangnya dengan sekali tebasan tepat mengenai tubuhnya. Mafioso itu tumbang dalam sekejap akibat luka tebasan yang Zane berikan. Seketika racun di ujung katana itu bekerja—Melemahkan kekuatannya, lalu kehilangan nyawa. Nasibnya tidak berbeda jauh dengan para mafioso Killer Eagle yang baru saja melawannya. Zane mengalahkan mereka dengan katana, sekaligus pistol yang di gunakan secara bersamaan. Salah satu keahlian Zane saat bertarung adalah menggunakan tidak hanya satu senjata.
"Dimana ketuamu?" tanya Zane pada mafioso Killer Eagle yang masih di biarkannya hidup. Dan—Kini tengah terlentang di lantai dengan kaki Zane menginjak dadanya.
"Untuk apa kau bertanya? Kalau kau bisa—Kenapa tidak mencari sendiri dimana ketuaku? Ah. Tidak mungkin. Kurasa kau akan mati sebelum berhasil menemukan ketuaku," jawab mafioso itu meremehkan.
Padahal keadaannya sekarang tidak menguntungkan tapi sepertinya keberaniannya terlalu besar. Zane akui keberanian yang di miliki semua mafioso Killer Eagle. Sayangnya sebesar apapun keberanian mereka, ia harus membunuh mereka semua sampai tidak bersisa. Baginya siapapun yang berani melukai keluarganya, tidak punya kesempatan untuk hidup lagi.
__ADS_1
"Ya—Ucapanmu benar. Aku bisa menemukan sendiri keberadaan ketuamu. Jadi kau tidak perlu menghirup oksigen di dunia ini lagi!" Zane berucap dingin dan tanpa mendengar balasan mafioso itu, ia langsung menusuk jantungnya dengan katananya.
"Arghhh!!!"
Mafioso itu sempat menjerit kencang, lalu menghembuskan nafas terakhirnya. Zane pun menarik kembali katananya yang kini sudah berwarna merah pekat—Noda darah dari beberapa mafioso Killer Eagle yang berhasil di kalahkannya barusan. Tanda merah itu tentu membuat Zane sedikit puas. Lantas ia segera berjalan bersama keempat mafioso MOD tadi untuk mencari keberadaan ketua Killer Eagle. Seperti saat penyerangan biasanya, langkahnya selalu di hadang para mafioso Killer Eagle. Mereka semua menyerang Zane dengan brutal. Tampak sekali bahwa mereka tidak mengijinkannya berhasil menemukan keberadaan ketua mereka.
"Jangan biarkan dia berhasil menemukan ketua!"
Setiap kali bertemu dengan para mafioso Killer Eagle—Mereka selalu mengatakan itu. Kalimat yang terdengar membosankan di telinga Zane. Apalagi kalimat itu hanya terucap di mulut mereka tapi tidak dengan kenyataannya. Bagaimana tidak? Zane tidak perlu waktu lama mengalahkan untuk mengalahkan mereka semua.
"Ck—Sangat merepotkan!" Zane berdecak pelan sembari melakukan serangan balik kepada para mafioso Killer Eagle yang terus menyerangnya tanpa henti.
Kini situasi di dalam markas Killer Eagle sudah hampir di masuki oleh para mafioso MOD. Tampaknya semua kelompok bekerjasama dengan baik. Mereka berbagi tugas dalam melakukan penyerangan agar bisa berhasil masuk dan membantu Zane. Sehingga keadaan markas baik di luar, maupun di dalam sama-sama terjadi pertarungan yang sengit. Belum lagi penyerangan MOD5 di udara menggunakan bom asap beracun. Dimana bom asap beracun tersebut membuat pertarungan yang terjadi di markas Killer Eagle semakin memperkeruh keadaan. Beruntung Zane, Addy dan para mafioso MOD memakai masker khusus. Jika tidak—Mungkin mereka akan mengalami kesulitan seperti yang para mafioso Killer Eagle rasakan.
Saat bom asam beracun tersebut di ledakkan, efeknya tidak berimbas pada penglihatan. Tetapi membuat siapapun yang menghirup asapnya menjadi kesulitan bernafas karena perlahan paru-paru tercemar. Sebagian mafioso Killer Eagle sudah menghirup asap beracun tersebut. Spontan kekuatan mereka mulai melemah akibat kesulitan bernafas. Hal itu memudahkan serangan para mafioso MOD berhasil mengenai mereka. Andai tidak ada bom asap beracun tersebut di gunakan, kemungkinan besar pertarungan mereka akan benar-benar sengit. Cukup sulit untuk berhasil menang, mengingat betapa besar kekuatan yang para mafioso Killer Eagle andalkan.
__ADS_1
"Ketua mereka ada di ruang paling atas markas ini, Queen! Saya sudah di beritahu kelompok peretas," ucap Addy memberitahukan saat berhasil mendekati Zane di tengah pertarungan melawan para mafioso Killer Eagle.
"Hmmm kita pergi ke sana,"
Zane berdeham ringan, bersamaan dengan menembak sekaligus menebas para mafioso Killer Eagle itu. Selesai. Jalannya kini tidak di halangi lagi. Sehingga ia bisa leluasa berjalan menuju ruang atas yang Addy maksudkan. Laki-laki itu juga ikut bersamanya. Namun masih ada beberapa mafioso Killer Eagle yang mencoba menghadangnya. Hanya saja Zane tidak perlu mengeluarkan tenaga lagi. Serangan segala arah yang di rencananya sudah mencapai 80% berhasil. Keempat kelompok MOD telah memasuki markas Killer Eagle dari keempat arah yang di tentukan. Semua mafioso Killer Eagle di serahkannya pada para mafioso MOD.
Dengan langkah santai, Zane pergi ke ruangan yang Addy maksudkan. Ia tidak berniat bergegas pergi ke sana karena dirinya tahu bahwa ketua Killer Eagle tidak akan melarikan diri darinya. Kedua mafioso Killer Eagle yang telah di habisinya lebih dulu, mengatakan bahwa ketua Killer Eagle ingin bermain dengannya. Jadi tentu kedatangannya sudah di tunggu.
"Ini ruangannya, Queen!" seru Addy tepat sesaat berdiri di depan pintu berwarna hitam.
Tanpa kata, Zane langsung saja menendang pintu ruangan itu sampai rusak.
Brakkk...
`Kekuatan Queen selalu bar-bar,` batin Addy
__ADS_1
Zane segera berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Dimana benar apa yang di pikirkannya—Seorang laki-laki muda tengah duduk santai di kursi king sembari menghisap rokok. Dapat di pastikan bahwa ia adalah ketua Killer Eagle.
"Selamat datang di wilayahku!" sambut laki-laki itu tersenyum tipis.