
"Hallo semuanya, ini Kay. Kay adalah juga salah satu sponsor di event ini. Hari ini aku minta Kay temenin aku untuk melihat langsung proses makeover menggunakan Aubeauty" ucapnya pada semua orang.
Mata Kay langsung tertuju pada Reyya yang sedang di makeup, begitu juga sebaliknya. Judi mempersilakan kedua orang itu duduk di sofa. Kay tidak mengalihkan pandangannya dari Reyya. Diana dan Reyya sesekali mencuri tatapan.
Setelah selesai di makeup, Judi meminta keduanya berganti pakaian dengan gaun yang sudah disiapkan. Diana memakai gaun berwarna hijau mint, sedangkan Reyya memakai gaun siffon bermotif yang berwarna kuning pastel. Setelah mengganti pakain, Diana segera keluar dan melakukan pemotretan. Tidak berapa lama, Reyya keluar, seketika itu juga mata Kay tidak berkedip melihat kecantikan Reyya.
Reyya sedikit merasa salah tingkah oleh tatapan Kay yang tidak berpaling dari dirinya. Setelah melakukan pemotretan, Kay segera keluar dari ruangan itu.
"Aku harus pergi sekarang. Ada yang harus aku kerjakan!" ucap Kay pada Aurora.
"Baiklah. Terimakasih Kay sudah bersedia menemaniku" jawab Aurora.
Kay segera berlalu dari hadapan semua orang. Saat Reyya dan Diana hendak mengganti gaunnya, Judi melarang keduanya.
"Kalian tidak usah ganti. Silakan pakai simpan untuk kalian" ucapnya
"Terimakasih mba!" jawab kedua gadis itu.
Reyya mengambil tasnya dan merogoh hapenya. Ada sebuah pesan di layar hapenya. Reyya segera membuka pesan tersebut. Sebuah pesan dari Kay tertera di layar hapenya.
"Ke apartemen ku sekarang!" bunyi pesan dari Kay.
"Sial!" umpat Reyya dalam hatinya.
"Di. Kamu duluan ya, aku harus pergi ke suatu tempat" ucap Reyya pada Diana setelah mereka sampai di parkiran.
"Kamu mau kemana? Biar aku antar" tanya Diana
"Si taun muda sombong itu nyuruh aku ke sana" jawab Reyya
"What? Serius kamu? Mau ngapain dia, jangan jangan dia lagi haus Reyy. Apalagi dia lihat kamu cantik banget hari ini" ucap Diana terkejut.
"Dia udah punya calon istri Di. Ngapain dia macam macam sama aku" jawab Reyya enteng.
"Ya sudah. Cepat naik aku anterin" pinta Diana
Reyya menggunakan helmnya dan naik ke motor skupi Diana. Beberapa menit kemudian mereka tiba di depan apartemen Kay.
"Kamu yakin Reyy? Engga mau aku temenin?" tanya Diana takut sahabatnya kenapa napa
"Engga apa Di. Paling dia nyuruh bersih bersih, udah lama juga dia engga nyuruh nyuruh aku" jawab Reyya.
__ADS_1
"Ok deh. Aku pergi ya, kalau dia macam macam sama kamu, hubungi aku segera" ucap Diana seraya menyalakan motornya
"Siap!" jawab Reyya sambil tersenyum.
Setelah Diana menghilang dari pandangannya, Reyya berjalan pelan memasuki apartemen Kay. Pintu lift terbuka, Reyya menekan tombol lantai yang ditujunya. Jantungnya mulai sedikit berdegup tak karuan, sebenarnya ada perasaan takut yang menyelimutinya. Reyya mengingat kembali saat terakhir kali ia berada di apartemen Kay. Dia tidak tahu apa yang terjadi malam itu.
Pintu lift terbuka, Reyya melangkah keluar dan berjalan ke arah pintu kamar Kay. Reyya menekan bel dengan hati yang dag dig dug. Reyya juga tidak mengganti pakaiannya. Beberapa detik kemudian pintu terbuka, Kay menatap Reyya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala yang membuat Reyya langsung merasa tidak nyaman.
"Ada apa? Kenapa kau memanggilku?" tanya Reyya menghentikan pandangan Kay
"Masuk!" Kay menyuruh Reyya masuk ke dalam apartemennya.
Reyya masuk dengan perasaan ragu. Dia menoleh ke arah Kay yang tengah menutup pintu.
"Masuk!" perintah Kay lagi setelah melihat Reyya berhenti.
Reyya terpaksa berjalan masuk ke ruang televisi.
"Sudah berapa hari kamu istirahat dari tugasmu?" tanya Kay sambil duduk di atas sofa yang empuk.
"Kau tidak memintaku datang!" jawab Reyya enteng.
Kay kembali memandang Reyya dari bawah hingga ke atas. Reyya menarik dressnya karena merasa risih.
"Jangan mengaturku. Jika aku katakan kau harus menemaniku hingga besok pagi, kau harus melakukannya!" ancam Kay dengan wajah serius
"Kay!" Reyya memelas dengan wajah bercampur kekesalan.
Sementara itu di sebuah kafe Dion telah membuat janji dengan seorang gadis yang tak lain adalah Aurora, calon tunangan Kay. Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit, Aurora akhirnya tiba di kafe tersebut.
"Hai, maaf aku sedikit terlambat." ucapnya pada Dion
"Its ok Ra. Udah lama engga bertemu, kamu makin cantik aja" goda Dion.
"Ya, kamu juga engga berubah. Masih suka gombal kayak dulu" Aurora duduk berhadapan dengan Dion.
"Kamu ngajakin aku kemari ada apa?" tanyanya tanpa basa basi.
"Jujur, ada yang harus kamu ketahui sebelum kamu tunangan dengan Kay, Ra!" Dion memasang wajah serius
"Ini tentang Kay? Aku sudah tahu itu Dion. Aku tidak perduli dia mau main dengan wanita manapun. Mulai sekarang dia hanya akan jadi milikku!" jawab Aurora dengan wajah dingin
__ADS_1
"Ini lebih dari sekedar itu Ra, seseorang sedang mengandung bayi Kay!"
"Kau mengada ngada, apa untungnya bagimu jika aku tidak jadi tunangan dengan Kay? Kenapa kau mengarang cerita bodoh ini?" Aurora bangkit dari duduknya dengan wajah merah padam.
"Aku tidak mengarang cerita. Kay menghamili seorang kupu kupu, lihat ini!" Dion menghentikan langkah Aurora dan menyodorkan hapenya.
"Perempuan ini! Dia kupu kupu?" Aurora tampak terkejut melihat foto Kay tidur dengan Reyya.
.........
"Kau terlihat cantik dengan pakaian itu!" ucap Kay yang langsung membuat wajah Reyya merah merona
"Jangan katakan itu, aku mulai merasa tidak nyaman!" jawab Reyya sambil terus menutupi lututnya.
"Aku tidak tahu ternyata kau secantik itu" bisik Kay setelah mendekatkan dirinya ke arah Reyya
Reyya benar benar tidak nyaman dan mencoba bangkit dari sofa, dengan sigap Kay menarik pergelangan tangannya hingga Reyya terjatuh ke dalam pangkuannya. Jantungnya mulai berdegup tak karuan, Reyya benar benar membeku. Kay membelai rambut Reyya yang halus dan mendekatkan wajahnya ke wajah Reyya.
Mereka berdua saling tatap tak percaya, Kay mencoba mencium Reyya yang membeku karena situasi aneh itu, saat hendak mendaratkan ciumannya, tiba tiba saja bel berbunyi. Reyya tersentak dan segera bangkit dari pangkuan Kay.
Kay merasa sangat kesal dengan gangguan yang datang di saat yang tidak tepat. Reyya berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu.
"Hentikan!" ucap Kay mengikuti Reyya dari belakang
Reyya tidak perduli dengan perintah Kay, dia merasa ini satu satunya yang dapat menyelamatkannya dari situasi mengerikan itu.
"Klik" pintu terbuka
Aurora tampak terkejut mendapati orang yang ada di balik pintu adalah Reyya. Reyya juga merasa terkejut sekaligus tidak enak, dia takut jika Aurora akan salah paham terhadapnya. Kay yang berada di belakang Reyya tidak memberikan reaksi apapun
"Plaaak" sebuah tamparan mendarat di pipi Reyya yang langsung membuatnya terkejut dan memegangi pipinya. Kay juga tampak terkejut dengan pemandangan yang baru saja ia saksikan, namun dia tidak memberikan reaksi apapun.
"Dasar kupu kupu ******. Apakah kau tidak punya cermin? Kau tidak puas jika tidak mengganggu hubungan orang lain?" ucap Aurora dengan mata berapi api.
Reyya memegangi pipinya dengan menahan air mata mencoba menjelaskan yang terjadi.
"Anda salah paham nona" ucap Reyya.
"Pergi kau kupu kupu ******. Aku tidak ingin melihatmu!" ucapnya menepis penjelasan Reyya
Reyya yang tidak bisa menahan air matanya akhirnya berlari keluar meninggalkan apartemen Kay.
__ADS_1
hallo semua, terimakasih masih setia membaca. jangn lupa kasih dukungan ya. 🌝