Mahligai Kupu Kupu

Mahligai Kupu Kupu
BAB 5


__ADS_3

Siang itu di perusahaan Florest Electro.


"Gimana semalam?" tanya Dion pada Kay


"Ckk" Kay hanya cuek dan sibuk dengan berkas yang ada di depannya.


Dion tertawa terpingkal pingkal.


"Sudah ku duga." Dion mengulurkan tangannya pada Kay.


Kay menepis tangan Dion sambil berkata "aku belum menyerah. Kau lebih baik mengurus Serlly"


"Kau yakin ingin melanjutkannya?" tanya Dion dengan ekspresi meragukan lawan bicaranya.


"Tentu saja! Kau pikir kau bisa dengan mudah mendapatkan apa yang kau mau?"


"Baiklah. Jika minggu depan kau tidak bisa menaklukkannya, kau harus menepati janjimu" terang Dion.


"Ck.. Pergilah, aku sangat sibuk saat ini" Kay mengusir paksa Dion dari ruanganya.


"Baiklah pak boss. Lanjutkan misimu" Dion tersenyum menggoda Kay yang tengah sibuk lalu keluar dari ruangan Kay.


Kay meletakkan kertas yang sedang Ia pegang dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


.............


Malam hari di kediaman keluarga Florest.


Di ruangan makan yang sudah dipenuhi oleh makan malam yang istimewa Kay sedang menikmati makan malam bersama keluarganya. Tuan Florest Utama adalah pebisnis yang sudah malang melintang di dunia bisnis, sedangkan ibunya adalah seorang pemilik klinik kecantikan yang sangat sukses dan sudah membuka beberapa cabang di berbagai kota besar.


Kay Florest adalah anak laki laki satu satunya di keluarga itu, Kay juga menjadi anak kesayangan ibunya. Kinar Florest adalah adik perempuan Kay. Kinar yang cantik dan modis masih duduk di bangku SMA.


"Kay, gimana? Kamu sudah ketemu kan dengan Serlly?" nyonya Florest membuka pembicaraan di tengah makan malam.


"Udah ma" jawab Kay singkat.


"Cantik kan orangnya. Dia lulusan universitas happart di Amerika lho'' lanjut nyonya Florest.


Kay hanya mengangguk sambil meneruskan makan malamnya.


"Kay. Kamu tidak bohong kan? Nanti mama tanya sama Serlly lho!"


Kay meletakkan sendoknya dan menatap ibunya.


"Ma, mau sampai kapan mama jodoh jodohin Kay sama anak teman mama. Kay bisa cari sendiri ma!" Kay sedikit meninggikan suaranya.

__ADS_1


Pak Florest dan Kinar tidak perduli dengan perdebatan yang sudah sering mereka dengar, mereka hanya sibuk dengan makanannya.


"Kamu sudah dua puluh tujuh tahun Kay. Kamu anak laki satu satunya. Kamu harus memikirkan masa depan kamu juga nak."


"Mama tidak usah khawatir ma. Kay bisa mencari sendiri calon pendamping untuk Kay"


"Kamu terlalu sering main main Kay. Kamu mau dapat perempuan kayak tetangga sebelah?" ibu Florest terlihat kesal dan sembarang memberi contoh.


Kay sedikit terkejut mendengar ucapan mamanya, bahkan Kinar dan ayahnya saling tatap tatapan mendengar ucapan mamanya. Kay menghela nafas panjang dan menyelesaikan makan malamnya.


"Kay udah kenyang ma. Kay mau keluar sebentar" Kay bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan makan.


"Lihat tuh pa! Anak papa, gak pernah mau dengar kalau di nasehatin"


"Sudahlah ma. Kay bukan anak kecil" pak Florest menghindari perdebatan.


Kay masuk ke mobilnya dan melesat keluar dari istananya. Saat tiba di depan rumah Reyya, kay menoleh ke arah rumah kecil itu. Entah apa yang ada di pikirannya hingga dia kehilangan konsentrasinya.


"BRUKKKK" tiba tiba sebuah sepeda motor menabrak Kay di ujung jalan.


Kay terkejut dan segera keluar dari mobil. Seorang gadis berdiri gemetar memandangi motornya yang menabrak mobil mewah milik Kay. Hanya beberapa detik kemudian bu Ratih tampak berlari ke arah dua orang yang masih sama sama terkejut.


"Renna! Kamu tidak apa apa?" tanya bu Ratih seraya menghampiri putri kesayangannya.


"Apanya yang tidak apa apa, lihat mobil saya!" bentak Kay seraya menunjuk mobilnya yang sedikit ringsek di bagian depan.


"Ma-maaf pak. Bisa di jelasin bagaimana kejadiannya" bu Ratih kelihatan panik ketika melihat keadaan mobil mewah itu.


"Anak ibuk belok sembarangan!"


Bu Ratih yang panik langsung menekan tombol hapenya untuk menelepon Reyya.


"Ada apa bu? Kenapa menangis?" tanya Reyya penasaran.


"Ini gawat Reyy. Cepat pulang, Renna kecelakaan!"


"Apa? Renna kecelakaan, di mana bu?"


"Sekarang kamu pulang Reyy jangan banyak tanya!" bu Ratih memutuskan sambungannya.


"Buk, ibuk!" teriak Reyya.


"Ada apa Reyy" tanya Diana.


"Renna kecelakaan. Aku harus pulang sekarang Di."

__ADS_1


"Ya sudah, kamu buruan temui pak Rio".


Reyya segera berlari pulang, Ia juga merasa panik karena bu Ratih tidak menjelaskan apapun di telepon.


Di depan gang Reyya melihat bu Ratih sedang duduk sambil memeluk Renna yang sedang menangis. Reyya melewati mobil yang rusak dan menghampiri ibu dan adiknya.


"Kamu gak pa pa Renn. Kenapa pada di luar?" tanya Reyya.


"Reyy. Kamu ga lihat mobil itu rusak parah" tunjuk bu Ratih


Reyya memalingkan wajahnya untuk melihat lagi ke arah mobil itu, pintu mobil terbuka dan Kay keluar dari sana. Reyya terkejut dan langsung menghampiri Kay.


"Jadi kamu yang nabrak Renna?" tanpa basa basi Reyya langsung marah marah pada Kay.


"Reyy!" bu Ratih sedikit berteriak pada Reyya, karena dia sadar bahwa Renna yang salah.


Kay menyunggingkan bibirnya dan berkata "dasar cewe nakal! Kamu tanya sama adik kamu apa yang udah dia lakukan!"


Reyya seketika memalingkan wajahnya dan menatap wajah Renna yang terlihat ketakutan.


"Urusan kita akan panjang. Tapi sekarang aku tidak punya waktu, temui aku besok di kantorku" Kay masuk kembali ke dalam mobilnya dan melesat pergi meninggalkan keluarga Reyya.


"Kamu bisa gak sih gak cari masalah melulu!" bentak Reyya pada Renna.


"Kamu gak lihat ini musibah!" bu Ratih membela anak kesayangannya.


Reyya yang kesal meninggalkan mereka dan masuk ke dalam rumah. Bu ratih mengambil sepeda motor milik Renna dan mengeceknya. Hanya ada beberapa bagian yang lecet, bu Ratih sangat bersyukur.


Reyya merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia mengambil bantal dan menutup wajahnya lalu Ia berteriak melampiaskan kekesalannya. Reyya keluar kamar dan menemui Renna.


"Apa yang sebenarnya terjadi?. Kenapa kamu nabrak laki laki itu?" Reyya bertanya dengan wajah ketus.


"Aku lagi balas wa kak. Aku enggak lihat jalan pas belok langsung nabrak mobil kakak itu" Renna menjelaskan dengan gayanya yang santai.


"Sial!" Reyya yang kesal langsung kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang ya tuhan?" meskipun itu bukan kesalahan reyya, namun tidak dapat dipungkiri olehnya bahwa dialah yang akan bertanggung jawab.


Seperti apapun masalah yang terjadi pasti Reyya yang selalu menyelesaikan semua. Bu Ratih akan memilih kabur daripada harus mengganti kerugian yang disebabkan oleh putrinya itu.


Keesokan harinya Reyya bangun seperti biasa, Renna dan bu Ratih sudah tidak ada di rumah. Mereka pergi lebih awal untuk menghindari Reyya. Reyya membereskan rumah dan bersiap siap menemui Kay.


Tapi dia tidak tahu harus kemana, dia tidak tahu di mana kantor Kay.


"Apa aku coba ke rumahnya saja?" tanya Reyya pada dirinya sendiri yang sedang mondar mandir karena gelisah.

__ADS_1


"Tidak tidak tidak! Itu adalah hal terburuk yang akan kulakukan" Reyya menggigit kukunya karena khawatir dengan jumlah uang yang akan diminta oleh Kay.


__ADS_2