
"Kay!" ucap Aurora
"Pergilah!" jawab Kay dengan wajah dingin
"Kay. Kita harus bicara" Aurora mencoba mendapatkan penjelasan dari Kay.
Kay tidak menggubrisnya dan langsung menutup pintu apartemennya. Mendapatkan perlakuan itu, membuat Aurora semakin sakit hati. Ia pergi meninggalkan apartemen Kay dan menyetir mobilnya menuju rumah Kay. Sesampainya di rumah Kay, Aurora langsung menghamburkan dirinya ke dalam rumah.
"Di mana tante Emmae?" tanyanya pada salah satu pembantu rumah tangga
"Ada di kamarnya mba, saya akan panggil sebentar" jawab pembantu yang bernama Saudah itu.
Aurora duduk di atas sofa dengan hati yang sangat panas. Tidak berapa lama tampak bik Saudah dan nyonya Florest datang dengan senyuman seperti biasanya.
"Hai sayang. Kamu di sini? Udah siap di klinik?" tanya nyonya Florest tanpa mengetahui apa yang telah terjadi.
"Tante aku mau bicara" jawab Aurora tanpa basa basi.
"Iya sayang. Ini tentang apa? Kamu serius sekali!" tanya nyonya Florest yang menangkap gelagat Aurora
"Tante, ini tentang Kay. Tante, hari ini aku pergoki Kay dengan seorang kupu kupu di kamar apartemennya tante!" ucap Aurora
"Sayang, maafin tante. Tante janji, setelah kamu menikah dengan Kay, Kay tidak akan seperti itu lagi!" ucap nyonya Florest meyakinkan Aurora
"Itu bukan masalahnya tante!" ucap Aurora.
"Lalu?" nyonya Florest mencoba bersikap tenang.
"Kupu kupu itu tengah mengandung anak Kay!" ucap Aurora tidak bisa menahan dirinya
Nyonya Florest terlihat sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Aurora, bahkan bik Saudah yang sedang meletakkan minuman juga hampir menumpahkan minuman ketika mendengar berita itu.
"Itu tidak mungkin. Kamu tahu dari mana?" sanggah nyonya Florest.
"Dion memberitahuku tante." jawab Aurora
"Dia itu tukang tipu sayang. Dia adalah kaki tangannya Kay. Dia melakukannya agar kamu tidak jadi tunangan dengan kay!" sahut nyonya Florest
"Tapi dia punya buktinya tante. Dan aku juga udah cukup melihatnya berada di kamar Kay" ucap Aurora dengan yakin
"Siapa perempuan itu?" tanya nyonya Florest.
"Dia adalah gadis yang mengikuti event beauty challenge yang dipilih oleh Judi" jawab Aurora
"Tante belum lihat, mana fotonya?" pinta nyonya Florest.
"Ini tante" Aurora mengambil hapenya dan menyerahkannya pada nyonya Florest.
Nyonya Florest tersentak melihat gadis yang ada dalam foto itu adalah Reyya. Tetangganya yang sangat dibencinya.
"Tidak mungkin! Kay tidak mungkin punya selera serendah itu!" nyonya Florest sangat shok.
__ADS_1
"Tante kenal gadis itu?" tanya Aurora
"Tentu saja tante kenal. Anak tidak berguna itu adalah anak orang miskin yang berada di samping rumah tante" jawab nyonya Florest berapi api.
Para pembantu yang menguping juga terlihat shok. Setelah cukup menguping, mereka meninggalkan ruangan yang sedang panas itu.
........
Reyya membersihkan makeup di wajahnya. Pipinya masih terasa nyeri akibat tamparan Aurora. Setelah mandi dan mengganti pakaian, Reyya berjalan menuju hotel Mawar kenangan. Diana tampak sedikit gelisah.
"Reyy. Akhirnya kamu nyampe juga!" ucapnya
"Ada apa? Kenapa kamu kelihatan cemas?" tanya Reyya.
"Reyy, kamu udah lihat istagram?" tanya Diana
"Instagram? Ada apa? Aku belum sempat buka" jawab Reyya.
"Kita udah didisqualified dari event beauty challenge. Tanpa pemberitahuan Reyy." ucap Diana kelihatan patah semangat.
Reyya menghela nafas panjang sambil menunduk. Dia benar benar menyesal ketika melihat wajah sedih Diana.
"Maafin aku Di. Ini semua salahku" ucap Reyya lirih.
"Salah kamu gimana?" tanya Diana penasaran.
"Tadi aku di apartemen Kay. Tiba tiba mba Aurora nyamperin Kay ke apartemennya, dan dia lihat kita sedang berdua. Tentu saja dia akan salah paham. Aku langsung ditamparnya tanpa mendengarkan penjelasan ku dahulu" jawab Reyya dengan wajah menunduk
Reyya menggelengkan kepalanya.
"Benar benar tu pria psikopat! Moga aja mereka batal tunangan!" sumpah serapah keluar dari mulut Diana.
"Ya sudah, aku juga udah engga perduli dengan challenge itu. Jangan dipikirkan lagi ya!" lanjutnya memberi semangat pada Reyya.
"Maafin aku Di. Kamu harus ikut ikutan kena getahnya" ucap Reyya
"Sudahlah. Lupakan itu. Masih ada banyak hal yang bisa membuat kita bahagia" jawab Diana.
.....,.
Malam hari di kediaman Kay.
"Kay! Mama mau bicara sama kamu!" ucap nyonya Florest secara tegas
"Tentang Aurora? Dia ngadu apa ke mama?" tanya Kay santai
"Kay, ini lebih dari itu! Mama engga habis pikir dengan sikap kamu yang semakin menjadi jadi. Kamu tega melakukan ini ke mama?"
"Apaan sih ma, aku udah bilang kan ma, aku engga suka dijodoh jodohin!"
"Terus kamu pikir kamu bisa seenaknya menghamili anak orang?"
__ADS_1
"Maksud mama?" Kay tampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh nyonya Florest.
"Apa sudah engga ada perempuan lain, kenapa kamu bisa menghamili kupu kupu ****** itu Kay?" nyonya Florest tersedu sedu saat mengucapkan hal itu
"Mama apaan sih? Jangan buat Kay bingung!"
"Jangan pura pura bodoh. Mama udah tahu semua, kamu menghamili Reyya Kay. Kenapa harus gadis itu?"
Kay menghela nafas dan menangkupkan kedua tangannya pada wajahnya.
"Berengsek kau Dion. Apa yang udah kamu kerjakan! Ah sial!" umpat Kay dalam hatinya.
"Maaf ma. Kay harus balik ke apartemen." kay bangkit dan meninggalkan nyonya Florest yang masih butuh penjelasan.
"Kay! Kay!" panggil nyonya Florest mencoba menghentikan langkah putranya.
Kay mengambil mobilnya dan melesat menuju ke rumah Dion. Setelah turun dari mobil, Kay langsung mengetuk pintu rumah Dion. Tidak berapa lama Dion membuka pintu dan terkejut mendapati Kay ada di depan rumahnya.
"Ada apa ini? Lu datang tiba tiba?" tanyanya heran
"Lu udah gila ya! Kamu bilang apa sama Aurora?" tanya Kay
"Aku cuma bilang Reyya hamil anak kamu, kenapa udah berhasil ya?" jawab Dion tanpa rasa bersalah
"Gila kamu Dion. Sekarang aku dalam masalah lain yang lebih besar!"
"Kenapa? Dia ngadu ke tante Emmae?" tanya Dion
"Tentu saja dia mengadu! Dan sekarang aku harus ngehindarin omelan mama" ucap Kay kesal
"Mana ku tau dia bakalan ngadu! Ck!" Dion tampak pasrah
........
Keesokan paginya Reyya memulai aktivitas seperti biasanya. Setelah membersihkan kamarnya, Reyya mengenakan dress berwarna cream dengan outer motiv floral. Reyya mengambil uang dua puluh ribu dan berjalan santai menuju warung bu Tuminah. Sepanjang jalan Reyya hanya menunduk menghitung langkahnya. Reyya tidak sadar orang orang di sekitarnya memperhatikan dan membicarakannya.
Sesampainya di warung bu Tuminah, Reyya langsung memesan seporsi nasi lemak dengan telur dadar dan segelas teh hangat. Ada beberapa orang lainnya yang juga sedang menikmati sarapan di warung itu.
"Uuh kelakuan anak gadis sekarang ya! Engga bisa dibilangin!" ucap seorang ibu ibu
"Anak jaman sekarang memang banyak yang engga bener. Tapi herannya kok bisa ya godain tuan muda Kay" sahut ibu lainnya
Reyya mulai merasa sedikit aneh, dia merasa orang orang itu memperhatikan dirinya. Nasi lemak pesanannya dihidangkan di atas meja. Tanpa menunggu lagi, Reyya langsung melahapnya.
"Lihat tuh, cara makannya saja, mana cocok dia sama Kay" lanjut ibu ibu itu lagi
"Sial. Mereka lagi ngomongin aku?" batin Reyya
hallo semua..
terimakasih sudah mendukung karya saya. jangan lupa like, dan vote ya.
__ADS_1