Mahligai Kupu Kupu

Mahligai Kupu Kupu
BAB 19


__ADS_3

Siang itu Reyya berangkat ke hotel dengan wajah lesu.


"Napa neng? Sakit?" ucap penjaga hotel


Reyya hanya menjawab dengan sebuah senyuman yang dipaksakan, lalu dengan cepat Ia berlalu masuk ke lobi hotel. Setelah menyimpan tasnya, Reyya menghampiri Diana.


"Kamu kenapa Reyy. Muka kamu lesu banget?" tanya Diana


"Di. Bencana besar akan segera terjadi dalam hidupku" jawab Reyya dengan wajah lesu


"Bencana apa lagi? Selama ini udah terlalu banyak bencana!" ucap Diana


Reyya menatap Diana dengan wajah lemah.


"Kay minta aku jadi istrinya!" jawab Reyya singkat


"What? Aku engga salah dengar Reyy?" Diana tak dapat percaya dengan apa yang dikatakan oleh Reyya


"Aku serius Di!" ucap Reyya


"Bukannya dia udah punya calon? Kenapa tiba tiba mau nikah sama kamu?" tanya Diana heran


"Dia sebenarnya enggak mau menikah sama pilihan mamanya, makanya dia minta aku untuk menikah dengan dia. Dia bilang, dia bisa ngatur aku karena perjanjian itu" ucap Reyya


"Yaampun Reyy. Jadi si tuan muda mau jadiin lu sebagai tumbalnya"


Reyya mengangguk dengan lemasnya.


"Terus, emak lu gimana? Emaknya juga gimana?" tanya Diana lagi.


"Ibuk aku pastinya senang banget Di. Tapi emak dia ngeri banget. Udah pasti dia engga setuju" jawab Reyya


"Jadi?" Diana tidak sabar


"Ya engga tau. Itu urusannya Kay. Aku cuma bisa ngikutin kemauan dia Di" jawab Reyya.


"Yaampun Reyy. Lu punya perasaan sama tuh tuan muda?" tanya Diana ingin tahu


"Tentu saja enggak! Kamu tahu sendiri kan, dia tu cowo nyebelin yang enggak mungkin aku punya perasaan terhadapnya" sanggah Reyya.


"Aku sebenarnya pingin ketawa Reyy. Ini lucu banget. Kok bisa kamu terjebak kayak gini sih" ungkap Diana


"Aku juga enggak tahu Di. Kenapa hidupku sial banget"


Hari itu berlalu begitu saja. Reyya hanya bisa menerima takdir yang datang pada dirinya. Keesokan harinya, pagi pagi sekali Reyya mendapatkan telepon dari Kay.


"Hallo" jawab Reyya

__ADS_1


"Kamu temui aku sekarang di Mall Cicarant" perintah Kay dari balik telepon.


"Sekarang, ada apa? Aku bahkan belum mandi" jawab Reyya malas


"Sekarang!" perintah Kay lalu menutup teleponnya


Reyya menghela nafas panjang dan segera bangkit dari tempat tidurnya. Setelah mandi dan berganti pakaian, Reyya segera meluncur ke mall Cicarant. Sesampainya di sana, Reyya segera menelepon Kay.


"Aku ada di cafe Osborn, cepat kemari" pinta Kay


"Baiklah" Reyya hanya bisa patuh


Tidak berapa lama, Reyya sudah sampai di cafe osborn. Dia segera menghampiri Kay yang tengah sibuk dengan handphonenya. Kay yang melihat kehadirannya segera mempersilahkan Reyya untuk duduk. Reyya menarik kursi dan duduk di hadapan Kay.


"Ada apa? Kenapa kamu minta aku datang kemari?" tanya Reyya


Kay menyeruput teh hangatnya dan memanggil seorang pelayan.


"Kau pasti belum makan, pesan apapun yang kau mau!" ucap Kay


Reyya menatap buku menu yang ada di depannya dan memesan sepiring nasi goreng seafood dan segelas coklat hangat. Setelah mencatat pesanan Reyya, pelayan itu meninggalkan kedua insan itu. Beberapa detik mereka hanya terdiam, Kay sedari tadi hanya terus memandang Reyya tanpa bicara. Reyya hanya bisa sesekali membuang pandangannya.


"Kau hanya akan terus menatapku seperti itu?" akhirnya Reyya tidak tahan lagi untuk berbicara.


Kay hanya tersenyum lalu kembali menyeruput tehnya.


"Apa maksudmu Kay. Bicaralah yang jelas" sahut Reyya


"Kau jangan pernah berpikir aku menikahimu karena aku menyukaimu!" ucap Kay tegas.


Reyya memalingkan wajahnya saat Kay mengatakan itu, karena dia juga tidak pernah berharap Kay menyukainya.


"Aku menikahimu untuk menghindari pernikahan yang diatur oleh ibuku, jadi aku cuma mau menegaskan bahwa aku tidak akan menjadi suami seperti yang kau inginkan" ucap Kay memperjelas semuanya


"Aku tahu itu. Aku juga melakukannya karena terikat perjanjian denganmu. Kau juga jangan berharap aku akan melayanimu seperti seorang istri yang sempurna" jawab Reyya


"Siapa bilang kau boleh begitu!" ucap Kay dengan tatapan dingin.


"Apa?" Reyya terbelalak mendengar Kay mengatakan itu


Seorang pelayan datang membawa pesanan Reyya. Nasi goreng seafood yang lezat dihidangkan di hadapan Reyya. Reyya tidak langsung menyentuhnya, dia ingin menyelesaikan pembicaraannya dengan Kay. Setelah pelayan itu pergi, Reyya segera melanjutkan kalimatnya.


"Apa maksudmu Kay? Kenapa aku tidak boleh begitu?" tanya Reyya.


"Kau lupa. Kau terikat perjanjian denganku. Tentu saja kau harus patuh dan menuruti semua yang kuinginkan" ucap Kay tegas


"Aku tidak mau seperti itu. Aku tidak mau melakukan hubungan suami istri dengan orang yang tidak aku cintai" Reyya mengatakannya dengan pandangan yang dibuang

__ADS_1


Kay mengernyitkan alisnya mendengar ucapan Reyya.


"Kau yakin? Jangan pura pura seperti itu dihadapanku, aku cukup tahu kau seperti apa!" ucap Kay yang langsung membuat Reyya panas


"Kau jangan sok mengenalku Kay. Kau tidak tahu hidupku. Kau adalah orang asing. Hanya karena kita bertetangga, bukan berarti kau tahu segalanya tentang diriku" suara Reyya terdengar bergetar karena menahan emosi


"Makanlah. Kau sepertinya lapar!" Kay seakan mengolok Reyya.


Reyya tidak dapat menahan emosinya.


"Aku tidak lapar. Aku akan pergi" ucap Reyya sambil bangkit dari tempat duduknya


"Duduk!" Kay terdengar sangat marah karena diremehkan oleh gadis yang ada di hadapannya itu.


"Aku tahu aku berhutang padamu. Tapi kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini. Aku bukan hewan!" ucap Reyya


"Baiklah. Aku tidak akan menyentuhmu! Kau puas?" ucap Kay mulai melunak


Mendengar itu Reyya kembali duduk dan langsung melahap nasi gorengnya yang sudah mulai dingin.


Setelah menghabiskan makanan dan minumannya Reyya berpamitan pada Kay.


"Kau belum boleh pergi. Kita harus mencarikanmu pakaian yang bagus" ucap Kay menghentikan Reyya yang ingin bangkit dari tempat duduknya.


"Pakaian? Untuk apa, apakah kamu pikir aku tidak memiliki pakaian?" jawab Reyya


"Sudahlah! Jangan terus terusan membantah. Nanti malam kamu harus ikut makan malam dengan keluargaku. Jadi menurut saja!" perintah Kay


"Apa? Makan malam dengan keluargamu? Kau serius? Aku tidak siap menghadapi orang tuamu!" jawab Reyya bersungguh sungguh


"Ayo ikut denganku. Jangan membuang buang waktu" perintah Kay.


"Kay" Reyya memelas


"Cepatlah!" ucap Kay dengan tatapan memerintah


Reyya terpaksa bangkit dan mengikuti kemauan Kay. Mereka berjalan menuju sebuah toko busana mewah. Reyya belum pernah sekalipun datang ke tempat seperti itu. Kay berbicara kepada seorang pelayan toko, dia meminta gaun yang cocok untuk makan malam dengan keluarga. Seorang pelayan lainnya membawa beberapa contoh gaun yang indah indah.


"Cobalah nona, anda bisa mencobanya di kamar pas, mari saya tunjukan" ucap seorang pelayan


Reyya hanya menatap Kay dan mengikuti pelayan itu. Ia lalu mencoba salah satu gaun yang berwarna pink pastel. Benar benar indah, sangat cocok di tubuh Reyya.


Setelah mengkancingnya, Reyya sedikit segan untuk keluar dan menunjukkannya pada Kay.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa lama sekali?" ucap Kay yang sudah menunggu di luar.


Reyya dengan terpaksa keluar dan menunjukkan pada Kay gaun yang Ia pakai. Kay terpana dengan keindahan Reyya hingga Ia terdiam beberapa saat.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Reyya memecahkan lamunan Kay


__ADS_2