Mahligai Kupu Kupu

Mahligai Kupu Kupu
BAB 11


__ADS_3

Dengan langkah yang lemah Reyya melangkah masuk sambil membawa buku menu.


"Silahkan pak" Reyya menyerahkan buku menu


Dion mengambil buku menu dan memesan beberapa cemilan serta minuman yang sama untuk semuanya.


Reyya tidak memperhatikan Kay yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari dirinya.


Setelah menulis semua pesanan, Reyya segera meninggalkan ruangan itu. Dia tidak memikirkan apapun saat itu karena tubuhnya sudah sangat lemah.


Setelah pesanan dibuat, Reyya dan Diana mengantarkan minuman serta cemilan yang sudah dipesan.


"Entar kamu lihat deh cowo yang super nyebelin itu!" ucap Reyya pada Diana.


"Ok. Aku penasaran banget" jawab Diana antusias.


"Cowo itu pakai kemeja putih dan duduk di sofa yang terpisah" Reyya memberi tahu Diana.


"Ok" jawab Diana.


Mereka segera masuk ke ruangan itu. Segera setelah masuk Diana segera mendaratkan pandangannya pada Kay yang duduk di sofa terpisah.


"Anjay! Ini mah cakep amat Reyy!" batinnya.


Reyya meletakkan cemilannya dan Diana meletakkan minumannya secara hati hati. Dion yang playboy segera tertarik ketika melihat Diana yang berparas blasteran itu.


Matanya tidak berkedip saat melihat Diana.


Setelah meletakkan semua cemilan dan minuman, Reyya dan Diana bersiap untuk keluar sebelum akhirnya dicegah oleh Dion.


"Mba, jangan keluar ya. Kalian di sini aja temanin kami!" ucap Dion.


Reyya dan Diana saling tatap tatapan.


"Maaf pak, bapak bisa panggil ladies company untuk menemani bapak bapak sekalian" ucap Diana tegas


Semua pria seketika tertawa mendengan ucapan Diana.

__ADS_1


"Anjay! Apa ada yang lucu?"gerutu Diana dalam hatinya


"Saya sudah bicara pada pak Rio tadi. Kami cuma minta di temani kok!" jawab Dion.


"Sialan pak Rio!" umpat Reyya dalam hatinya. Dengan terpaksa Reyya dan Diana duduk bersebelahan di ujung sofa.


Beberapa detik kemudian salah seorang pria yang bernama Erick menyanyikan lagu rock. Reyya benar benar dibuat mual dan hampir muntah oleh kebisingan itu. Kay hanya tersenyum menikmati penderitaan Reyya.


Setelah itu giliran Dion yang bernyanyi. Suaranya lumayan bagus. Dion bernyanyi sambil sesekali melirik Diana. Setelah bernyanyi Dion mengatur semua orang untuk menghabiskan waktu sambil bermain


"Sekarang kita akan main satu permainan" ucap Dion sambil menatap satu persatu orang yang ada di ruangan itu.


"Permainan putar botol. Siapa yang di tunjuk, harus melakukan hal yang diminta oleh pemutar, atau boleh menolaknya dengan bernyanyi" lanjutnya


"Setuju" Kay dan Erick menjawab dengan serentak.


Reyya dan Diana hanya bisa mengikuti permainan dengan terpaksa.


"Sial. Aku sangat buruk dalam bernyanyi!" ucap Reyya dalam hatinya.


Dion mengambil botol dan memutarnya dengan baik. Botol itu berputar putar menunjuk orang orang yang ada dalam ruangan itu. Reyya sedikit gugup. Dia takut bila para lelaki itu memintanya melakukan hal hal yang akan mempermalukan dirinya. Botol berhenti tepat di hadapan Diana.


"Aku memintamu pindah tempat duduk dan duduk di samping ku" ucap Dion dengan semangat.


Reyya menatap Diana, Diana sangat bagus dalam bernyanyi, Reyya yakin Diana akan memilih bernyanyi. Yang tidak disangka oleh Reyya, ternyata Diana bangkit dari tempat duduknya dan duduk di samping Dion. Dion tersenyum puas sambil melirik Diana. Diana menunjukan mimik muka yang susah ditebak. Reyya terkejut sambil menutup mulutnya.


Giliran Diana yang memutar botol. Tidak terlalu lama botol berhenti di hadapan Erick, rekan kerja Kay. Diana memintanya untuk melakukan tarian yang super konyol. Erick melakukannya dengan senang hati. Seisi ruangan tertawa terbahak bahak, bahkan Reyya yang lemas pun ikut tertawa melihat aksi pria itu.


Selanjutnya giliran Erick yang memutar botol. Botol berhenti di depan Kay. Erick meminta Kay melakukan hal yang luar biasa konyol, yaitu melepaskan pakaiannya hingga menyisakan shortsnya.


Kay bangkit dari tempat duduknya. Reyya histeris dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, sedangkan yang lain hanya tertawa. Kay melangkah ke arah sisi meja tempat Reyya duduk. Reyya benar benar tidak percaya Kay akan melakukan hal gila itu. Reyya menutup seluruh wajahnya hingga tidak bisa mengintip apa yang akan dilakukan oleh Kay.


"For the first time... I feel my heart sing a song, its you..." suara merdu terdengar dari mulut Kay.


Reyya perlahan menurunkan tangannya dari wajahnya. Reyya yang salah paham menangkupkan tangannya di mulutnya ternyata Kay mengambil mikrofon yang berada di depan Reyya. Kay terlihat sangat menghayati lagu itu. Musik yang lembut menemani suara Kay yang sangat merdu. Reyya merasa sedikit terpana dengan lagu yang dinyanyikan oleh Kay.


Wajah Kay terlihat sedih ketika Ia membawakan lirik demi lirik lagu tentang rindu itu. Reyya kembali mengingat foto yang dilihatnya tadi siang. Lagu itu pasti curahan hatinya, begitu pikir Reyya.

__ADS_1


"For the first time... I see you in my dream saying good bye....." Kay menutup lagu itu dengan penuh pesona.


Semua orang bertepuk tangan. Kay tersenyum dan kembali duduk sambil melirik Reyya. Sekarang adalah giliran Kay yang memutar botol. Botol berputar lumayan lama. Reyya sangat ketakutan, dia berharap botol tidak berhenti di depannya. Botol berhenti tepat di hadapan Reyya, jantungnya seakan berhenti. Kay tersenyum nakal ke arah Reyya. Semua orang menunggu apa yang akan diminta oleh Kay untuk dilakukan Reyya.


"Kau harus--" belum sempat menghabiskan kalimatnya, tiba tiba Erick bangkit dari tempat duduknya setelah menerima sebuah pesan.


"Ada apa?" tanya Dion.


"Istriku melahirkan. Ayo cepat!" jawab Erick panik


Dion bangkit dari tempat duduknya dan berpamitan pada Kay.


"Sorry bro. Aku antar Erick dulu ya. Lu lanjutin aja sendirian!" ucap dion.


"Baiklah. Semoga Alia dan bayinya sehat" ucap Kay.


"Terimakasih bro" Erick dan Dion bangkit lalu keluar dari ruangan itu.


Diana dan Reyya juga meminta izin meninggalkan Kay sendirian. Kay membiarkan mereka keluar. Kay duduk bersandar di sofa sambil menikmati minumannya yang masih tersisa.


"Aku sangat bersyukur" ucap Reyya setelah keluar dari ruangan itu.


Diana hanya tertawa melihat Reyya merasa lega.


"Aku lihat tadi kamu asyik banget ngobrol dengan cowo itu" ucap Reyya.


"Dion, ya.... Dia orangnya asyik aja" jawab Diana sambil tersenyum.


Diana sudah satu tahun menjomblo setelah dicampakkan oleh kekasihnya Mustafa. Mustafa memilih selingkuh dengan teman sekamar Diana. Reyya melirik jam di tangannya, lima menit lagi sudah pukul dua belas. Waktunya untuk pulang.


"Kamu enggak pa pa pulang sendirian, kamu sanggup?" tanya Diana.


"Aku engga pa pa Di. Kamu kan pulangnya jauh! Jangan suruh Teti buat anterin aku. Aku ok!" Reyya meyakinkan Diana yang terus terusan menawarkan agar la diantar Teti.


"Ya sudah. Kalau ada apa apa, telepon aku ya Reyy."


Reyya mengangguk dan menaruh hapenya ke dalam tas. Diana dan Teti segera berlalu pulang. Reyya berjalan pelan melewati pintu gerbang hotel. Kepalanya terasa sangat pusing. Dia sedikit menyesal menolak Teti untuk mengantarnya. Di tempat lain Kay juga masuk ke dalam mobilnya dan bersiap meninggalkan hotel Mawar Kenangan.

__ADS_1


Saat keluar dari pintu gerbang, Kay melihat Reyya yang berjalan pulang sendirian. Kay memperlambat dan membuka kaca mobilnya.


"Hey. Naiklah!" ucapnya pada Reyya.


__ADS_2