Mahligai Kupu Kupu

Mahligai Kupu Kupu
BAB 22


__ADS_3

Reyya turun di depan hotel Mawar Kenangan. Dia tidak mengatakan apapun pada Kay. Setelah kejadian tadi, Reyya seperti kehilangan jiwanya. Ciuman pertama yang dikuncinya untuk seseorang yang akan dicintainya nanti telah di rebut oleh pria asing yang menyebalkan.


"Reyy. Muka kamu kucel banget, apa terjadi sesuatu?" tanya Diana mendapati wajah kusut dari Reyya


"Semuanya benar benar menyebalkan malam ini Di" jawab Reyya lalu pergi meninggalkan Diana untuk mengganti pakaiannya.


Setelah memakai kembali seragam hotel, Reyya kembali bekerja seperti biasanya.


..............


Pagi hari Reyya masih terlelap di atas tempat tidurnya. Bu Ratih dan Renna sudah pergi meninggalkan rumah sejak satu jam yang lalu.


Tok tok


Tiba tiba terdengar ketukan dari pintu utama, Reyya membuka matanya dan mengusap usap rambutnya yang berantakan.


"Siapa sih, pagi pagi begini" tanya Reyya dalam hatinya dengan perasaan jengkel


Reyya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu. Tanpa mengintip terlebih dahulu, Reyya langsung membuka pintu. Begitu pintu terbuka, Reyya sangat terkejut melihat orang yang ada di depannya itu, dengan tidak percaya, Reyya mengucek kedua matanya.


"Kay benar benar sudah kehilangan akal sehatnya. Bagaimana mungkin perempuan seperti kamu pantas menjadi menantu di keluarga Florest" ucap nyonya Florest yang terkejut melihat seorang gadis yang sangat berantakan.


"Nyonya. Si-silakan masuk" ucap Reyya terbata bata


"Tidak perlu! Saya tidak akan pernah masuk ke rumah yang tidak pantas untuk saya masuki" ucap nyonya Florest yang langsung menyakiti perasaan Reyya


"Reyya. Saya tidak ingin basa basi sama kamu. Saya benar benar tidak bisa menerima kamu sebagai menantu saya" lanjutnya


"Nyonya, saya hanya menjalankan semua yang harus saya jalani saat--"


"Berapa usia kandungan kamu saat ini?" potong nyonya Florest tidak membiarkan Reyya menyelesaikan kalimatnya


"Saya belum memastikannya nyonya, mungkin sekitar satu bulan" jawab Reyya asal asalan


Nyonya Florest membuka tasnya dan mengeluarkan cek senilai seratus juta.


"Ambil ini, gugurkan kandungan kamu dan tinggalkan Kay!" ucapnya


Reyya tidak terkejut dengan apa yang di dengarnya. Dia sangat tahu bahwa nyonya Florest sangat membencinya

__ADS_1


"Maaf nyonya. Saya tidak bisa menerima ini" jawab Reyya


"Kenapa? Apakah uang ini terasa masih kurang? Jangan khawatir, setelah kamu menggugurkan kandungan kamu, saya akan menambah seberapapun yang kamu minta"


Reyya memikirkan apa yang dikatakan oleh nyonya Florest. Dia berfikir untuk membayar hutang pada Kay, namun dia juga takut akan salah melangkah yang berakibat buruk untuk dirinya. Belum sempat reyya menjawab, mobil Kay tiba tiba berhenti di depan rumahnya. Nyonya Florest sama sama terkejut melihat kedatangan Kay.


"Kay" ucap nyonya Florest begitu melihat putranya mendekat.


"Mama, Kinar udah kasih tahu Kay apa yang mungkin mama rencanakan. Ma, jangan merencanakan hal hal yang akan merugikan mama dan semua orang! Perbuatan mama bisa terancam pidana" ancam Kay yang mengetahui rencana mamanya


"Kay. Mama engga bisa melihat kamu menikahi wanita rendahan ini!" ucap nyonya Florest


Reyya hanya terdiam saat dirinya dihina. Sudah biasa baginya menerima hinaan dan juga cemoohan, bahkan dari ibu kandungnya.


"Ma. Mama pulang sekarang. Kay harus bicara dengan Reyya" ucap Kay


"Kay." ucap nyonya Florest seakan tak ingin meninggalkan putranya dengan gadis yang sangat ia benci itu.


"Ma. Kay mohon" pinta Kay sekali lagi


Dengan berat hati nyonya Florest menuruti keinginan putranya. Sebelum meninggalkan keduanya, nyonya Florest menyempatkan dirinya menatap tajam ke dalam mata Reyya. Reyya hanya menunduk menghindari tatapan yang tidak menyenangkan itu.


"Duduk!" ucap Kay pada Reyya


Reyya dengan wajah cemberut duduk di kursi yang berada di sebelah Kay.


"Kenapa? Kau tidak senang melihatku?" tanya Kay ketika melihat wajah cemberut Reyya.


"Ibumu memintaku menggugurkan kandunganku" jawab Reyya


"Lalu? Kamu berpikir untuk melakukannya dan mengambil uang dari mama?" tanya Kay melihat ekspresi Reyya


"Jika aku bisa melunasi hutangku padamu, kenapa aku harus menolaknya" jawab Reyya dengan wajah kesal


"Kau benar benar membuatku marah" Kay menarik Reyya dan kembali ingin menciumnya


Reyya dengan sigap menghindari ciuman Kay yang tiba tiba itu.


"Kay. Kamu keterlaluan!" ucap Reyya

__ADS_1


"Kau yang membuatku kesal. Aku sudah mengatakan padamu aku akan menciummu jika kau terus membantah dan tak menurutiku!" ancam Kay


Reyya hanya terus menatap Kay dengan wajah kesal. Dia benar benar terjebak oleh laki laki egois yang ada dihadapannya.


"Jangan pernah berpikir untuk mengambil uang mama. Aku tidak akan menerimanya, jika kau akan membayar uang itu, aku akan menyelidiki dari mana kau mendapatkan uang. Camkan itu!" ucap Kay.


Reyya hanya terdiam mendengar ancaman dari Kay, rambutnya yang berantakan menutupi sebagian wajahnya. Namun Reyya tetap terlihat cantik meskipun tidak menyisir rambutnya.


"Kamu dengar yang aku katakan?" tanya Kay jengkel karena merasa diabaikan oleh Reyya.


Reyya mengangkat wajahnya dan menoleh pada Kay lalu menjawab "baik tuan muda. Aku mendengar semua yang anda katakan!" ucap Reyya mengolok Kay


Kay yang merasa jengkel karena di permainkan oleh Reyya kembali menarik wajah Reyya dan menempelkan bibirnya pada bibir Reyya. Reyya dengan spontan melepaskan ciuman Kay.


"Kay. Kau melakukannya lagi! Jangan mempermainkan aku!" ucap Reyya seraya mengelap mulutnya


"Kamu yang duluan mengolokku. Itu akibatnya jika terus terusan mempermainkan aku!" sahut Kay


"Kau sebaiknya pulang! Aku mendengarkan semua yang kamu katakan" ucap Reyya


"Baiklah. Aku akan pulang sekarang." Kay langsung berdiri dan berjalan ke mobilnya.


Di dalam mobil, Kay masih menatap Reyya yang duduk dengan wajah cemberut, Kay tersenyum kecil melihat gadis kusut yang baru saja ia cium itu.


............


Siang harinya, Reyya sudah berada di hotel. Pak Rio meminta semua karyawannya datang ke ruangannya. Reyya dan Diana serta yang lainnya segera bergegas ke ruangan pak Rio.


"Ada apa ya, kenapa pak Rio ngumpulin kita di sini?" bisik Diana pada Reyya.


Reyya hanya menggelengkan kepalanya. Tidak berapa lama, pak Rio muncul dengan seorang laki laki tampan yang terlihat sangat gagah. Diana menangkupkan tangannya di mulutnya sendiri. Dia tidak percaya bahwa laki laki tampan itu adalah Alex. Kakak kelasnya dan Reyya saat duduk di bangku SMA. Reyya juga sangat terkejut melihat Alex.


"Perkenalkan, ini adalah pak Alex. Manager baru yang akan bekerja sama dengan kita. Mulai sekarang, kalian akan bekerja di bawah pengawasan pak Alex" ucap pak Rio


"Hallo semua" ucap Alex, Alex terdiam ketika matanya menangkap sosok Reyya. Gadis yang dulu pernah sangat ia inginkan dan selalu menolak dirinya.


Reyya hanya tersenyum lalu menunduk, sebenarnya dia sangat malu bertemu di tempat itu dengan Alex. Laki laki yang terkenal baik, dewasa dan alim yang dulu pernah mengejarnya. Dulu Reyya pernah sedikit menyesal karena mengabaikan Alex. Namun perasaan itu sudah lama hilang.


tbc...

__ADS_1


terimakasih, jangan lupa dukungannya ya teman teman


__ADS_2